03/10/2026
- Dhapur: Tilam Upih
- Pamor: Udan Mas Tiban
- Tangguh: Tuban Pajajaran
- Warangka: Gayam Solo, Cendana
- Deder: Yudawinatan, Kayu Sono
- Pendok: Bunton, Bahan Kuningan
- Mendak: Widhengan, Kuningan
Tilam Upih dimaknai sebagai simbol ketenteraman, kenyamanan, dan kehidupan yang harmonis. Dalam kehidupan keluarga, makna ini berkembang menjadi doa agar rumah tangga memiliki tempat untuk berteduh, saling menguatkan, dan menjalani kehidupan dengan kecukupan.
Karena itu, Tilam Upih sering dikaitkan dengan pusaka keluarga dan kesinambungan generasi. Dhapur ini seolah mengingatkan bahwa kehidupan yang baik tidak selalu dibangun dari kemewahan, tetapi dari kasih sayang, tanggung jawab, kecukupan, dan kemampuan menjaga ketenteraman bersama.
PAMOR UDAN MAS TIBAN
Nama udan mas secara harfiah berarti hujan emas. Dari sinilah pamor ini kemudian banyak dimaknai sebagai simbol datangnya rezeki dan keberlimpahan.
Sebagai pamor tiban, kemunculan motifnya dipercaya tidak dirancang secara khusus oleh empu untuk membentuk pola tertentu. Justru pola yang muncul secara alami tersebut kemudian diberi nama dan dimaknai berdasarkan bentuk yang terlihat.
Dalam tradisi perkerisan, Udan Mas menjadi doa dan harapan agar pemiliknya memperoleh kelancaran rezeki, kecukupan, dan keberlimpahan kehidupan. Namun rezeki tentu tidak hanya berbentuk uang atau harta. Kesehatan, kesempatan, ilmu, hubungan yang baik, dan kemampuan memberi manfaat juga merupakan bentuk kekayaan dalam kehidupan.