Cemeti - Institute for Art and Society

Cemeti - Institute for Art and Society Cemeti – Institute for Art and Society (formerly ‘Cemeti Gallery’, then ‘Cemeti Art House’) is Indone

Following up on a research project we did at Het Noordbrabants Museum last year, we returned this year for a longer peri...
13/05/2026

Following up on a research project we did at Het Noordbrabants Museum last year, we returned this year for a longer period of study of the collection. Originally assembled in the nineteenth century, the collection brings together ethnographic objects, weapons, shells, natural specimens, textiles, and everyday tools gathered largely through a family networks in the Dutch East Indies. Many of the objects were collected during the family's travels and military postings in colonial Indonesia, before being donated to the Provincial Society for Arts and Sciences in North Brabant—the institutional predecessor of the museum. Parts of the collection later circulated within contexts of military education and training, including at the Royal Military Academy (KMA), where colonial objects and ethnographic knowledge were studied as instruments of governance and control, before eventually returning to the museum collection.

This research marks the first in-depth research project dedicated to the particular collection, developed in collaboration with its Indonesian counterpart, Cemeti Institute for Art and Society.

After visiting the museum depos and reviewing the collection closely, we became increasingly fascinated by the breadth and complexity of the archive. The diversity of the objects reveals not only a history of collecting, but also a layered system of classification and knowledge production shaped by colonial frameworks and opened a critical perspective on how objects were decontextualized, categorized, and instrumentalized under the colonial gaze.

In the coming years, there will be a long-term project that recontextualizes the collection through artistic and academic project, artist residency, and presentation of collection rotation within the museum, alongside further activations and reinterpretations of it. Through this project, we aim to reverse that historical gaze: rather than treating the collection as a static archive of “curiosities,” we approach it as a living and contested site of inquiry, where meanings remain open, unstable, and continuously renegotiated through collaborative and interdisciplinary work.

Public Program:Kelola Art Talk  #40Artikulasi Ruang Pameran Seni RupaZulfian Amrullah(Seniman Residensi Cemeti Institut ...
11/05/2026

Public Program:
Kelola Art Talk #40
Artikulasi Ruang Pameran Seni Rupa

Zulfian Amrullah
(Seniman Residensi Cemeti Institut untuk Seni dan Masyarakat – Indonesia)

📅 Rabu, 13 Mei 2026
🕒 09.00–11.30 WIB*
📍 Gedung Jurusan Tata Kelola Seni, Institut Seni Indonesia Yogyakarta*
https://share.google/GSToGBIGizoxAL8KE

Dalam Public Program kali ini, Cemeti-Institut untuk Seni dan Masyarakat bekerja sama dengan Jurusan Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta untuk mengadakan Kelola Art Talk #40 bersama seniman residensi Zulfian Amrullah.

Pada kesempatan ini, Zulfian akan berbagi pengalaman dan praktiknya sebagai seniman dengan latar belakang pendidikan formal arsitektur yang kemudian berkembang ke ranah seni rupa dan penataan artistik.

Praktik artistik Zulfian yang berkelindan dengan desain presentasi karya, tata letak dan desain spasial, hingga praktik event management, kerja produksi, dan kolaborasi lintas disiplin akan menjadi titik tolak diskusi mengenai bagaimana ruang pamer seni rupa diartikulasikan, dibangun, dan dihadirkan kepada publik.

———
*Acara ini merupakan bagian dari Program Reguler Residensi Cemeti Institut untuk Seni dan Masyarakat, berkolaborasi dengan Jurusan Tata Kelola Seni, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Last month, Cemeti had the pleasure of welcoming institutions such as LaSalle College (Singapore), Museum Prinsenhof (De...
02/05/2026

Last month, Cemeti had the pleasure of welcoming institutions such as LaSalle College (Singapore), Museum Prinsenhof (Delft), Stichting Perdu (Amsterdam), Gadjah Mada University (Yogyakarta), and long-time friends from around the globe.

We would like to express our heartfelt appreciation for their visit and the thoughtful dialogue we shared. We look forward to hosting more institutional and educational visits as a way to continue our mission—fostering a constellation of friendships through genuine and meaningful conversations.

Memasuki tiga hari terakhir Open Studio: Rega Ayundya "Laboratorium Suara Masa Lalu". Kami ucapkan terima kasih untuk se...
29/04/2026

Memasuki tiga hari terakhir Open Studio: Rega Ayundya "Laboratorium Suara Masa Lalu". Kami ucapkan terima kasih untuk semua teman-teman yang telah berkolaborasi dalam mewarnai bersama, mengunjungi dan meramaikan program open studio kali ini.

Open studio akan berlangsung hingga tanggal 2 Mei 2026. Kami tunggu kedatangannya!
_____

We would like to thank all friends who collaborated with us, and for those who visit the studio during the program.

The open studio will open until May 2, 2026. Don't miss it!

KUA (Kantor Urunan Animasi) merupakan program publik bagian dari sesi Open Studio Rega Ayundya Putri: Laboratorium Suara...
23/04/2026

KUA (Kantor Urunan Animasi) merupakan program publik bagian dari sesi Open Studio Rega Ayundya Putri: Laboratorium Suara Masa Lalu. KUA mengundang publik untuk terlibat dalam proyek animasi yang sedang dikembangkan oleh Rega.

Diadakan pada tanggal 24-30 April, dari jam 13.00 - 17.00, publik dapat datang ke ruangan Open Studio untuk berpartisipasi (dengan alat yang sudah disediakan).

Turut diramaikan dengan jajanan Lekker oleh (khusus hari Jumat, 24 April 2026 & Selasa, 27 April 2026).

Minggu terakhir dari pameran "Harta yang Paling Berharga adalah Keluarga", yang menampilkan karya Nindityo Adipurnomo da...
14/04/2026

Minggu terakhir dari pameran "Harta yang Paling Berharga adalah Keluarga", yang menampilkan karya Nindityo Adipurnomo dan Agung Kurniawan.

Pameran ini menyoroti dua gagasan yang saling terhubung: keluarga sebagai kekayaan terbesar dalam hidup, serta resonansinya yang problematis dalam realitas sosial-politik, baik historis maupun kontemporer.

Pameran masih akan berlamgsung hingga 18 April 2026. Kami tunggu kedatangannya.

07/04/2026

Open Studio: Rega Ayundya
"Laboratorium Suara Masa Lalu”

8 April – 2 Mei 2026
Selasa-Sabtu l 10.00-17.00 WIB

Rega Ayundya akan berada di studio setiap Selasa-Sabtu, jam 12.00-17.00 WIB.
__

Seorang tenaga pengajar yang sedari kecil bercita-cita menjadi komikus, Rega adalah seniman berbasis Bandung yang memproses kecintaannya pada menggambar melalui instalasi, animasi, narasi fiktif, hingga bebunyian. Baginya, berkarya adalah cara paling menyenangkan untuk mengolah rasa penasaran sekaligus kecemasannya terhadap masa depan. Jika sedang tidak bepergian untuk residensi atau pameran, Rega bisa ditemukan di Bojongkoneng, Bandung, sibuk memberi makan kucing-kucingnya.

Meneruskan risetnya yang masih berjalan, dalam open studio ini Rega akan menelusuri bagaimana sejarah sebuah kota membentuk relasinya dengan musik — mencari dan merekonstruksi jejak suara-suara yang ada, tapi tidak tercatat di sejarah.

Minggu terakhir Open Studio Mira Rizki: "Mencari Onar Upaya Mendengar". Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman yan...
01/04/2026

Minggu terakhir Open Studio Mira Rizki: "Mencari Onar Upaya Mendengar". Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah berkontribusi pada pengembangan karya selama masa open studio.

Terima kasih juga untuk semua teman-teman yang telah mengunjungi dan meramaikan program open studio kali ini.

Open studio akan berlangsung hingga tanggal 4 April 2026. Kami tunggu kedatangannya!
_____

We would like to thank all friends who collaborated with us, and for those who visit the studio during the program.

The open studio will open until April 4, 2026. Don't miss it!

Wicara Seniman / Artist Talk: Residency Program - Open StudioJulien Grossman (Seniman Residensi - Belanda)Zulfian Amrull...
30/03/2026

Wicara Seniman / Artist Talk:
Residency Program - Open Studio

Julien Grossman (Seniman Residensi - Belanda)
Zulfian Amrullah (Seniman Residensi - Indonesia)
Mira Rizki (Seniman Open Studio)

Rabu, 1 April 2026
15.00-17.00 WIB

Cemeti— Institut untuk Seni dan Masyarakat
Jl. DI Panjaitan No.41, Mantrijeron, Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55143

_____

Dalam wicara seniman ini, mereka akan memperkenalkan diri, baik berbagai project yang telah dilakukan sebelumnya maupun membagikan ide yang sedang dikembangkan dalam program rssidensi maupun open studio ini.

Kami mengundang publik untuk hadir dalam program publik dan berkenalan secara langsung dengan para seniman.

———

We cordially invite you to the public talk of artist-in-residence program Julien Grossman (NL), and Zulfian Marullah (ID), together with Mira Rizki, our Open Studio artist for March edition.

In this artist talk, they will introduce their artistic practice, and their previous project. Also, they will share initial ideas that they will bring to this residency program and open studio.

Sejak awal Maret 2026, kedua seniman residensi terpilih, Zulfian Amrullah (Indonesia) dan Julien Grossman (Belanda) tela...
27/03/2026

Sejak awal Maret 2026, kedua seniman residensi terpilih, Zulfian Amrullah (Indonesia) dan Julien Grossman (Belanda) telah memulai proses residensi mereka. Selama tiga minggu, mereka mengunjungi beragam seniman, peristiwa, dan lokasi workshop untuk mengembangkan karya mereka.

Zulfian Amrullah memiliki ketertarikan pada material kayu, dan mengembangkan karya berbasis gagasan keberlanjutan. Sedangkan Julien Grossman tertarik pada suara serta relasi alat musik drum, baik di ranah kultural maupun vernakular.

Untuk mengetahui lebih jauh terkait praktik kedua seniman tersebut, nantikan program publik bersama mereka di Cemeti Institut.

This March, Cemeti had the pleasure of welcoming institutions such as Raven Row (London), MoMA (New York), Artist Cafe F...
25/03/2026

This March, Cemeti had the pleasure of welcoming institutions such as Raven Row (London), MoMA (New York), Artist Cafe Fukuoka (Fukuoka), AIRVine (Hanoi), M+ Museum (Hongkong), and Gadjah Mada University (Yogyakarta).

We extend our sincere gratitude for their visit and the insightful exchange that took place.

We are looking forward on welcoming more institutional and educational visits as a form to sustain our work: building a constellation of friendship through warm and fruitful conversation.

Address

Jalan D. I. Panjaitan 41
Yogyakarta City
55143

Opening Hours

Tuesday 10:00 - 17:00
Wednesday 10:00 - 17:00
Thursday 10:00 - 17:00
Friday 10:00 - 17:00
Saturday 10:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cemeti - Institute for Art and Society posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Museum

Send a message to Cemeti - Institute for Art and Society:

Share