07/06/2026
HASIL SARASEHAN 20 TAHUN GEMPA JOGJA–JATENG: Menengok Masa Lalu untuk Keamanan Masa Depan
Yogyakarta, 30 Mei 2026 – Dua dekade pasca gempa besar 27 Mei 2006, para akademisi, pemerintah, praktisi, dunia usaha, media, dan masyarakat berkumpul dalam Sarasehan Nasional Online 20 Tahun Gempa Jogja–Jateng. Acara ini menjadi ruang refleksi sekaligus forum strategis untuk memperkuat sinergi Penta-Helix dalam pengurangan risiko bencana.
Diskusi menegaskan kembali pelajaran penting dari gempa 2006: “Gempa tidak membunuh, bangunan roboh yang membunuh.” Standar bangunan tahan gempa, edukasi masyarakat, serta pemetaan risiko menjadi prioritas utama. Para narasumber menyoroti bahwa paradigma penanggulangan bencana harus bergeser dari sekadar respons darurat menuju Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang berkelanjutan.
Isu kebijakan juga mencuat. Peserta menyoroti kendala koordinasi BPBD di tingkat daerah, keterbatasan anggaran PRB, serta belum adanya regulasi khusus terkait penanganan bencana berbahan berbahaya (B3). Pertanyaan kritis muncul mengenai efektivitas program Desa Tangguh Bencana dan SPAB dalam menekan risiko di lapangan.
Dari sisi sosial, pentingnya simulasi rutin menghadapi ancaman gempa megathrust kembali digarisbawahi. Infrastruktur publik, rumah masyarakat berpenghasilan rendah, serta sistem air bersih dan sanitasi darurat menjadi tantangan nyata yang harus dijawab dengan desain rekayasa yang lebih inklusif dan tahan bencana.
Sarasehan ini menghasilkan rekomendasi:
1. Penguatan regulasi dan standar bangunan rumah tahan gempa serta penerapannya.
2. Alokasi anggaran PRB yang lebih proporsional.
3. Sinergi Penta-Helix untuk edukasi, simulasi, dan inovasi teknologi kebencanaan.
4. Dokumentasi hasil diskusi sebagai rujukan kebijakan dan aksi nyata.
Dengan semangat refleksi dan kolaborasi, Sarasehan ini menegaskan komitmen bersama: menjadikan pengalaman pahit 2006 sebagai pijakan menuju masa depan yang lebih aman dan tangguh. ---
Foto: Ilustrasi suasana Prof. Sarwidi sedang melakukan pembahasan hasil sarasehan dengan para mahasiswanya