24/12/2025
Kisah Manohara adalah salah satu cerita paling populer dan indah yang terpahat pada relief Jatakamala dan Avadana di dinding Candi Borobudur (tepatnya di lantai 1, pagar langkan atas).
Cerita ini berasal dari naskah Buddhis kuno berjudul Divyavadana, yang mengisahkan cinta sejati antara seorang pangeran manusia dan seorang bidadari. Berikut adalah ringkasan kisahnya:
1. Penangkapan Sang Bidadari
Kisah dimulai dengan seorang pemburu bernama Halaka. Suatu hari, ia melihat tujuh bidadari cantik, putri dari Raja Gandhara, sedang mandi di sebuah kolam suci di tengah hutan. Menggunakan jerat sakti yang dipinjam dari seekor naga, Halaka berhasil menangkap bidadari yang paling bungsu dan paling cantik bernama Manohara.
Manohara yang tidak bisa terbang kembali ke kayangan akhirnya dibawa oleh Halaka dan dipersembahkan kepada Pangeran Sudhana dari Kerajaan Pancala.
2. Cinta Pangeran Sudhana dan Manohara
Begitu bertemu, Pangeran Sudhana langsung jatuh cinta pada Manohara, begitu p**a sebaliknya. Mereka kemudian menikah dan hidup bahagia di istana.
Namun, kebahagiaan mereka terusik oleh rasa iri hati penasihat istana (Purohita). Saat Pangeran Sudhana harus pergi ke medan perang untuk membela kerajaan, si penasihat jahat ini menghasut Raja (ayah Sudhana) dengan mengatakan bahwa Manohara adalah pembawa sial dan harus dikorbankan dalam sebuah ritual api demi keselamatan kerajaan.
3. Pelarian Manohara
Demi menyelamatkan nyawanya, Manohara meminta kembali selendang saktinya yang selama ini disimpan oleh ibu ratu. Setelah mengenakan selendangnya, Manohara kembali memiliki kekuatan untuk terbang. Ia terbang meninggalkan istana menuju kediamannya di Gunung Kailash, namun ia meninggalkan sebuah cincin dan petunjuk arah kepada seorang petapa agar Sudhana bisa mencarinya.
4. Perjalanan Hebat Pangeran Sudhana
Sekembalinya dari perang, Sudhana sangat terpukul mengetahui istrinya telah pergi. Tanpa ragu, ia memulai perjalanan yang sangat berbahaya menuju wilayah para dewa. Ia harus melewati hutan yang dipenuhi raksasa dan rintangan magis selama bertahun-tahun.
Berkat ketulusan cintanya dan petunjuk dari petapa, Sudhana akhirnya sampai di kerajaan ayah Manohara. Namun, sang Raja Gandhara tidak langsung merestui mereka. Sudhana harus melewati serangkaian ujian berat untuk membuktikan bahwa ia layak bagi seorang bidadari.
5. Akhir Bahagia (Reuni)
Ujian terakhir adalah Sudhana harus mengenali Manohara di antara ratusan bidadari yang wajahnya dibuat persis sama. Sudhana berhasil mengenali istrinya berkat cincin yang ia bawa. Melihat kekuatan cinta manusia tersebut, Raja Gandhara akhirnya merestui mereka. Pangeran Sudhana dan Manohara pun kembali ke bumi dan memerintah Kerajaan Pancala dengan bijaksana.
Mengapa Kisah ini Ada di Borobudur?
Di Borobudur, kisah ini bukan sekadar dongeng romantis. Manohara dan Sudhana adalah simbol dari kesetiaan, keteguhan hati, dan pencarian spiritual. Perjalanan Sudhana yang penuh rintangan dianggap sebagai metafora bagi perjalanan manusia menuju pencerahan (Nirwana), di mana cinta dan tekad menjadi penggerak utamanya.