Museum Gempa Prof. Dr. Sarwidi

Museum Gempa Prof. Dr. Sarwidi Museum Gempa Prof. Dr. Sarwidi (MUGESA) merupakan "Dynamic Museum & Gallery" untuk WISATA EDUKASI "Kegempaan & Kebencanaan (WEGB)

Wisata Edukasi: Kegempaan dan Pengurangan Risiko Bencana

HASIL SARASEHAN 20 TAHUN GEMPA JOGJA–JATENG: Menengok Masa Lalu untuk Keamanan Masa DepanYogyakarta, 30 Mei 2026 – Dua d...
07/06/2026

HASIL SARASEHAN 20 TAHUN GEMPA JOGJA–JATENG: Menengok Masa Lalu untuk Keamanan Masa Depan

Yogyakarta, 30 Mei 2026 – Dua dekade pasca gempa besar 27 Mei 2006, para akademisi, pemerintah, praktisi, dunia usaha, media, dan masyarakat berkumpul dalam Sarasehan Nasional Online 20 Tahun Gempa Jogja–Jateng. Acara ini menjadi ruang refleksi sekaligus forum strategis untuk memperkuat sinergi Penta-Helix dalam pengurangan risiko bencana.

Diskusi menegaskan kembali pelajaran penting dari gempa 2006: “Gempa tidak membunuh, bangunan roboh yang membunuh.” Standar bangunan tahan gempa, edukasi masyarakat, serta pemetaan risiko menjadi prioritas utama. Para narasumber menyoroti bahwa paradigma penanggulangan bencana harus bergeser dari sekadar respons darurat menuju Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang berkelanjutan.

Isu kebijakan juga mencuat. Peserta menyoroti kendala koordinasi BPBD di tingkat daerah, keterbatasan anggaran PRB, serta belum adanya regulasi khusus terkait penanganan bencana berbahan berbahaya (B3). Pertanyaan kritis muncul mengenai efektivitas program Desa Tangguh Bencana dan SPAB dalam menekan risiko di lapangan.

Dari sisi sosial, pentingnya simulasi rutin menghadapi ancaman gempa megathrust kembali digarisbawahi. Infrastruktur publik, rumah masyarakat berpenghasilan rendah, serta sistem air bersih dan sanitasi darurat menjadi tantangan nyata yang harus dijawab dengan desain rekayasa yang lebih inklusif dan tahan bencana.

Sarasehan ini menghasilkan rekomendasi:
1. Penguatan regulasi dan standar bangunan rumah tahan gempa serta penerapannya.
2. Alokasi anggaran PRB yang lebih proporsional.
3. Sinergi Penta-Helix untuk edukasi, simulasi, dan inovasi teknologi kebencanaan.
4. Dokumentasi hasil diskusi sebagai rujukan kebijakan dan aksi nyata.

Dengan semangat refleksi dan kolaborasi, Sarasehan ini menegaskan komitmen bersama: menjadikan pengalaman pahit 2006 sebagai pijakan menuju masa depan yang lebih aman dan tangguh. ---

Foto: Ilustrasi suasana Prof. Sarwidi sedang melakukan pembahasan hasil sarasehan dengan para mahasiswanya

Sarasehan Nasional Online "20 Tahun Bencana Gempa Jogja–Jateng 27 Mei 2006–2026: Menengok ke Belakang untuk Keamanan Mas...
28/05/2026

Sarasehan Nasional Online "20 Tahun Bencana Gempa Jogja–Jateng 27 Mei 2006–2026: Menengok ke Belakang untuk Keamanan Masa Depan”

📅 Hari/Tanggal: Sabtu Siang, 30 Mei 2026
⏰ Waktu: 13.30 WIB – selesai
📍 Platform: Zoom (Link menyusul).

Bergabung mengikuti Seminar Online ini adalah Gratis. Kuota terbatas. Pendaftaran dengan bergabung GWA Sarasehan melalui Scan QR pada Flyer tersebut atau klik link https://chat.whatsapp.com/E0OqFsY1cg330yLGwGYn3t

PODCAST 20 TAHUN GEMPA JOGJA – JATENG. TEMA: “MENGUMPULKAN DOKUMENTASI PENYUSUNAN SEJARAH, PERJALANAN, DAN LANGKAH KE DE...
28/05/2026

PODCAST 20 TAHUN GEMPA JOGJA – JATENG. TEMA: “MENGUMPULKAN DOKUMENTASI PENYUSUNAN SEJARAH, PERJALANAN, DAN LANGKAH KE DEPAN MRK PMTS UII”

Yogyakarta, 23 Mei 2026 – Dua dekade telah berlalu sejak gempa bumi tektonik berkekuatan Mw 6,3 mengguncang Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006. Tragedi ini menyisakan duka mendalam sekaligus pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia. Untuk mengenang peristiwa tersebut, Museum Gempa Prof. Dr. Sarwidi (MUGESA) bersama Program Magister Teknik Sipil UII (PMTS UII) menyelenggarakan Semi-Podcast Online sebagai rangkaian menuju Sarasehan Nasional 27 Mei 2026.

Prof. Ir. H. Sarwidi, MSCE., Ph.D., IP-U., ASEAN Eng., APEC Eng., selaku host utama, membuka acara dengan refleksi atas perjalanan 20 tahun mitigasi bencana. Beliau menekankan bahwa korban gempa bukan semata akibat guncangan, melainkan rapuhnya bangunan yang tidak memenuhi standar. “Rumah itu seharusnya perlindungan jiwa, bukan sekadar tampilan. Pendekatan teknik sipil harus berorientasi pada kemanusiaan,” tegasnya.
Podcast ini menghadirkan dosen, alumni, dan mahasiswa MRK PMTS UII yang membahas sejarah, kondisi saat ini, serta langkah ke depan. Narasumber antara lain Dr. Sri Amini, Dwi Santoso, Dwi Wantoro, Achmad Puspa Agung, Limpad Wibowo, Fazli Elahi (mahasiswa internasional dari Pakistan), Dr. Restu Faizah, Adi Seriabudi Bawono, Rizal Maulana, Dr. Sely Novita Sari, dan Rita Mulyandari.

Sejarah panjang mitigasi bencana di UII berawal dari komunitas BARRATAGA, PAMAN BATAGA, dan SIMUTAGA yang dibina oleh CEEDEDS UII. Rumah-rumah yang dibangun mandor binaan PAMAN BATAGA terbukti kokoh saat gempa 2006, meski bangunan sekitarnya roboh. Keberhasilan ini mendorong Kementerian Pendidikan Nasional mendukung lahirnya konsentrasi Manajemen Rekayasa Kegempaan (MRK) pada PMTS UII tahun 2007. Program ini melahirkan ahli kegempaan yang kini berkiprah di tingkat nasional dan internasional.

Selain menjadi ajang refleksi, acara ini juga bertujuan untuk mulai mengumpulkan dokumentasi penyusunan sejarah, perjalanan, dan langkah ke depan MRK PMTS UII secara bertahap. Dokumentasi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat peran akademisi dan alumni MRK UII dalam membangun bangsa yang tangguh menghadapi bencana.

Dalam podcast, Prof. Sarwidi juga mengkritisi istilah “industri kebencanaan” yang masih digunakan. Menurutnya, istilah tersebut harus diganti dengan “industri ketangguhan” atau “industri perlindungan” agar lebih mencerminkan semangat kemanusiaan. Acara yang berlangsung melalui Zoom dan YouTube MUGESA/Sarwidi ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan peneliti dalam membangun bangsa yang tangguh menghadapi bencana.

Closing Statement: Podcast Nasional ini menjadi pemanasan menuju Sarasehan Nasional 27 Mei 2026. Dengan tema “Menengok Masa Lalu untuk Keamanan Masa Depan”, acara ini menegaskan komitmen UII dan MUGESA untuk terus mengawal mitigasi bencana berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai kemanusiaan, sekaligus menyusun dokumentasi sejarah MRK PMTS UII sebagai warisan akademik dan sosial. Rekaman: https://youtube.com/live/xNpF_AGK16Y

UII Lahirkan Doktor Baru dengan Predikat Summa Cum Laude: Dr. Ir. Sely Novita Sari, S.T., M.T.Yogyakarta, 25 Mei 2026 — ...
26/05/2026

UII Lahirkan Doktor Baru dengan Predikat Summa Cum Laude: Dr. Ir. Sely Novita Sari, S.T., M.T.

Yogyakarta, 25 Mei 2026 — Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (FTSP UII) kembali mencatat sejarah akademik dengan lahirnya seorang doktor baru, Dr. Ir. Sely Novita Sari, S.T., M.T., yang berhasil menuntaskan ujian terbuka dengan gemilang dan meraih predikat Summa Cum Laude.

Dosen pembimbing terdiri atas Prof. Ir. Sarwidi, MSCE., Ph.D., IP-U., ASEAN Eng., APEC Eng. (Promotor), Dr. Ir. Fitri Nugraheni, S.T., M.T. IPM (Ko-Promotor I), dan Albani Musyafa, S.T., M.T., Ph.D. (Ko-Promotor II). Disertasi yang diuji mengangkat tema strategis: RANCANG BANGUN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR UNTUK PERENCANAAN TEMPORARY MODULAR SHELTER (TMS) DI WILAYAH TERDAMPAK BENCANA DI INDONESIA.

Dalam pidato pelepasan, Prof. Sarwidi menyatakan bahwa proses pembimbingan disertasi dengannya dilakukan secara rutin, efektif, dan efisien yang hanya memerlukan waktu selama 13 bulan 9 hari saja. Prof. Sarwidi juga menegaskan bahwa riset ini bukan sekadar deretan algoritma, melainkan solusi kemanusiaan yang adaptif untuk para penyintas bencana. Beliau menekankan pentingnya menjaga integritas ilmu, produktivitas riset, dan menjadikan momentum ini sebagai pijakan menuju jabatan akademik tertinggi, Guru Besar.

Lebih jauh, Prof. Sarwidi mengusulkan agar TMS ke depan dapat diadaptasikan dengan bangunan permanen BARRATAGA®, sebuah konsep hunian tahan gempa yang telah diterapkan dan dikembangkan secara nasional. “Dengan integrasi ini, TMS tidak hanya menjadi hunian sementara, tetapi dapat bertransformasi menjadi hunian tetap yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Albani Musyafa menambahkan bahwa adaptasi TMS ke bangunan permanen akan membuka peluang sinergi dengan program pembangunan 3 juta rumah oleh Pemerintah Indonesia. Menurutnya, hal ini akan memperkuat kontribusi akademisi dalam mendukung agenda nasional sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian layak dan aman.

Prestasi Dr. Sely tidak berhenti pada disertasi. Dalam kurun 13 bulan 9 hari bimbingan intensif, ia telah menghasilkan dua monograf buku serta beberapa draf jurnal ilmiah, dua di antaranya siap dikirim ke Jurnal Internasional Bereputasi Scopus Q1. Pencapaian ini menjadi fondasi kokoh bagi langkah akademiknya menuju Guru Besar dalam waktu dekat.

Dengan lahirnya doktor baru ini, FTSP UII menegaskan komitmennya sebagai pusat unggulan riset dan pengabdian masyarakat. “Dalam dunia akademik, kemenangan bukanlah mengalahkan sesama, melainkan menaklukkan kebodohan. Senjata kita bukan propaganda, melainkan riset dan publikasi,” tutup Prof. Sarwidi.

Selamat kepada Dr. Ir. Sely Novita Sari, S.T., M.T. atas pencapaian luar biasa ini. Semoga kiprah akademik dan pengabdian beliau semakin memberi manfaat luas bagi bangsa dan kemanusiaan.

Mohon ijin berkenan share info dari panitia🙏. Juga sangat bermanfaat bagi yang akan perpanjangan SKK/SKA nantinya. Semin...
18/05/2026

Mohon ijin berkenan share info dari panitia🙏. Juga sangat bermanfaat bagi yang akan perpanjangan SKK/SKA nantinya. Seminar Online Konstruksi Seri 081. Rencana Pelaksanaan: Sabtu pagi, 30 Mei 2026, jam 07.30 WIB, bersama para narasumber andal. Sertifikat (2 bahasa), dengan opsi: (1) Reguler atau (2) ber SKPK (persyaratan sesuai PPKB LPJK Kementerian PU). Terbuka untuk umum dan bergabung seminar ini via Zoom FREE. Info lanjut dan gabung diri, segera klik https://chat.whatsapp.com/Lqoh1Zu3LDECfG862iSKVr

Site Effects Dalam Rekayasa Kegempaan Jadi Fokus Bahasan Kuliah ke-08 Rekayasa Kegempaan di Jurusan Teknik Sipil Univers...
18/05/2026

Site Effects Dalam Rekayasa Kegempaan Jadi Fokus Bahasan Kuliah ke-08 Rekayasa Kegempaan di Jurusan Teknik Sipil
Universitas Islam Indonesia (UII).
===

Sejak tahun 1998, Prof. Ir. H. Sarwidi, MSCE., Ph.D., IP-U., ASEAN Eng., APEC Eng. menjadi salah satu dosen pengampu mata kuliah Rekayasa Kegempaan. Kuliah ke 08 kali ini, 18 Mei 2026, mengangkat topik “Site Effects dalam Rekayasa Kegempaan”, menyoroti bagaimana kondisi lokal tanah dan geologi memengaruhi intensitas guncangan gempa di permukaan.

Perkembangan Materi Sejak 1998
Prof. Sarwidi menegaskan bahwa materi kuliah ini telah mengalami perkembangan signifikan selama hampir tiga dekade. “Sejak saya mulai mengampu mata kuliah ini pada 1998, isi kuliah terus diperkaya dengan hasil riset, kajian akademik, serta pantauan dari aplikasi pengabdian kepada masyarakat di lapangan. Pengayaan materi juga mencakup penguatan referensi dari perkembangan dalam negeri maupun luar negeri, sehingga mahasiswa memperoleh perspektif global sekaligus lokal,” jelas beliau.

Amplifikasi dan Resonansi Lokal
Dalam kuliah, Prof. Sarwidi menekankan bahwa tanah lunak dapat mengamplifikasi gelombang seismik, memperbesar amplitudo dan memperpanjang durasi guncangan. “Fenomena resonansi lokal terjadi ketika frekuensi dominan tanah berinteraksi dengan frekuensi alami bangunan. Jika keduanya sama, bangunan akan bergetar lebih hebat dan berisiko rusak parah,” tegasnya.

Lima Istilah Kunci
Beliau menekankan lima istilah penting yang wajib dipahami mahasiswa dan praktisi kebencanaan: amplifikasi gelombang seismik, frekuensi dominan tanah, resonansi lokal, mikrozonasi seismik, dan klasifikasi tanah (site class). Kelima istilah ini menjadi dasar dalam standar perencanaan bangunan tahan gempa.

Diskusi dan Debat Berbantuan AI
Kuliah ditutup dengan sesi diskusi interaktif berbantuan AI, di mana mahasiswa berdebat mengenai hubungan antara disiplin belajar dan capaian akademik. AI berperan sebagai fasilitator untuk memunculkan sudut pandang beragam, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami aspek teknis kegempaan, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis.

“Kita tidak hanya membangun struktur yang tahan gempa, tetapi juga membangun generasi yang tangguh menghadapi tantangan,” pungkas Prof. Sarwidi.

MUGESA & Prof. Sarwidi: Pusat Edukasi Kegempaan dan Kebencanaan diperkuat melalui Kolaborasi Alumni UII JabarBandung, 10...
11/05/2026

MUGESA & Prof. Sarwidi: Pusat Edukasi Kegempaan dan Kebencanaan diperkuat melalui Kolaborasi Alumni UII Jabar

Bandung, 10 Mei 2026 – serangkaian kegiatan pelantikan pengurus DPW IKA UII (Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia) Jawa Barat periode 2026–2031 di Balai Kota Bandung dan éL Hotel Bandung bukan sekadar seremoni. Momentum ini jadi titik lahirnya gerakan baru: memperkuat pusat edukasi kegempaan dan kebencanaan berbasis masyarakat. Acara yang diramu dengan Charity Fun Walk, pemeriksaan kesehatan, dan bazar UMKM, menghadirkan semangat kebersamaan sekaligus energi muda.

Di jantung kolaborasi ini berdiri Museum Gempa Prof. Dr. Sarwidi (MUGESA). Sebagai penyedia konten edukasi dan metodologi mitigasi, MUGESA membawa pengalaman nyata tentang bagaimana masyarakat bisa belajar menghadapi ancaman gempa dengan cara interaktif dan menenangkan. Prof. Sarwidi, pembina MUGESA sekaligus Guru Besar UII, menegaskan dilema komunikasi kebencanaan: “Kalau ancaman bencana terlalu sering disampaikan, masyarakat bisa cemas. Tapi kalau jarang, mereka bisa lengah. Pusat edukasi ini jadi jalan tengah—tidak menakutkan, tapi tetap menyadarkan.” Pesan ini menjadi fondasi utama gerakan, menekankan keseimbangan antara edukasi dan ketenangan publik.

KBM (Kampung Batu Malakasari) di Baleendah Bandung, mempunyai lahan seluas 7,5 hektar, menyediakan ruang ekowisata dan fasilitas penunjang dapat dimaksimalkan untuk kerjasama edukasi mitigasi bencana. Sementara DPW IKA UII Jabar mengoordinasikan manajemen kegiatan serta jejaring alumni dan masyarakat. Ketua DPW IKA UII Jabar, Ir. Bayu Ardhitomo, ST., MT., IPM, menyebut sinergi ini sebagai model kolaborasi alumni, akademisi, dan komunitas lokal. Kehadiran tokoh penting seperti Ketua DPP IKA UII Dr. Ari Yusuf Amir, Rektor terpilih UII Prof. Hari Purnomo, Dr. Rohidin, dan Prof. Budi Agus Riswandi menambah legitimasi gerakan ini.

Namun, inti narasi tetap kembali ke MUGESA dan Prof. Sarwidi. Museum ini bukan sekadar ruang pamer, melainkan laboratorium sosial yang menghubungkan sains, budaya, dan kesiapsiagaan. Dengan pendekatan edukasi yang kreatif, MUGESA diharapkan jadi pusat inspirasi bagi generasi muda: belajar gempa bukan dengan rasa takut, tapi dengan rasa percaya diri. Prof. Sarwidi, dengan pengalaman panjang sebagai Pengarah BNPB RI (2009–2025), membawa kredibilitas sekaligus visi bahwa mitigasi bencana harus dikemas sebagai gerakan sosial yang engaging.

Kolaborasi ini bukan hanya formalitas, melainkan gerakan inspiratif yang menumbuhkan ketangguhan komunitas. Dengan dukungan alumni, kampus, dan masyarakat, pusat edukasi kebencanaan ini diharapkan jadi role model bagi daerah lain. Semangatnya jelas: MUGESA sebagai motor edukasi, Prof. Sarwidi sebagai inspirator, dan alumni UII Jabar sebagai penggerak.

Gempa Jepang Magnitudo 7,4 Berpotensi Tsunami: Jepang Darurat, Indonesia Aman
21/04/2026

Gempa Jepang Magnitudo 7,4 Berpotensi Tsunami: Jepang Darurat, Indonesia Aman

Oleh: Prof Ir H Sarwidi MSCE PhD IP-U ASEAN Eng.APEC Eng, Guru Besar Universitas Islam Indonesia dalam Bidang Konstruksi dan Kebencanaan, Pengarah BNPB RI (2009-2025) beritabernas.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Senin 20 April 2026, kembali....

Address

Kompleks Kemantren, Jalan Tlogoputri, Kota Wisata Kaliurang
Yogyakarta City
55585

Opening Hours

Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00
Saturday 08:00 - 16:00
Sunday 08:00 - 16:00

Telephone

+628122940177

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Museum Gempa Prof. Dr. Sarwidi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Museum

Send a message to Museum Gempa Prof. Dr. Sarwidi:

Share

Category