Museum Balumbung Situbondo

Directions Website

Museum Balumbung Situbondo Museum Balumbung Situbondo merupakan yayasan yang bertujuan melestarikan c***r budaya dan peningkata

01/09/2026

Ini kisah perambah hutan Baluran (Wawancara Irwan Kurniadi 17 Maret 2023)

https://share.google/W2TVz7uTMJeOCYUDw
08/07/2026

https://share.google/W2TVz7uTMJeOCYUDw

  suarabalumbung.com, Situbondo – Yayasan Museum Balumbung Situbondo (YMBS) menyambut positif riset gabungan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) yang bekerja sama dengan École Française d’Extrême-Orient (EFEO) atau Sekolah Prancis untuk Timur Jauh. Penelitian bertajuk Institusi Keagamaan...

21/05/2026

kunjungan

20/05/2026

Edukasi di Museum Balumbung 2/9/2023

31/12/2025

Penghujung Tahun 2025 di Museum Balumbung

05/12/2025

Sumur Asemkandang, Saksi Bisu Era Majapahitan Situbondo Klasik

Oleh: Irwan Kurniadi

Sebuah struktur sumur kuno di Dusun Asemkandang, Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur diduga merupakan peninggalan era klasik Hindu-Budha atau era Majapahit. Karakteristik bata identik dengan karakteristik artefak serupa di Trowulan, Mojokerto yang diduga ibu kota Majapahit.

Selain itu, dalam Kitab Negarakertagama pada pupuh 29 memberikan informasi mengenai perjalanan Prabu Hayam Wuruk beserta rombongan melintasi sejumlah wilayah yang saat ini terdapat di dua Kecamatan yaitu Bungatan dan Suboh di wilayah Kabupaten Situbondo.

Pupuh 29 tersebut berbunyi:
-Hanya pujangga yang menyamar Prapanca sedih tanpa upama. Berkabung kehilangan kawan kawi-Budha Panji Kertayasa. Teman bersuka ria, teman karib dalam upacara gama. Beliau dipanggil pulang, sedang mulai menggubah karya megah.

-Kusangka tetap sehat, sanggup mengantar aku ke mana juga. Beliau tahu tempat-tempat mana yang layak pantas dilihat. Rupanya sang pujangga ingin mewariskan karya megah indah. Namun mangkatlah beliau, ketika aku tiba, tak terduga.

-Itulah lantarannya aku turut berangkat ke Desa Keta. Melewati Tal tunggal, Halalang-panjang, Pacaran dari Bungatan. Sampai Toya Rungun, Walanding, terus Terapas, lalu bermalam. Paginya berangkat ke Lemah Abang, segera tiba di Keta.

Secara tekstual di dalamnya terdapat informasi tujuan perjalanan Prabu Hayam Wuruk beserta rombongan termasuk penulis kitab tersebut Mpu Prapanca yang bersedih atas kematian sahabatnya, Panji Kertayasa.

Siapakah Panji Kertayasa? Dia adalah pujangga juga yang kemungkinan besar merupakan putra daerah Keta. Diinterpretasikan, rombongan Prabu Hayam Wuruk dalam Pupuh 29 tersebut di atas melewati Tal Tunggal untuk bersegera menuju ke ke Keta. Lantaran Panji Kertayasa mangkat, Mpu Prapanca pun berkehendak turut berangkat (menyertai rombongan).

Video ini hasil sorotan pegiat c***r budaya Situbondo Zainul. Tampak dalam gambar sebuah struktur sumur kuno gaya Majapahitan. Ini salah satu bukti artefaktual tinggalan era tersebut yang masih dapat kita saksikan hari ini.

***rBudayaSitubondo

02/12/2025

Senjata Tradisional

02/12/2025

Bengkulu dan Lampung

02/12/2025

Bukit purba di kecamatan Asembagus

Address

Situbondo
68373

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Museum Balumbung Situbondo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category