25/05/2026
TINDAK LANJUT PELATIHAN KBC: PENGUATAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN OLEH PENGAWAS BINA
Senin, 25 Mei 2025, Aula MTs Al-Mubarok Labruk Kidul menjadi pusat kegiatan akademik dalam agenda Tindak Lanjut Pelatihan KBC yang dipandu langsung oleh Pengawas Bina, Sri Wahyuni, M.Pd. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.30 WIB ini dihadiri oleh guru mata pelajaran sekaligus peserta Pelatihan KBC sesi 1 di MTsN Lumajang, yang berasal dari wilayah bina Kecamatan Pasirian, Kecamatan Sumbersuko, dan Kecamatan Lumajang.
Kehadiran para pendidik dari berbagai lembaga menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan penguatan kompetensi profesional guru di lingkungan madrasah.
Penguatan Refleksi dan Implementasi Pelatihan KBC
Kegiatan diawali dengan sambutan pembukaan oleh Siti Zumairoh, M.Pd., Kepala MTs Al-Mubarok Labruk Kidul selaku tuan rumah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya tindak lanjut pasca pelatihan agar hasil pembinaan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi mampu diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran di kelas. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh M. Abd. Aziz, S.Pd.I., guru MTs Al-Mubarok, yang menambah suasana kegiatan menjadi lebih khidmat dan penuh harapan.
Diskusi Akademik dan Presentasi Antar Kelompok
Memasuki sesi inti, Pengawas Bina Sri Wahyuni, M.Pd. memberikan pendampingan dan penguatan materi selama lebih dari dua jam melalui kegiatan kilas balik hasil Pelatihan KBC di MTsN Lumajang pada Kamis, 23 April 2026. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya konsistensi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif, reflektif, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik. Diskusi berlangsung aktif dan interaktif, memperlihatkan antusiasme peserta dalam mengembangkan wawasan pedagogik yang lebih progresif.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil tindak lanjut dari enam kelompok peserta. Masing-masing kelompok memaparkan implementasi hasil pelatihan, penyusunan modul ajar, analisis CP, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta strategi inovatif yang telah diterapkan di madrasah masing-masing. Suasana akademik terasa begitu hidup melalui pertukaran gagasan, refleksi pengalaman, dan penguatan kolaborasi antar pendidik. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pengembangan profesional berkelanjutan sekaligus mempererat sinergi antar guru madrasah dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan berdaya saing.