Geopix ID

Geopix ID Geopix Asia brings you photo and video documentation of cultural heritages and civilizations

Kepunahan Gajah Jawa harusnya menjadi pelajaran penting!Gajah Jawa (Elephas maximus sondaicus) yang dahulu menjadi bagia...
10/08/2026

Kepunahan Gajah Jawa harusnya menjadi pelajaran penting!

Gajah Jawa (Elephas maximus sondaicus) yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan kerajaan kini telah punah, diperkirakan sejak abad ke-18 akibat perburuan, hilangnya habitat, dan perubahan penggunaan lahan.

Hari ini, Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan masih bertahan, tetapi ruang hidup mereka terus menghadapi tekanan. Sekitar 1.100 Gajah Sumatera masih hidup di hutan-hutan Sumatera, sementara Gajah Kalimantan di Kalimantan Utara diperkirakan hanya tersisa 20โ€“80 individu.
Padahal, jauh sebelum menjadi simbol konservasi, gajah adalah bagian dari sejarah, budaya, dan kejayaan Nusantara. Dari Kesultanan Aceh, jejak megalitikum di Pasemah, hingga kehidupan kerajaan di Jawa.

Jangan biarkan gajah kembali hanya menjadi cerita dalam relief, prasasti, dan catatan sejarah.

Kembalikan Kejayaan Gajah๐Ÿ˜

Dihari Gajah Sedunia 2026, mari melihat gajah sebagai bagian dari sejarah, budaya, dan ekosistem hutan yang harus kita muliakan dan selamatkan.

Jauh sebelum istilah konservasi hidupan liar dan ko-eksistensi dikenal oleh masyarakat di Indonesia. Masyarakat adat di ...
09/08/2026

Jauh sebelum istilah konservasi hidupan liar dan ko-eksistensi dikenal oleh masyarakat di Indonesia. Masyarakat adat di nusantara telah memiliki cara sendiri untuk hidup berdampingan dengan satwa liar secara bijaksana.

Bagi masyarakat Melayu, harimau disebut Datuk. Bagi masyarakat Dayak, gajah kalimantan dikenal sebagai Nenek, sementara enggang juga menjadi simbol dan identitas penting, salah satunya pada gelaran hudoq dalam budaya Dayak. Di Aceh, gajah disebut Po Meurah, yang berarti Tuan yang Mulia atau Tengku Rayeuk yang berarti Tuan Besar.

Penyebutan tersebut bukanlah sekedar nama-nama kosong belaka. Ini adalah penyebutan dan pemuliaan yang menunjukkan kedudukan tinggi dan rasa hormat terhadap keberadaan satwa liar yang hidup berdampingan dengan mereka.

Inilah ko-eksistensi yang telah lama dipraktikkan masyarakat nusantara. Satwa liar bukan pengganggu, melainkan bagian dari kehidupan dan kelestarian ekosistem hutan, termasuk masyarakat adat itu sendiri.

Jika satwa liar dan hutan habitatnya rusak serta konflik dengan manusia makin meningkat, mungkin kita perlu mempertanyakan pada diri kita sendiri. Identitas dan citra diri apa yang telah hilang dari masyarakat Indonesia selama ini?

Di Indonesia, ko-eksistensi dengan satwa liar bukan teori maupun praktik baru. Masyarakat adat di nusantara ini telah mengenal bahkan melakukannya sejak lama.

SELAMAT HARI MASYARAKAT SEDUNIA

MAKE ELEPHANT GREAT AGAINKEMBALIKAN KEJAYAAN GAJAHGajah: Satwa Agung yang diciptakan Tuhan, kecerdasannya, kebijaksanaan...
09/08/2026

MAKE ELEPHANT GREAT AGAIN
KEMBALIKAN KEJAYAAN GAJAH

Gajah: Satwa Agung yang diciptakan Tuhan, kecerdasannya, kebijaksanaannya, ketajaman ingatannya telah menjadi inspirasi bagi manusia, dan menjadi bagian sejarah dan budaya peradaban nusantara. Namun, nasibnya sangat miris tidak seperti tubuhnya yang raksasa. Berita Kematian Gajah dan ancaman yang bertubi-tubi karena hilangnya hutan habitat mereka, jerat, racun, pagar listrik sampai konflik dengan manusia masih sangat sering kita dengar.

Tahun 2026 adalah momentum penting bagi masa depan gajah yang lebih baik untuk Sumatera dan Kalimantan. Dengan diberlakukannya INPRES No.8/2026 mengenai penyelamatan populasi dan habitat Gajah Sumatera serta Gajah Kalimantan dan beberapa regulasi penting lainnya termasuk proses finalisasi SRAK Gajah. Ini adalah milestone yang sangat penting, dimana dibutuhkan dukungan masyarakat di seluruh Indonesia untuk memantau pelaksanaannya agar tercapai tujuannya demi kesejahteraan gajah kita.

Dalam rangka memperingati Global Elephant Day 2026, Geopix, Centre for Orangutan Protection (COP), International Elephant Project (IEP), dan Orangufriends bersama pemerintah serta mitra organisasi masyarakat sipil menginisiasi Aksi Damai Hari Gajah Sedunia 2026 yang mengusung tema
๐Ÿ˜ โ€œMake Elephant Great Againโ€
๐Ÿ˜ โ€œKembalikan Kejayaan Gajahโ€

Melalui gerakan ini, kami mengajak masyarakat baik individu, komunitas maupun organisasi masyarakat sipil di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menyuarakan perlindungan gajah Sumatra dan Kalimantan melalui photo action, edukasi publik, dan kampanye digital.

Aksinya dilakukan di daerah masing-masing. Abadikan aksi bersama poster kampanye, ajak masyarakat mengenal pentingnya perlindungan gajah, lalu amplifikasikan melalui media sosial dengan tema dan hashtag resmi kampanye.

Mari bersama menggaungkan gema perlindungan gajah kita. Yuk, menjadi bagian dari Aksi Damai Hari Gajah Sedunia 2026! ๐Ÿ˜โœŠ

Hashtag:






Daftarkan diri dan komunitasmu melalui:
https://forms.gle/vZEJRYR9A7gVkFEa9

Untuk informasi lebih lanjut:
Cakrahayu
๐Ÿ“ฑ 085746573421

MAKE ELEPHANT GREAT AGAINKEMBALIKAN KEJAYAAN GAJAHGajah: Satwa Agung yang diciptakan Tuhan, kecerdasannya, kebijaksanaan...
09/08/2026

MAKE ELEPHANT GREAT AGAIN
KEMBALIKAN KEJAYAAN GAJAH

Gajah: Satwa Agung yang diciptakan Tuhan, kecerdasannya, kebijaksanaannya, ketajaman ingatannya telah menjadi inspirasi bagi manusia, dan menjadi bagian sejarah dan budaya peradaban nusantara. Namun, nasibnya sangat miris tidak seperti tubuhnya yang raksasa. Berita Kematian Gajah dan ancaman yang bertubi-tubi karena hilangnya hutan habitat mereka, jerat, racun, pagar listrik sampai konflik dengan manusia masih sangat sering kita dengar.

Tahun 2026 adalah momentum penting bagi masa depan gajah yang lebih baik untuk Sumatera dan Kalimantan. Dengan diberlakukannya INPRES No.8/2026 mengenai penyelamatan populasi dan habitat Gajah Sumatera serta Gajah Kalimantan dan beberapa regulasi penting lainnya termasuk proses finalisasi SRAK Gajah. Ini adalah milestone yang sangat penting, dimana dibutuhkan dukungan masyarakat di seluruh Indonesia untuk memantau pelaksanaannya agar tercapai tujuannya demi kesejahteraan gajah kita.

Dalam rangka memperingati Global Elephant Day 2026, Geopix, Centre for Orangutan Protection (COP), International Elephant Project (IEP), dan Orangufriends bersama pemerintah serta mitra organisasi masyarakat sipil menginisiasi Aksi Damai Hari Gajah Sedunia 2026 yang mengusung tema
๐Ÿ˜ โ€œMake Elephant Great Againโ€
๐Ÿ˜ โ€œKembalikan Kejayaan Gajahโ€

Melalui gerakan ini, kami mengajak masyarakat baik individu, komunitas maupun organisasi masyarakat sipil di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menyuarakan perlindungan gajah Sumatra dan Kalimantan melalui photo action, edukasi publik, dan kampanye digital.

Aksinya dilakukan di daerah masing-masing. Abadikan aksi bersama poster kampanye, ajak masyarakat mengenal pentingnya perlindungan gajah, lalu amplifikasikan melalui media sosial dengan tema dan hashtag resmi.

Mari bersama menggaungkan gema perlindungan gajah kita. Yuk, menjadi bagian dari Aksi Damai Hari Gajah Sedunia 2026! ๐Ÿ˜โœŠ

Hashtag:






Daftarkan diri dan komunitasmu melalui:
https://forms.gle/vZEJRYR9A7gVkFEa9

Untuk informasi lebih lanjut:
Cakrahayu
๐Ÿ“ฑ 085746573421

08/08/2026

Gajah begitu terhormat dan mulia dalam sejarah Nusantara.

Gajah juga memegang peranan yang sangat penting dalam ekosistem hutan dan melestarikannya.

Sayangnya nasibnya sangat miris. Saatnya untuk Kembalikan Kejayaan Gajah.

Memanggil sobat semua untuk beraksi mengembalikan kejayaan gajah dalam aksi damai bersama pada 8โ€“15 Agustus 2026. Aksi dapat dilakukan di ikon kota, landmark terkenal, ruang publik, atau lokasi lainnya di daerah masing-masing.

Ajak teman-temanmu, bawa poster, topeng, dan stiker, lalu ramaikan aksi di daerahmu! Jangan lupa abadikan dalam foto atau video dan share dokumentasinya.

Satu aksi mungkin terlihat kecil. Tetapi ketika dilakukan bersama, suara itu menjadi besar.

Make Elephant Great AgaiKembalikan Kejayaan Gajah!

Gajah jantan binaan PLG Minas, Jovi, mati pada usia 46 tahun setelah bertahan selama 34 hari menjalani perawatan intensi...
06/08/2026

Gajah jantan binaan PLG Minas, Jovi, mati pada usia 46 tahun setelah bertahan selama 34 hari menjalani perawatan intensif akibat komplikasi infeksi saluran pencernaan dan saluran pernapasan atas yang memicu kelemahan otot berat (๐˜ฎ๐˜บ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ฉ๐˜บ).

Selama lebih dari sebulan, tim dokter hewan, mahout, dan para perawat satwa berjuang tanpa henti memberikan penanganan terbaik agar Jovi kembali pulih. Namun, perjuangan itu harus berakhir dengan kabar duka.

Kepergian Jovi bukan hanya kehilangan bagi PLG Minas. Jovi adalah seekor gajah yang kiprah dan jasanya begitu berarti bagi upaya konservasi di Indonesia serta bagi semua yang menyayangi satwa cerdas dan bijaksana ini. Kepergiannya menjadi pukulan yang berat bagi dunia konservasi Indonesia.

Kisah Jovi tidak boleh berakhir begitu saja. Kepergiannya mengingatkan kita bahwa setiap gajah berhak hidup aman, sehat, dan terlindungi. Bukan hanya di pusat konservasi, tetapi juga di habitat alaminya yang terus menghadapi ancaman kehilangan hutan, konflik dengan manusia, jerat, dan berbagai bentuk eksploitasi.

Mari terus bersuara untuk melindungi gajah Indonesia dan menjaga masa depan mereka.

Rest in love, Jovi. ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ˜

05/08/2026

Ketika hutan terus menyusut dan jerat masih menjadi ancaman nyata, diam bukan lagi pilihan ๐Ÿ…

Dalam rangka Global Tiger Day 2026, Geopix turut bergabung bersama Centre for Orangutan Protection (COP) dan jaringan relawannya, Orangufriends, dalam Aksi Serentak Global Tiger Day yang digelar di 12 kota di Indonesia.

Di Yogyakarta, aksi berlangsung di kawasan Tugu Yogyakarta dan Malioboro. Melalui edukasi di ruang publik, pembagian materi kampanye, dan interaksi langsung dengan masyarakat, kami mengajak lebih banyak orang untuk mengenali bahaya jerat ilegal serta pentingnya menjaga habitat harimau agar tetap lestari.

Secara serentak, aksi serupa juga berlangsung di Bandung, Cirebon, Kuningan, Lumajang, Malang, Medan, Muara Wahau, Padang, Padangsidimpuan, Pasaman, dan Samarinda. Dari berbagai penjuru Indonesia, satu pesan yang sama terus digaungkan: satwa liar membutuhkan lebih banyak orang yang berani bersuara dan bertindak.

Perjuangan tidak berhenti di Hari Harimau.

๐Ÿ˜ Hari Gajah Sedunia sudah di depan mata. Jika kamu peduli pada satwa liar dan ingin menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar untuk melindungi gajah Indonesia, bersiaplah.

Stay tuned. Saatnya kita bergerak bersama.

Halo Sobat Geo! ๐ŸŒฟCOP School 16 menjadi ruang bagi para peserta untuk belajar lebih dekat tentang konservasi, mulai dari ...
01/08/2026

Halo Sobat Geo! ๐ŸŒฟ

COP School 16 menjadi ruang bagi para peserta untuk belajar lebih dekat tentang konservasi, mulai dari orangutan, isu lingkungan, hingga berbagai praktik di lapangan. Namun, ada satu momen yang membuat proses belajar mereka mengambil arah berbeda: mereka harus keluar dari ruang belajar dan menjadi pengajar bagi anak-anak SD.

Baca blog terbaru kak Annisa Rakhmadini yang menceritakan pengalaman para peserta ketika berkunjung ke SD Negeri Jetis Jogopaten. Di sana, pengetahuan tentang konservasi tidak lagi hanya dibicarakan di antara peserta dan pemateri, tetapi harus diterjemahkan menjadi cerita, permainan, dan aktivitas yang dapat dipahami anak-anak.

Pengalaman tersebut membawa satu pelajaran penting: terkadang, cara terbaik untuk mengetahui seberapa jauh kita memahami sesuatu adalah dengan mencoba menjelaskannya kepada orang lain.

Dan dari ruang kelas itu, proses belajar ternyata tidak berhenti. Ada pertanyaan-pertanyaan baru, refleksi, dan kesadaran bahwa sekolah konservasi tidak benar-benar selesai ketika rangkaian kegiatannya berakhir.

Baca selengkapnya di website GeoPix: Geopix.id
Jangan lupa like, comment, dan share. Selamat membaca! ๐Ÿ’š

Hai Sobat Geo! ๐Ÿ‘‹Geopix membuka kesempatan bergabung sebagai GIS Specialist.Kualifikasi:๐ŸŽ“ Pendidikan minimal S1 di bidang...
31/07/2026

Hai Sobat Geo! ๐Ÿ‘‹

Geopix membuka kesempatan bergabung sebagai GIS Specialist.

Kualifikasi:
๐ŸŽ“ Pendidikan minimal S1 di bidang Geografi, Geomatika, Kehutanan, Lingkungan, atau bidang lain yang relevan.

๐Ÿ“ Penempatan: Yogyakarta
๐Ÿ“ง Kirim lamaran: [email protected]
๐Ÿ—“๏ธ Batas akhir pendaftaran: 16 Agustus 2026

Jika kamu memiliki minat dalam analisis spasial dan ingin berkontribusi dalam kerja-kerja lingkungan serta konservasi, kami tunggu lamaranmu!

Bagikan informasi ini kepada teman atau kolega yang sesuai. Sampai jumpa di Geopix! ๐ŸŒฟ

Address

Yogyakarta City
55112

Telephone

+6281349271904

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Geopix ID posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Museum

Send a message to Geopix ID:

Shortcuts

Share

Category