๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ง๐—ผ๐—ฎ๐—ฟ ๐—Ÿ๐˜‚๐—บ๐—ถ๐—บ๐˜‚๐˜‚๐˜

  • Home
  • Indonesia
  • Manado
  • ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ง๐—ผ๐—ฎ๐—ฟ ๐—Ÿ๐˜‚๐—บ๐—ถ๐—บ๐˜‚๐˜‚๐˜

๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ง๐—ผ๐—ฎ๐—ฟ ๐—Ÿ๐˜‚๐—บ๐—ถ๐—บ๐˜‚๐˜‚๐˜ Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ง๐—ผ๐—ฎ๐—ฟ ๐—Ÿ๐˜‚๐—บ๐—ถ๐—บ๐˜‚๐˜‚๐˜, Art Gallery, Manado.

05/04/2026
๐—ช๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—˜๐—œ ๐— ๐—”๐—›๐—”๐—ฆ๐—” ๐—ง๐—ข๐—”๐—ฅ' ๐—Ÿ๐—จ๐— ๐—œ๐— ๐—จ๐—จ๐—ง๐˜๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐˜ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐˜†๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐˜ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐˜ ๐—ป๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—›๐—”๐—ฅ๐—œ ๐— ๐—”๐—ฆ๐—ฌ๐—”๐—ฅ๐—”๐—ž๐—”๐—ง ๐—”๐——๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—œ๐—ข๐—ก๐—”๐—Ÿ13 ๐— ๐—”๐—ฅ...
13/03/2026

๐—ช๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—˜๐—œ ๐— ๐—”๐—›๐—”๐—ฆ๐—”
๐—ง๐—ข๐—”๐—ฅ' ๐—Ÿ๐—จ๐— ๐—œ๐— ๐—จ๐—จ๐—ง
๐˜๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐˜ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜๐—ถ
๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐˜†๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐˜ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐˜ ๐—ป๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น

๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—›๐—”๐—ฅ๐—œ
๐— ๐—”๐—ฆ๐—ฌ๐—”๐—ฅ๐—”๐—ž๐—”๐—ง ๐—”๐——๐—”๐—ง ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—œ๐—ข๐—ก๐—”๐—Ÿ
13 ๐— ๐—”๐—ฅ๐—˜๐—ง 2026

Mari Saling Menghormati Agama, Budaya, Tradisi Adat, dan Kepercayaan Leluhur Malesung serta seluruh masyarakat adat di Nusantara.

๐—ง๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—”๐—ฑ๐—ฎ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—ฆ๐˜๐—ถ๐—ด๐—บ๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐˜„๐—ฎ ๐—•๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—”๐—ฑ๐—ฎ๐˜ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฆ๐—˜๐—ฆ๐—”๐—ง.

Bersama Menjaga Kearifan Lokal, Sumber Daya Alam , dan Jati Diri Bangsa.

๐—œ ๐—ฌ๐—”๐—ฌ๐—”๐—ง ๐—จ ๐—ฆ๐—”๐—ก๐—ง๐—œ โœŠ



๐—ข๐—ฃ๐—ข ๐—˜๐— ๐—ฃ๐—จ๐—ก๐—š, ๐—ง๐—ฅ๐—”๐——๐—œ๐—ฆ๐—œ ๐—”๐——๐—”๐—ง ๐——๐—”๐—ก ๐—•๐—จ๐——๐—”๐—ฌ๐—” ๐—ž๐—”๐—ช๐—”๐—ฆ๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก, ๐—ฆ๐—˜๐—ฅ๐—ง๐—” ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—š๐—›๐—”๐—ฌ๐—”๐—ง ๐—ž๐—˜๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—–๐—”๐—ฌ๐—”๐—”๐—ก ๐— ๐—”๐—Ÿ๐—˜๐—ฆ๐—จ๐—ก๐—š ๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—›๐—”๐——๐—”๐—ฃ ๐—ง๐—จ๐—›๐—”๐—ก ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐— ๐—”๐—›๐—” ๐—˜๐—ฆ๐—”๐—Ÿ๐—ถ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ...
01/02/2026

๐—ข๐—ฃ๐—ข ๐—˜๐— ๐—ฃ๐—จ๐—ก๐—š, ๐—ง๐—ฅ๐—”๐——๐—œ๐—ฆ๐—œ ๐—”๐——๐—”๐—ง ๐——๐—”๐—ก ๐—•๐—จ๐——๐—”๐—ฌ๐—” ๐—ž๐—”๐—ช๐—”๐—ฆ๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก, ๐—ฆ๐—˜๐—ฅ๐—ง๐—” ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—š๐—›๐—”๐—ฌ๐—”๐—ง ๐—ž๐—˜๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—–๐—”๐—ฌ๐—”๐—”๐—ก ๐— ๐—”๐—Ÿ๐—˜๐—ฆ๐—จ๐—ก๐—š ๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—›๐—”๐——๐—”๐—ฃ ๐—ง๐—จ๐—›๐—”๐—ก ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐— ๐—”๐—›๐—” ๐—˜๐—ฆ๐—”

๐—Ÿ๐—ถ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—•๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—˜๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—ฅ๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐˜‚๐—ฏ๐—น๐—ถ๐—ธ

๐—ข๐—น๐—ฒ๐—ต : ๐—Ÿ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐˜€๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—•๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ง๐—ผ๐—ฎ๐—ฟ ' ๐—Ÿ๐˜‚๐—บ๐—ถ๐—บ๐˜‚'๐˜‚๐˜

Keberagaman budaya dan sistem kepercayaan merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa di Indonesia. Dalam konteks Minahasa, keberagaman tersebut tercermin dalam konsep Opo Empung, tradisi adat dan budaya Kawasaran, serta keberadaan Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Malesung. Ketiganya bukan sekadar simbol atau istilah, melainkan bagian dari sistem nilai, pandangan hidup, dan identitas masyarakat adat Minahasa yang hidup, berfungsi, dan diwariskan lintas generasi.

Opo Empung adalah sebutan sakral bagi Tuhan Yang Maha Esa dalam budaya Minahasa. Ia merepresentasikan Sang Pencipta, sumber kehidupan, dan penguasa tertinggi yang menjaga keseimbangan relasi antara manusia, alam, dan leluhur. Dalam kajian antropologi agama, Opo Empung dipahami sebagai ekspresi lokal dari monoteisme kultural sebuah pemahaman ketuhanan yang tumbuh dari pengalaman sejarah, lingkungan alam, dan refleksi spiritual masyarakat Minahasa. Karena itu, Opo Empung tidak dapat dilepaskan dari kosmologi Minahasa, yakni sistem pengetahuan yang memberi makna tentang asal-usul, identitas, dan peran manusia dalam tatanan semesta.

Kosmologi, dalam pengertian antropologis, bukanlah mitos kosong atau khayalan irasional. Ia adalah kerangka makna yang menuntun cara berpikir, bersikap, dan berperilaku suatu komunitas. Melalui kosmologi, suatu masyarakat membangun etika hidup, ritus, relasi sosial, serta cara memaknai penderitaan dan harapan. Oleh karena itu, penyederhanaan atau pelabelan keliru terhadap Opo Empung sebagai jimat, praktik magis, atau objek mistik bukan hanya kekeliruan konseptual, tetapi juga cerminan rendahnya literasi budaya dan kosmologis.

Hal yang sama berlaku pada tradisi adat dan budaya Kawasaran. Kawasaran bukan sekadar pakaian perang atau pertunjukan seni, melainkan simbol kehormatan, disiplin, keberanian, dan tanggung jawab moral seorang Waraney terhadap komunitasnya. Setiap atribut Kawasaran mengandung nilai historis dan etis yang terikat pada memori kolektif masyarakat Minahasa. Menilai atau memperlakukan Kawasaran semata-mata sebagai objek fisik tanpa memahami konteks kosmologis dan kulturalnya berarti mereduksi martabat budaya itu sendiri.

Dalam ruang publik kontemporer, kami mencermati praktik-praktik yang memerlukan kehati-hatian serius, khususnya ketika penderitaan manusia baik tekanan hidup maupun gangguan psikologis dibungkus dalam narasi spiritual "mujizat kesembuhan" yang tidak sensitif terhadap konteks budaya.

Pendampingan terhadap seseorang yang mengalami masalah psikologis semestinya berangkat dari empati, kehati-hatian, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Pendekatan yang justru menyalahkan latar belakang budaya, simbol adat, atau kepercayaan leluhur tidak hanya tidak membantu proses pemulihan, tetapi berpotensi menambah beban batin dan memperdalam luka sosial.

Secara ilmiah dan etis, penderitaan manusia tidak dapat dijelaskan secara simplistis melalui stigma budaya. Pendekatan semacam itu mengabaikan faktor sosial, ekonomi, dan psikologis yang nyata, serta berisiko melahirkan diskriminasi terhadap Penghayat Kepercayaan Malesung. Setiap bentuk doa, pendampingan, atau interaksi sosial seharusnya menghadirkan ketenangan dan rasa aman, bukan rasa takut atau rasa bersalah yang dibangun melalui perendahan identitas budaya.

Negara Republik Indonesia secara tegas mengakui dan melindungi Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui putusan Mahkamah Konstitusi. Perlindungan terhadap budaya juga ditegaskan dalam Undang-Undang tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menempatkan tradisi, ekspresi budaya, dan pengetahuan lokal sebagai bagian dari kekayaan nasional yang wajib dijaga, dihormati, dan dikembangkan. Prinsip-prinsip ini sejalan dengan nilai hak asasi manusia serta komitmen internasional mengenai perlindungan warisan budaya takbenda.

Dalam kerangka hukum nasional yang berlaku mulai 2 Januari 2026, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menegaskan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia, kelompok masyarakat, serta identitas yang melekat padanya. Tindakan di ruang publik termasuk ujaran, simbolisasi, dan praktik sosial dituntut untuk dijalankan dengan kehati-hatian agar tidak bermuara pada perendahan, diskriminasi, atau permusuhan berbasis identitas budaya dan kepercayaan. Dengan kata lain, kebebasan berekspresi selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab hukum dan etika sosial.

Oleh karena itu, literasi budaya harus diposisikan sebagai etika bersama dalam masyarakat majemuk. Ia bukan upaya membenturkan keyakinan, melainkan sarana untuk saling memahami batas, konteks, dan martabat masing-masing. Minahasa sebagai ruang hidup bersama hanya dapat tetap damai dan bermartabat apabila setiap pihak menahan diri dari klaim superioritas, serta menghormati keberagaman kosmologi dan identitas yang hidup di dalamnya.

Sebagai Lembaga Pelestari Budaya Waranei Mahasa Toar 'Lumimu'ut, kami menegaskan penolakan terhadap segala bentuk radikalisme, diskriminasi, dan perendahan budaya serta kepercayaan masyarakat adat Minahasa.

Damai sejahtera tidak lahir dari penghakiman, melainkan dari pengetahuan, empati, dan penghormatan.

Menjaga jari, menjaga hati, dan menjaga tutur kata adalah wujud kedewasaan kita sebagai warga negara dan sebagai manusia.

๐—ฆ๐—”๐—Ÿ๐—”๐—  ๐—•๐—จ๐——๐—”๐—ฌ๐—”,
๐—ž๐—˜๐—ง๐—จ๐—” ๐—จ๐— ๐—จ๐— 
๐—ช๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—˜๐—œ ๐— ๐—”๐—›๐—”๐—ฆ๐—” ๐—ง๐—ข๐—”๐—ฅ ' ๐—Ÿ๐—จ๐— ๐—œ๐— ๐—จ'๐—จ๐—ง

๐—ฉ๐—”๐—ก๐—ข ๐— ๐—”๐—ก๐—ข๐—ฃ๐—ฃ๐—ข

๐—ง๐—ฎ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฎ' ๐— ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ๐˜‚๐—น๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฎ, Terima kasih atas Penghormatan terhadap Tradisi Adat dan Budaya Minahasa melalui penggunaan simbol ...
28/01/2026

๐—ง๐—ฎ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฎ' ๐— ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ๐˜‚๐—น๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฎ, Terima kasih atas Penghormatan terhadap Tradisi Adat dan Budaya Minahasa melalui penggunaan simbol perisai perang, yaitu Pakaian Adat Kawasaran, dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Minahasa Selatan.

Kiranya Amang Kasuruan Wangko senantiasa memberkati bersama keluarga :

โœ… Ibu Camat Amurang Timur Meylisa Fenny Aring SSTP.M.Si. Jebolan STPDN Jatinangor

โœ… Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Minahasa Selatan, Ny. dr. Qory David Chandra, M.M.

๐—œ ๐—ฌ๐—”๐—ฌ๐—”๐—ง ๐—จ ๐—ฆ๐—”๐—ก๐—ง๐—œ โœŠ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

๐—ž๐—˜๐—ง๐—จ๐—” ๐—จ๐— ๐—จ๐—  ๐—ช๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—˜๐—œ ๐— ๐—”๐—›๐—”๐—ฆ๐—”
๐—ฉ๐—”๐—ก๐—ข ๐— ๐—”๐—ก๐—ข๐—ฃ๐—ฃ๐—ข

๐—ง๐—ฎ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฎ' ๐— ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ๐˜‚๐—น๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฎ, Terima kasih atas Penghormatan terhadap Tradisi Adat dan Budaya Minahasa melalui penggunaan simbol ...
28/01/2026

๐—ง๐—ฎ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฎ' ๐— ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ๐˜‚๐—น๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฎ, Terima kasih atas Penghormatan terhadap Tradisi Adat dan Budaya Minahasa melalui penggunaan simbol perisai perang, yaitu Pakaian Adat Kawasaran, dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Minahasa Selatan.

Kiranya Amang Kasuruan Wangko senantiasa memberkati Bapak Kapolres Minahasa Selatan, AKBP David Chandra Babega, S.I.K., M.H.,
bersama Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Minahasa Selatan, Ny. dr. Qory David Chandra, M.M.
๐—ฆ๐—”๐—Ÿ๐—”๐—  ๐—ฃ๐—ฅ๐—˜๐—ฆ๐—œ๐—ฆ๐—œ ๐—ฃ๐—ข๐—Ÿ๐—ฅ๐—œ

๐—œ ๐—ฌ๐—”๐—ฌ๐—”๐—ง ๐—จ ๐—ฆ๐—”๐—ก๐—ง๐—œ โœŠ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

๐—ž๐—˜๐—ง๐—จ๐—” ๐—จ๐— ๐—จ๐—  ๐—ช๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—˜๐—œ ๐— ๐—”๐—›๐—”๐—ฆ๐—”
๐—ฉ๐—”๐—ก๐—ข ๐— ๐—”๐—ก๐—ข๐—ฃ๐—ฃ๐—ข

13/01/2026

Didiklah Hati Agar Tidak Bangga Diri Dan Merasa Tinggi,
Kemudian Didiklah Mata Agar Tidak Memandang Rendah Orang Lain.

01/12/2025

๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ฎ akan terus memantau perkembangan kasus ini dan siap berkoordinasi dengan aparat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat demi menjaga kerukunan, ketertiban, dan keamanan di Sulawesi Utara. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat keamanan.

๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—ž๐—ฒ๐—ฝ๐—ผ๐—น๐—ถ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—ป harus segera menangkap dan ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐˜‚ yang membuat onar di Watuliney Molompar Kabupaten Minahasa Tenggara.

๐—ช๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—˜๐—œ ๐— ๐—”๐—›๐—”๐—ฆ๐—” ๐—ง๐—ข๐—”๐—ฅ ๐—Ÿ๐—จ๐— ๐—œ๐— ๐—จ๐—จ๐—ง

๐—ž๐—ฒ๐˜๐˜‚๐—ฎ ๐—จ๐—บ๐˜‚๐—บ ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ฎ mengecam keras tindakan pengrusakan terhadap Gereja GMIM Silo Watuliney Molompar Kabupaten Min...
01/12/2025

๐—ž๐—ฒ๐˜๐˜‚๐—ฎ ๐—จ๐—บ๐˜‚๐—บ ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ฎ mengecam keras tindakan pengrusakan terhadap Gereja GMIM Silo Watuliney Molompar Kabupaten Minahasa Tenggara, sebuah insiden intoleransi yang telah terjadi berulang dan mengganggu kerukunan umat beragama di Minahasa dan Sulawesi Utara. Pengrusakan rumah ibadah adalah tindakan kriminal yang mencederai ๐—ก๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ถ ๐—ž๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—ฎ๐—ป dan tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun.

๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ฎ mendesak Polda Sulawesi Utara dan jajaran untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh, menangkap para pelaku, serta memperlihatkan mereka kepada publik sebagai bentuk transparansi penegakan hukum. Tidak boleh ada kompromi terhadap tindakan intoleran. Penegakan hukum yang tegas diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ฎ akan terus memantau perkembangan kasus ini dan siap berkoordinasi dengan aparat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat demi menjaga kerukunan, ketertiban, dan keamanan di Sulawesi Utara. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat keamanan.

๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—ž๐—ฒ๐—ฝ๐—ผ๐—น๐—ถ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—ป harus segera menangkap dan ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐˜‚ yang membuat onar di Watuliney Molompar Kabupaten Minahasa Tenggara.

๐—ช๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—˜๐—œ ๐— ๐—”๐—›๐—”๐—ฆ๐—” ๐—ง๐—ข๐—”๐—ฅ ๐—Ÿ๐—จ๐— ๐—œ๐— ๐—จ๐—จ๐—ง

๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ฎ, 11 ๐—ก๐—ผ๐˜ƒ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ 2025Sighi' Nendo Kinatouan ๐—ง๐—ผ๐—ป๐—ฎ'๐—ฎ๐˜€ ๐—ช๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ผ. ๐—ž๐—ฒ๐˜๐˜‚๐—ฎ ๐—จ๐—บ๐˜‚๐—บ Vano Fransis ๐—Ÿ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐˜€๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—•๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—ฑ๐—ฎ๐˜...
11/11/2025

๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ฎ, 11 ๐—ก๐—ผ๐˜ƒ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ 2025

Sighi' Nendo Kinatouan ๐—ง๐—ผ๐—ป๐—ฎ'๐—ฎ๐˜€ ๐—ช๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ผ. ๐—ž๐—ฒ๐˜๐˜‚๐—ฎ ๐—จ๐—บ๐˜‚๐—บ Vano Fransis ๐—Ÿ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐˜€๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—•๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—ฑ๐—ฎ๐˜ ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ง๐—ผ๐—ฎ๐—ฟ ๐—Ÿ๐˜‚๐—บ๐—ถ๐—บ๐˜‚'๐˜‚๐˜ ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ด๐˜‚๐˜€ ๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—จ๐—ก๐—š ๐—”๐——๐—”๐—ง ๐—ž๐—ผ๐˜๐—ฎ ๐— ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ฑ๐—ผ.

Pakatuan wo Pakalawiren, Nupus ni Opo Empung, Amang Kasuruan Wangko, mewali-wali nikoo o sรจ maurangu kaayo kaurรจ-urรจ, Lekep wo ULit ๐Ÿ™๐Ÿ˜‡

Makna Teologis Umper (sesajian) : Pinang, Sirih, Kapur. Pohon Pinang tumbuh tegak lurus ke atas tanpa cabang dan ranting...
06/11/2025

Makna Teologis Umper (sesajian) :
Pinang, Sirih, Kapur.

Pohon Pinang tumbuh tegak lurus ke atas tanpa cabang dan ranting di batang pohonnya. Ia memiliki buah yang lebat dalam setiap tandannya, yang memiliki makna: hidup itu hanya pada satu tujuan yaitu melalui Lalang Rondor (jalan lurus dan benar) atau kehendak Tuhan Maha Esa. Maka, semakin kita sampai ke puncak maka tiba pada pemahaman akan ke~Tuhana~an. Kita akan penuh dengan banyak buah kebaikan, kebahagiaan, kesuksesan, kesaktian, kekayaan. Bilamana Tuhan berkehendak. Oleh karena itu carilah dan laluilah jalan yang lurus, jalan dari dan kepada Sang Pengasal: Si Apo Nimema' Tana' wo Lawa' (Si Pencipta Semesta)

Sirih merupakan tanaman yang menempel pada tanaman lain tanpa mengambil sari makanan dari tumbuhan dimana ia menempel. Ini memiliki makna bahwa kita tidak hidup sendiri. Kita membutuhkan org lain dalam hidup kita. Namun, bukan berarti kita dapat seenaknya memanfaatkan orang lain demi kepentingan kita. Sebagaimana daun sirih memiliki banyak manfaat untuk kesehatan maka hendaklah kita manusia selalu bermanfaat bagi sesama dan dunia.

Kapur berwarna putih melambangkan kesucian. Ini memiliki makna bahwa kita mesti selalu menjaga kejernihan dan kebersihan hati dan pikiran. Kita mesti menjauhkan pikiran buruk, perkataan buruk dan tingkah laku yang buruk. Kita mesti selalu berprasangkah baik dengan diri sendiri, orang lain dan Tuhan.

Buah pinang, sirih dan kapur, bila kesemuanya dikunyah, bisa menguatkan gigi, mengharumkan napas dan mematikan semua kuman yangg ada dalam mulut. Ini memiliki makna: manakala kita berjalan di jalan lurus: kita bisa bermanfaat bagi sesama dan menjadi bahagia.

Untuk yang sering menggunakan bahan pinang, sirih dan kapur dalam kegiatan ritual atau upacara, semoga bisa memahami maknanya.

Sigi' Wangko'

Source: Lalang Rondor Malesung

Address

Manado
95164

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ง๐—ผ๐—ฎ๐—ฟ ๐—Ÿ๐˜‚๐—บ๐—ถ๐—บ๐˜‚๐˜‚๐˜ posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category