Cemeti - Institute for Art and Society

Directions Website Contact the museum

Cemeti - Institute for Art and Society Cemeti – Institute for Art and Society (formerly ‘Cemeti Gallery’, then ‘Cemeti Art House’) is Indone

Hari ini merupakan hari terakhir dari dua program Cemeti Institut: 1. Pameran kelompok "Di Dalam Hutan, Di Bawah Layar" ...
03/10/2026

Hari ini merupakan hari terakhir dari dua program Cemeti Institut: 1. Pameran kelompok "Di Dalam Hutan, Di Bawah Layar" dari Abdi Karya dan Aliansyah Caniago; dan 2. Open Studio: Yosep Arizal "The Chicken Nation".

Terima kasih untuk semua pihak yang telah hadir dan turut meramaikan kedua program tersebut.

Sampai jumpa di program-program kami selanjutnya!

Terima kasih kepada semua teman yang datang dalam acara Learning Nearby: Umi Lestari dan Astrid Reza “Revolusi Sinema da...
01/10/2026

Terima kasih kepada semua teman yang datang dalam acara Learning Nearby: Umi Lestari dan Astrid Reza “Revolusi Sinema dan Arsip-Arsipnya”.

Acara ini merupakan pemaparan riset panjang atas arsip-arsip Berita Film Indonesia. Penelitian yang didukung oleh Danaindonesiana ini nantinya diproyeksikan untuk diterbitkan dalam format buku di tahun ini.

Sampai jumpa di program Learning Nearby kami selanjutnya!

——

Thank you to everyone who joined us in Learning Nearby: Umi Lestari and Astrid Reza “900mdpl (2017-2022) "Revolusi Sinema dan Arsip-Arsipnya”.

This research focused on archival material from Berita Film Indonesia during the revolution era. The research was supported by Danaindonesiana, and projected to be published as a book this year.

See you again in the next Learning Nearby!

Minggu terakhir Open Studio: Yosep Arizal "The Chocken Nation". Kami ucapkan terima kasih untuk semua teman-teman yang t...
29/09/2026

Minggu terakhir Open Studio: Yosep Arizal "The Chocken Nation". Kami ucapkan terima kasih untuk semua teman-teman yang telah berdiskusi bersama dalam FGD bersama Yosep Arizal, mengunjungi dan meramaikan program open studio kali ini.

Open studio ini masih akan berlangsung hingga tanggal 3 Oktober 2026. Kami tunggu kedatangannya!
_____

We would like to thank all friends who collaborated with us, and for those who visit the studio during the program.

The open studio will open until October 3, 2026. Don't miss it!

Learning Nearby: Umi Lestari dan Astrid Reza"Revolusi Sinema dan Arsip-Arsipnya"Rabu, 30 September 202615.00 - 17.00 WIB...
27/09/2026

Learning Nearby: Umi Lestari dan Astrid Reza
"Revolusi Sinema dan Arsip-Arsipnya"

Rabu, 30 September 2026
15.00 - 17.00 WIB
____

Presentasi “Revolusi Sinema dan Arsip-Arsipnya” memaparkan hasil penelitian tentang Berita Film Indonesia (BFI) yang aktif di masa Revolusi 1945-1949. Penelitian ini mencoba menelusuri kembali peran kelompok pembuat film ini dalam merekam peristiwa-peristiwa penting sepanjang Revolusi Indonesia—dari mural dan grafiti kemerdekaan di jalanan Jakarta, Rapat Raksasa di lapangan IKADA, hingga Kongres Pemuda Seluruh Indonesia di Yogyakarta. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa meski BFI memiliki warisan penting dalam sejarah film dokumenter dan diplomasi Indonesia, catatan tentang perjalanan dan filmografinya nyaris tidak ditemukan, sebagian besar akibat transformasinya menjadi Perusahaan Film Negara pada 1950 yang membuatnya kerap dipandang sekadar perpanjangan tangan pemerintah.

Secara metodologis, penelitian ini bertumpu pada penelusuran arsip yang tidak lengkap sebagai titik masuk untuk membaca sejarah yang hilang, alih-alih hambatan semata. Dengan mempertanyakan kepemilikan dan keaslian arsip BFI yang tersebar di berbagai institusi nasional maupun internasional, penelitian ini turut melihat bagaimana arsip dapat menjadi bentuk aktivisme —cara publik mengontestasikan sejarah besar yang selama ini diwacanakan. Salah satu tawaran utamanya adalah mengalihkan cara pandang terhadap sejarah, bukan hanya sebagai kisah yang terjadi dan diawetkan, melainkan juga sebagai material arsip yang menjadi medium penyimpan kisah itu sendiri.

Presentasi ini menjadi bagian dalam program Learning Nearby, Cemeti-Institut Untuk Seni dan Masyarakat.

Pemantik diskusi:
Umi Lestari (Peneliti Berita Film Indonesia) Astrid Reza (Sejarawan).

Moderator: Gerry Junus
(Kurator, pemrogram film untuk Festival Film Dokumenter (FFD), dan tim pra seleksi Minikino Film Week - Bali International Short Film Festival. Saat ini, ia bekerja sebagai Direktur Program KDM CINEMA (inisiatif sinema alternatif di Yogyakarta) dan sedang melakukan penelitian mengenai. praktik festival film dan sinema Asia Tenggara).



Umi Lestari

Umi Lestari merupakan

Masih berlangsung, pameran “Di Dalam Hutan, Di Bawah Layar” dari Abdi Karya dan Aliansyah Caniago.Pameran ini merupakan ...
24/09/2026

Masih berlangsung, pameran “Di Dalam Hutan, Di Bawah Layar” dari Abdi Karya dan Aliansyah Caniago.

Pameran ini merupakan sebuah proposisi untuk membaca sejarah melalui kisah-kisah perjalanan; dari hutan di Barus, tempat pohon kamper tumbuh dalam kesunyian, dan dari pelabuhan Makassar, tempat layar-layar perahu Bugis menghadap laut lepas. Kedua praktik ini bertemu pada satu gagasan: sejarah tidak tinggal diam di satu tempat; ia bergerak bersama manusia, benda, pengetahuan, dan ingatan yang mereka bawa.

Pameran masih berlangsung hingga 3 Oktober 2026.

Open Studio: Yosep Arizal"The Chicken Nation"8 September – 3 Oktober 2026Selas-Sabtu | 10.00-17.00 WIBYosep Arizal akan ...
06/09/2026

Open Studio: Yosep Arizal
"The Chicken Nation"

8 September – 3 Oktober 2026
Selas-Sabtu | 10.00-17.00 WIB

Yosep Arizal akan berada di studio setiao selasa-Kamis jam 13.00-17.00 WIB
___

Pada tahun 2025, Yosep Arizal menginisiasi proyek jangka panjangnya berjudul “The Chicken Nation” atau “Bangsa Ayam”, yang merupakan komemorasi atas 200 tahun pasca Perang Jawa. Istilah “The Chicken Nation” atau “Bangsa Ayam” ini terinspirasi dari sebutan basa pitik atau “bahasa ayam” yang digunakan oleh Pangeran Diponegoro dalam menyebut Bahasa Melayu Pasar, yang saat itu dinormalisasi penggunaannya oleh pemerintah kolonial sebagai bahasa komunikasi harian dengan bangsawan Jawa.

Melalui Open Studio ini, Yosep Arizal ingin menggali kemungkinan-kemungkinan dan bentuk-bentuk artistik baru dalam praktiknya serta mempertemukan kepingan-kepingan narasi sejarah dengan fenomena-fenomena sosio-politis di Indonesia saat ini. Selama open studio ini, para pengunjung juga dapat melihat dan merasakan proses atau workshop kecil terkait wax carving dan metal casting, proses produksi yang biasanya Yosep Arizal lakukan di studion. Lebih jauh, open studio ini juga menjadi ruang diskusi dan pertukaran pengetahuan yang diharapkan dapat mempertajam gagasan menjadi sesuatu yang utuh, dan siap untuk dipamerkan secara tunggal di tahun mendatang.

Open Call | Lamaran Terbuka Open Studio Program:Desember 2026 dan Januari 2027Deadline aplikasi: 21 September 2026Open S...
01/09/2026

Open Call | Lamaran Terbuka

Open Studio Program:
Desember 2026 dan Januari 2027

Deadline aplikasi:
21 September 2026

Open Studio adalah salah satu program Cemeti-Institut untuk Seni dan Masyarakat yang berfokus pada eksperimentasi artistik dan pengembangan wacana atas karya-karya yang sedang dikembangkan oleh seniman.

Link pendaftaran di bio.

Terima kasih untuk teman-teman dan tamu yang telah hadir dan turut meramaikan acara pembukaan pameran grup ”Di Dalam Hut...
30/08/2026

Terima kasih untuk teman-teman dan tamu yang telah hadir dan turut meramaikan acara pembukaan pameran grup ”Di Dalam Hutan, Di Bawah Layar" pada tanggal 28 Agustus 2026 lalu.

Pameran ini akan berlangsung hingga 3 Oktober 2026. Terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi setiap Selasa-Sabtu jam 10.00-17.00 WIB. Silahkan berkunjung!
__ __

Thank you to all the guests who attended the opening ceremony of the group exhibition "Di Dalam Hutan, Di Bawah Layar” on August 28, 2026.

This exhibition will held until October 3, 2026. It is open for public, open every Tuesday-Saturday 10:00-17:00 WIB. Come and visit us!
__ __

Seniman | Artists:
Abdi Karya | Aliansyah Caniago

Performans:

Hari terakhir Open Studio: Yayasan Eko Agus Prawoto "Kerja-Kerja Perawatan Ingatan dan Pemikiran". Kami ucapkan terima k...
29/08/2026

Hari terakhir Open Studio: Yayasan Eko Agus Prawoto "Kerja-Kerja Perawatan Ingatan dan Pemikiran". Kami ucapkan terima kasih kepada para kolaborator yang telah menjadi bagian program open studio:

Budi.Pradono
Sahabat Bambubos
Jajang Agus Sonjaya
Pak Kus

Kami ucapkan trima kasih juga untuk semua teman-teman yang telah mengunjungi dan meramaikan program open studio kali ini.

Sampai jumpa pada program-program open studio kami selanjutnya.
_____

We would like to thank all friends who collaborated with us, and for those who visit the studio during the program.

See you in our next open studio program.

"Di Dalam Hutan, Di Bawah Layar"28 Agustus - 3 Oktober, 2026Seniman | Artists:Abdi KaryaAliansyah CaniagoPembukaan | Ope...
24/08/2026

"Di Dalam Hutan, Di Bawah Layar"

28 Agustus - 3 Oktober, 2026

Seniman | Artists:
Abdi Karya
Aliansyah Caniago

Pembukaan | Opening:
Jumat, 28 Agustus 2026 - 16.00 WIB

Pameran “Di Dalam Hutan, Di Bawah Layar” merupakan sebuah proposisi untuk membaca sejarah melalui kisah-kisah perjalanan; dari hutan di Barus, tempat pohon kamper tumbuh dalam kesunyian, dan dari pelabuhan Makassar, tempat layar-layar perahu Bugis menghadap laut lepas. Pameran ini mengundang penonton untuk mengikuti jejak tersebut, bukan untuk mengulang romantisme kejayaan masa lalu, melainkan untuk membaca kembali hubungan yang terbentuk di sepanjang perjalanan.

Dalam karya Aliansyah Caniago, Barus hadir sebagai lanskap ingatan—sebuah tempat di mana pohon, tanah, manusia, dan sejarah saling terhubung. Kamper yang tersembunyi di dalam tubuh pohon dahulu keluar dari hutan, turun menuju pelabuhan, lalu menempuh perjalanan panjang ke pasar-pasar Asia. Sedangkan dalam karya Abdi Karya, perjalanan mengambil bentuk lain: laut menjadi ruang ingatan yang menyimpan jejak pelayaran Bugis-Makassar, perjumpaan dengan masyarakat di seberang samudra, dan hubungan yang terbentuk melalui angin, arus, komoditas, dan waktu. Dari hutan ke laut, kedua praktik ini bertemu pada satu gagasan: sejarah tidak tinggal diam di satu tempat; ia bergerak bersama manusia, benda, pengetahuan, dan ingatan yang mereka bawa.

Aliansyah Caniago dan Abdi Karya mempertemukan dua arah perjalanan: dari hutan menuju laut dan dari laut menuju dunia. Kamper dan kapal, pohon dan layar, tanah dan samudra menjadi fragmen-fragmen dari satu sejarah yang sama—sejarah tentang manusia yang selalu bergerak mencari, membawa, menukar, menguasai, kehilangan, dan mengingat. Yang tersisa setelah perjalanan panjang itu bukan hanya aroma kamper yang semakin samar atau laut yang menyimpan jejak pelayaran, tetapi juga pertanyaan tentang bagaimana kita memilih untuk mengingat sejarah yang terus bergerak.

Address

Jalan D. I. Panjaitan 41
Yogyakarta City
55143

Opening Hours

Tuesday 10:00 - 17:00
Wednesday 10:00 - 17:00
Thursday 10:00 - 17:00
Friday 10:00 - 17:00
Saturday 10:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cemeti - Institute for Art and Society posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Museum

Send a message to Cemeti - Institute for Art and Society:

Shortcuts

Share