Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember

Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember Akun Resmi Monumen Tugu Pahlawan & Museum 10 Nopember Surabaya Untuk mengenang jasa perjuangan arek-arek Suroboyo yang gugur dalam peristiwa 10 Nopember 1945.
(2)

Diresmikan pertama kali oleh Presiden Ir. Soekarno pada 10 Nopember 1952 (tugu), 19 Februari 2000 (museum) oleh Presiden Abdurrahman Wachidl (Gus Dur).

13/08/2026

Bukan cuma soal menang. Ini tentang menjaga budaya tetap hidup.

Rabu, 12 Agustus 2026, Pendopo Gedung Nasional Indonesia menjadi saksi semangat 12 pasang peserta dari SMP se-Surabaya dalam Final Lomba Macapat 2026.

Di atas panggung, lantunan tembang macapat berpadu dengan iringan gamelan. Para siswa tampil sebagai penembang, sementara para guru turut mendampingi dan banyak yang berperan sebagai pengrawit.

Sebuah kolaborasi lintas generasi yang sederhana, tapi punya makna besar: budaya akan terus hidup ketika diwariskan dan dipraktikkan bersama.

Selamat kepada para juara!

🥇 Gangga Amusthikirana Adityastuti— SMP Negeri 57 Surabaya
🥈 M. Fadil Zavier Alvaro— SMP Negeri 26 Surabaya
🥉 Lintang Eka Wahyu Pramono— SMP Negeri 25 Surabaya

Terima kasih untuk seluruh peserta, guru, dan semua pihak yang telah ikut menjaga macapat tetap bergema di Surabaya.

Karena melestarikan budaya bukan sekadar mengingat masa lalu. Tapi memastikan ia tetap punya suara di masa depan.

Kalau mendengar “Pertempuran Surabaya”, yang terbayang biasanya adalah arek-arek Surabaya melawan pasukan Sekutu.Tapi, t...
10/08/2026

Kalau mendengar “Pertempuran Surabaya”, yang terbayang biasanya adalah arek-arek Surabaya melawan pasukan Sekutu.
Tapi, tahukah kamu? Perjuangan mempertahankan Surabaya juga melibatkan berbagai elemen masyarakat dari latar belakang yang beragam.
Salah satunya adalah TKR Chungking.

Nama TKR Chungking mungkin belum terlalu familiar di telinga kita.
Namun, kelompok ini menjadi bagian dari cerita keterlibatan masyarakat Tionghoa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Surabaya.
Sebuah cerita yang menunjukkan bahwa perjuangan di Surabaya punya banyak wajah.

TKR Chungking menjadi salah satu bentuk keterlibatan masyarakat Tionghoa dalam perjuangan di Surabaya pada masa revolusi.
Mereka hadir sebagai bagian dari masyarakat yang ikut mengambil peran dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karena perjuangan mempertahankan Surabaya bukan milik satu kelompok saja.

Kisah TKR Chungking mengingatkan kita bahwa di tengah perbedaan latar belakang, ada semangat yang sama: mempertahankan kemerdekaan.

Lewat teatrikal, kisah TKR Chungking kembali dihadirkan.

Bukan sekadar untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk mengingat bahwa sejarah Indonesia dibangun oleh banyak orang, dari berbagai latar belakang.

09/08/2026

🇮🇩 TKR Chungking: Ketika Masyarakat Tionghoa Turut Berjuang di Pertempuran Surabaya.

Siapa bilang perjuangan mempertahankan Surabaya hanya dilakukan oleh satu kelompok?

TKR Chungking menjadi salah satu bagian dari perjuangan masyarakat Tionghoa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 🔥

🎭 Lewat teatrikal, kisah mereka kembali dihidupkan.

Karena sejarah Surabaya adalah cerita tentang kita semua.

🇮🇩 PERTEMPURAN SURABAYA BUKAN HANYA CERITA TENTANG AREK-AREK SURABAYA.Tahukah kamu? Di balik perlawanan besar rakyat Sur...
08/08/2026

🇮🇩 PERTEMPURAN SURABAYA BUKAN HANYA CERITA TENTANG AREK-AREK SURABAYA.

Tahukah kamu? Di balik perlawanan besar rakyat Surabaya pada 1945, ada beragam elemen masyarakat yang ikut mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Salah satunya adalah masyarakat etnis Tionghoa, yang turut berjuang melalui TKR Chungking.

🔥 Kisah ini menjadi pengingat bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan bukan milik satu kelompok saja.

Berbagai latar belakang, etnis, dan golongan berdiri bersama dalam satu tujuan: mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kini, kisah perjuangan TKR Chungking akan dihidupkan kembali dalam:
🎭 Teatrikal TKR Chungking
“Revolusi Surabaya 1945”
Bersama Front Kolosal Surabaya (FKS), mari melihat kembali salah satu bagian dari sejarah perjuangan Surabaya yang mungkin belum banyak kita ketahui.

📅 Minggu, 9 Agustus 2026
⏰ Open Gate 07.00 WIB
📍 Area Monumen Tugu Pahlawan
🎟️ HTM Rp5.000

Karena sejarah Surabaya bukan hanya tentang siapa yang paling dikenal, tetapi juga tentang mereka yang bersama-sama berjuang dan sering kali terlupakan.

Satu Surabaya, banyak cerita, satu perjuangan. 🇮🇩

🚨 YANG TADI NANYA “GIMANA CARA IKUTNYA?” NIH JAWABANNYA! 👀Ternyata banyak banget yang penasaran sama Jelajah Museum Sura...
07/08/2026

🚨 YANG TADI NANYA “GIMANA CARA IKUTNYA?” NIH JAWABANNYA! 👀

Ternyata banyak banget yang penasaran sama Jelajah Museum Surabaya setelah lihat Reelsnya. 😭🫶

Jadi… kalau kamu juga pengen ikut, WAJIB SWIPE CAROUSEL INI SAMPAI HABIS! 👉

Karena kali ini ke museum bukan cuma:
👀 lihat koleksi
📸 foto-foto
🏛️ keliling museum

Tapi kamu juga bisa BERBURU STEMPEL! 🔖🔥

Caranya?
1️⃣ Ambil postcard
2️⃣ Datang dan jelajahi museum yang ikut program
3️⃣ Kumpulkan stempelnya
4️⃣ Lengkapi postcard kamu
5️⃣ Tukarkan sesuai ketentuan 🎁

Dan yes… postcard-nya bukan sekadar kertas biasa.
Ini bakal jadi bukti perjalanan kamu menjelajahi cerita dan sejarah Surabaya. ❤️‍🔥

📮 Postcard mulai bisa diambil:
8 Agustus 2026

🎁 Penukaran postcard dimulai:
15 Agustus 2026

Jadi, siapa yang mau jadi pemburu stempel berikutnya? 👀

Tag bestie kamu yang kalau diajak ke museum jawabnya:
“AYO, KAPAN?” 😭👇

Save dulu postingannya. Share ke circle-mu. Terus siap-siap JELAJAH! 🏃‍♂️💨

02/08/2026

Alunan gamelan, dentuman kendang, dan semangat budaya berpadu di kawasan Tugu Pahlawan. 🇮🇩✨
Hari ini, pertunjukan Jaranan Turonggo Garudo Seto sukses memukau para pengunjung dengan penampilan yang penuh energi dan sarat makna. Kesenian tradisional seperti ini bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi warisan budaya yang terus hidup dan dikenalkan kepada generasi masa kini.
Sudah sempat menyaksikan penampilannya? Tulis kesanmu di kolom komentar ya! 👇

01/08/2026

Sejarah sering kali mempertemukan orang-orang yang berasal dari tempat berbeda, namun memiliki cerita yang serupa. 🇮🇩🤝🇹🇼

UPTD Pengelolaan Museum dan Gedung Seni Budaya Kota Surabaya menerima kunjungan dari Taipei Economic and Trade Office (TETO). Melalui koleksi dan kisah perjuangan yang tersimpan di museum, para delegasi diajak menelusuri perjalanan sejarah Kota Pahlawan.

Menariknya, selama kunjungan berlangsung, mereka menemukan banyak kesamaan sejarah dengan Indonesia. Taiwan juga pernah mengalami pendudukan Jepang dan memiliki jejak hubungan dengan Belanda melalui aktivitas perdagangan pada masa lampau. Kesamaan pengalaman tersebut membuat banyak cerita yang tersimpan di museum terasa begitu dekat dan mudah dipahami.

Momen ini menjadi bukti bahwa museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang dialog yang mampu menghubungkan pengalaman, mempererat persahabatan antarbangsa, serta mengingatkan bahwa sejarah memiliki nilai yang bersifat universal.

📍Yuk, kunjungi museum di Kota Surabaya dan temukan cerita-cerita yang tak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga mampu membangun pemahaman dengan masyarakat dunia.

23/07/2026

Setiap Anak Berhak Belajar Sejarah Tanpa Batas!

Di Museum 10 November Surabaya, kawan-kawan disabilitas kini bisa menikmati sejarah dengan lebih inklusif berkat hadirnya alat bantu disabilitas. Mulai dari pemandu braille hingga aksesibilitas yang ramah, semua dirancang agar museum jadi ruang belajar yang nyaman untuk siapa saja.

Selamat Hari Anak Nasional! Mari kita terus dukung ruang publik yang inklusif, agar setiap anak—tanpa terkecuali—bisa bermimpi dan belajar dengan setara.

📍 Location: Museum 10 November, Surabaya

EdukasiAnak SejarahSurabaya KotaPahlawan

Address

Jalan Pahlawan Surabaya
Surabaya
60174

Opening Hours

Monday 08:00 - 15:00
Tuesday 08:00 - 15:00
Wednesday 08:00 - 15:00
Thursday 08:00 - 15:00
Friday 08:00 - 15:00
Saturday 07:00 - 14:00
Sunday 07:00 - 14:00

Telephone

+62313571100

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Museum

Send a message to Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember:

Shortcuts

Share

Category