07/10/2026
Pada 13 September 2026 lalu, Museum MACAN bersama arsitektur indonesia menghadirkan diskusi panel Pameran Arsitektur: Representasi, Relevansi, Urgensi.
Berangkat dari presentasi Ketukangan dalam ‘Menelan Cakrawala’, diskusi ini membahas bagaimana pameran dapat menjadi ruang untuk merepresentasikan arsitektur, memproduksi pengetahuan, dan membentuk wacana, mulai dari sejarah pameran arsitektur, representasi arsitektur Indonesia di dunia, instalasi, hingga research-based architectural exhibition.
Terima kasih kepada para pembicara sscung , Angeline Basuki , trianzani , dan David Hutama , Avianti Armand selaku moderator, serta seluruh pengunjung yang telah hadir dan menjadi bagian dari percakapan ini.
Sebuah percakapan yang mengajak kita melihat kembali bagaimana arsitektur direpresentasikan, bagaimana pengetahuan tentangnya diproduksi, dan apa yang membuat pameran arsitektur tetap relevan hari ini.
—
On 13 September, Museum MACAN, in collaboration with the arsitektur indonesia , presented the panel discussion Architecture Exhibitions: Representation, Relevance, Urgency.
Taking Ketukangan in ‘Menelan Cakrawala’ as a point of departure, the discussion explored how exhibitions can serve as spaces for representing architecture, producing knowledge, and shaping discourse, from the history of architectural exhibitions and the representation of Indonesian architecture internationally to installations and research-based architectural exhibitions.
Thank you to speakers setiadi sopandi , Angeline Basuki , trianzani , and David Hutama , moderator Avianti Armand , and everyone who joined us and contributed to the conversation.
A conversation that invited us to reconsider how architecture is represented, how knowledge around it is produced, and what keeps architectural exhibitions relevant today.