Forum Silaturahmi Aswaja Nusantara

Forum Silaturahmi Aswaja Nusantara FP ini adalah FP resmi milik Group dan Majelis Ta'lim Forsil Aswaja Nusantara. https://www.facebook.com/groups/Forsil.Aswaja/

14/09/2023

*Nasehat Muhaddits Ibnu Hajar al Asqolani Dalam kitab Lisan al Mizan.*
Kiranya penting utk kita renungi sebagai cermin sekaligus cambuk utk diri kita yg hidup dinegeri Nusantara tercinta yg sedang dilanda banjir fitnah, tradisi nyinyir pd sesama & berbagai pemicu keretakan ukhuwwah Islamiyah, basyariyah & wathoniyah.

كلام الأقران بعضهم في بعض لا يعبأبه. ولا سيما إذا لاح لك أنه لعداوة أو لمذهب أو لحسد لا ينجوا منه الا من عصم الله وما علمت أن عصرا من الأعصار سلم أهله من ذلك سوى النبيين والصديقين ولو شئت لسردت من ذلك كراريس اللهم فلا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤف رحيم.
jangan mudah tertipu oleh ujaran2 kebencian dr teman apalagi engkau tau bahwa apa yg dia ucapkan dipicu sebab permusuhan, fanatik madzhab, ataupun penyakit Hasad dlm hati yg tak seorangpun selamat dr terjangkiti sifat tsb kecuali org2 yg ma'shum. Tak pernah kuketahui ada masa/qurun yg mana orang didalamnya selamat dr sifat buruk tsb kecuali para Nabi As shiddiqin.
Tak terkecuali Uneg2 buruk yg didasari oleh hasad itu dr org2 yang berilmu bahkan berkedudukan tinggi sekalipun.

Ya Allah janganlah engkau jadikan hatiku memiliki uneg uneg buruk kepada sesama orang orang yg beriman. Sesungguhya engkau dzat yg maha pengasih & penyayang.

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

خادم مجلس تعلیم المزبله

NU-NYA MBAH HASYIMMereka yang mengaku NU kultural garis lurus, yang mengaku sebagai NU nya Mbah Hasyim, kalau mereka tah...
20/02/2019

NU-NYA MBAH HASYIM

Mereka yang mengaku NU kultural garis lurus, yang mengaku sebagai NU nya Mbah Hasyim, kalau mereka tahu dan mau jujur, bagi mereka mungkin sebenarnya nggak ada NU nya Mbah Hasyim, bahkan di zaman Mbah Hasyim sendiri.

Mari kita urutkan
NU zaman Yai Said Aqil Siradj:
Pimpinannya dituduh syiah, liberal, sesat, kafir dll.

NU zaman Kyai Hasyim Muzadi:
Kyai yang secara khusus mendampingi Jokowi saat umroh beberapa hari menjelang p3ncoblosan capres 2014 ini juga dituduh syiah karena pembelaannya terhadap nuklir Iran.masa kepemimpinannya banyak mengirimkan mahasiswa ke Iran.

NU zaman Gusdur:
Lebih dulu dituduh liberal, zionis, kafir dll

NU zaman Kyai Achmad Sidiq.Dituduh keislamannya goyah karena menerima pancasila sebagai asas tunggal.

NU zaman Kyai Bisri Syansuri.Dituduh takut pada pemimpin yg dzolim karena justru memberhentikan Kyai Subhan ZE pengurus PBNU yang paling vokal mengritik orde baru.

NU zaman Kyai Wahab Hasbullah.Dituduh PKI karena menerima nasakom

NU zaman Mbah Hasyim.Dituduh pro penjajah Jepang.Karena tidak ada komentar apalagi seruan pembelaan terhadap pemberontakan Kyai Zainul mustofa.Memerintah rakyat menanam padi yang pada akhirnya padi digunakan oleh Jepang.

Dari zamannya Mbah Hasyim sampai kepada seluruh pewaris ilmu dan amanahnya selalu dicari celah untuk diserang dan coba dihancurkan

Jadi, dari zaman dulu hingga sekarang, orang-orang yang ngomongin NU sekalipun ngaku NU dibagi menjadi dua.Pertama, yang tadzim dan ikut merawat NU, insyaalloh dapat barokahnya NU.Kedua, yang membenci NU dengan membenci pimpinan NU, menggerogoti martabat NU dengan tidak ada tadzim dan sering menghina pimpinan NU, insyaallah akan dapat kuwalatnya NU, sekalipun ngakunya NU.نعوذ بالله

يا جبار يا قهار

PKI itu ga percaya sorga neraka.Maka ga mungkin pelakunya PKI.Ini pelakunya menuduh sang Kyai sebagai calon penghuni ner...
28/01/2018

PKI itu ga percaya sorga neraka.Maka ga mungkin pelakunya PKI.Ini pelakunya menuduh sang Kyai sebagai calon penghuni neraka.Maka Yang mungkin menjadi pelaku justru merekalah yg sering menuduh bidah, sesat dan.. neraka kepada amaliah NU.Dan juga yg sering mengatakan bahwa pemerintah sekarang adalah thoghut.siapa lagi???
Ayo mikir pakai akal dan gunakan hati.
====
KIAI NU YANG TERTIMPA MUSIBAH
PEMBENCI NU YANG MENGGORENG
=============================

Telah terjadi penyerangan penganiayaan terhadap Ulama NU KH. Umar Basri, kiai pengurus ponpes Al-Hidayah Cicalengka Bandung

Pelaku diduga islam TAKFIRI garis keras, karena setelah pelaku ikut sholat subuh berjamaah, pelaku tiba2 memukuli Kiai yg sedang berzikir sambil teriak "ieu mah pi narakaeun!" atau "ini sih calon masuk neraka!"

Komando dari Panglima tertinggi Banser Yaqut Cholil Qoumas adalah percayakan pada aparat hukum dan meminta semua kader Ansor Banser menahan diri, tetap satu komando 👍

tapi yang lucu adalah akun2 PEMBENCI NU di media sosial yang sehari2nya menyerang NU, menyerang Kiai2 NU mendadak jadi "Peduli" Kiai NU.. PRETTTTT 😁

Rupanya mereka ingin menunggangi kasus penganiyaaan ini untuk menebar HOAX bahwa "pelakunya adalah PKI" utk provokasi konflik horisontal antar etnis, karena "PKI" sering mereka identikan dgn etnis minoritas tertentu

Bisa aja ini "kerjaan" konco2 mereka sendiri bikin operasi FALSE FLAG untuk pemantik provokasi konflik horisontal, wallahua'lam hanya Allah yang tahu, makanya penting bagi kita untuk serahkan ke penegak hukum

Semua yg ngaku peduli NKRI yg membaca ini jangan segan2 klik SHARE. karena ketika anda enggan bantu sebarkan klarifikasi HOAX.. anda sudah membantu HOAX merajalela

"Kezaliman menang bukan karena ada orang jahat, tp karena orang baik enggan klik SHARE klarifikasi HOAX"

SEBARKAN!

Kronologi Penganiayaan KH. Umar Basri
http://www.muslimoderat.net/2018/01/inilah-kronologi-lengkap-penganiayaan.html?m=1

30/05/2017

1. Siapa yang berjuang menumpas penjajah Jepang?
Jawabannya: NU, melalui barisan Hizbullah dan lainnya.

2. Siapa yang membumikan nama Indonesia dan mengusulkan Ir. Soekarno sebagai pemimpin?
Jawabannya: NU, melalui muktamar Banjarmasin sebelum kemerdekaan.

3. Siapa yang berijtihad bahwa Indonesia adalah negara Darussalam yang harus diperjuangkan?
Jawabannya: NU, melalui Bahtsul Masail dipenghujung tahun 1930-an.

4. Siapa yang mengeluarkan resolusi Jihad?
Jawabannya: NU, melalui fatwa Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari tanggal 22 Oktober. Memicu kejadian bersejarah tanggal 10 November.

5. Siapa yang menengahi perseteruan Nasionalis dan Islamis saat membuat dasar negara?
Jawabannya: NU, melalui sosok KH. Wahid Hasyim yang saat itu mengambil lima intisari Piagam Madinah.

6. Siapa yang meminta negara tetap mengayomi umat Islam pasca penghapusan tujuh kata dalamsila pertama Pancasila?
Jawabannya: NU, tatkala KH. Wahid Hasyim meminta dibentuk Departemen Agama.

7. Siapa yang dulu menetralisir kebijakan berbau komunisnya B**g Karno?
Jawabannya: NU, saat Kyai Wahab secara gesit masuk dalam barisan Nasakom untuk menghadang PKI mempengaruhi Soekarno.

8. Siapa yang menjaga keutuhan negara dan ikut bertempur saat Komunis melajalela?
Jawabannya: NU, melalui santri pondok dan Banser . Sebab waktu itu sasarannya adalah Kyaipondok.

9. Siapa yang berijtihad saat asas tunggal diberlakukan negara?
Jawabannya: NU, dimasa Kyai Ahmad Siddiq secara gesit menerima asas tunggal Pancasila dengan dalil-dalil sharih.

10. Siapa yang meminta pemerintah mengayomi seluruh ormas Islam di Indonesia?
Jawabannya: NU, melalui sosok KH. Ibrahim Hosen (ayahnya Gus Nadirsyah Hosen yang dituduh syiah, liberal, anti-Islam, wa akhawatuha itu) melalui usulan dibentuknya MUI. Beliau juga yang meletakkan dasar-dasar ijtihad ijtima'i ala NU dalam tubuh MUI.
Sekelompok orang yang organisasinya dibubarkan berteriak lantang, "negara jangan semena-mena membubarkan kami, ingat, umat Islamlah yang memperjuangkan negara ini dari masa ke masa!!"



CHK

Masjid Munafik ataukah Penceramahnya yg Munafik Provokatif?!!==================Pagi ini saya mendengar ceramah subuh yan...
23/04/2017

Masjid Munafik ataukah Penceramahnya yg Munafik Provokatif?!!
==================
Pagi ini saya mendengar ceramah subuh yang disampaikan seorang ustadz di salah satu masjid dekat tempat tinggal saya. Di dalam salah satu penjelasannya, sang ustad mengatakan bahwa masjid yang dibangun oleh orang-orang munafik harus dihancurkan karena tujuan pendiriannya adalah untuk memecah belah umat Islam. Saya tidak mengerti kemana arah pembicaraan sang ustad itu.

Namun, dari ungkapannya yang disampaikan berkali-kali ternyata masjid yang dimaksud adalah masjid yang baru saja dibangun PEMDA DKI.

Saya menyayangkan pembahasan seperti itu. Sebab jika dibaca kembali surat Attaubah ayat 107 yang berbicara tentang masjid dlirar tampaknya unsur yang terdapat di dalam ayat itu tidak seperti yang dimaksud sang ustad.

Berikut ayat yang dimaksud:

(وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ)

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).

Syaikh Ibnu Asyur di dalam tafsirnya mengatakan bahwa masjid yang disebut di dalam ayat itu didirikan oleh orang-orang munafik dari dana mereka sendiri.

Jika dibandingkan dengan masjid yang dimaksud sang ustadz, tentu ada perbedaan yang signifikan. Masjid yang dibangun PEMDA DKI menggunakan dana APBD. Dari dana itu sudah pasti ada kontribusi umat Islam. Sehingga tidak bisa dikatakan bahwa masjid yang dibangun PEMDA itu sebagai masjid dlirar.

(Ustadz Abdi KJ)

AJARAN WAHHABISlogan wahabi : ''Kembali ke al-Qur'an & sunnah". Kalimat yang bagus namun sebenarnya digunakan untuk tuju...
22/04/2017

AJARAN WAHHABI

Slogan wahabi : ''Kembali ke al-Qur'an & sunnah". Kalimat yang bagus namun sebenarnya digunakan untuk tujuan yang buruk. "Kalimatul haq uridu bihal bathil".

Mereka semangat dalam mengamalkan sunnah Rasul (sunnah versi mereka), namun di sisi lain mereka juga menyakiti Rasul.

Mari kita lihat kembali fatwa ulama2 mereka dan kelakuan umat wahabi yg menyakiti Rasulullah saw:

1. Vonis kafir kepada orang tua Rasul.
============================
Wahabi mengatakan orang tua Rasul meninggal dalam keadaan kafir dan masuk neraka. Mereka mengaku mencintai Rasul, mengamalkan sunah2nya namun disisi lain malah mengkafirkan orang tua dari yg mereka ikuti sunah-sunahnya.

Mereka tidak mencintai, namun mereka menyakiti Rasul saw. Dan tiada perkara yang menyakiti Rasulullah saw yang terlebih besar daripada seseorang itu mengatakan bahwa orang tua Rasulullah saw berada di dalam neraka.

Al 'alaamah al musnid al arifbillah al Habib Umar bin hafidz mengatakan "jika sayyidah Aminah ibunda Rasulullah saw masuk neraka, maka tidak ada dari umatnya yg akan selamat".

2. Vonis bid'ah untuk maulid nabi.
============================
Wahabi memvonis merayakan maulid nabi /kelahiran nabi adalah perkara bidáh yg haram dan masuk neraka. Padahal kita merayakan karena bersyukur akan hadirnya kanjeng nabi ke dunia ini.

Apakah ada nikmat yg lebih besar dibandingkan nikmatnya kelahiran Nabi sehingga umatnya mampu merasakan iman dan mengenal Allah swt?? Bukankah nikmat yg begitu besar sudah selayaknya kita syukuri, dengan mengenalkan Muhammad bin Abdullah kepada anak cucu kita.

Jikalau peringatan maulid diharamkan, suatu saat nanti anak cucu kita akan lebih kenal kepada Lionel messi drpada kepada Rasulullah saw.

Di lain pihak wahhabi tetap memvonis pelaku maulid nabi masuk neraka, sedangkan peringatan ibnu saud di Saudi sana halal dan sah2 saja.

3. Vonis Bid'ah membiarkan maqbarah Nabi di masjid Nabawi
============================
Wahabi menganggap maqbarah kanjeng nabi tidak memberikan manfaat dan harus dipindahkan dari masjid nabawi.

Ulama wahabi, albani mengatakan "Di antara Bid’ah yang dilakukan saat ziarah di Madinah :
Membiarkan Makam Nabi tetap berada di dalam masjid Nabawi ".

Artinya, makam Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam harus di keluarkan dari masjid agar terhindar dari bid’ah karena pada awalnya makam Nabi tidak berada di dalam masjid

Bahkan pencipta sekte wahabi Muhammad bin abdul wahab mengatakan tongkatnya lebih bermanfaat daripada jasad Rasul. Tongkatnya masih bisa dipakai sedangkan jasad Rasul sudah tidak memberikan manfaat.

4. Vonis Rasul tidak memiliki keturunan.
============================
Wahabi mengatakan keturunan kanjeng nabi terputus. Mereka berpendapat Rasul tidak punya anak laki2, yg merupakan penerus keturunan. Padahal untuk keturunan Rasul ada pengecualian. Semua keturunan dr sayyidah Fatimah merupakan dzurriyat rasul. Namun mereka tidak mengakui adanya keturunan Rasul.

5. Vonis kafir, sesat kepada muslim lain
============================
Wahabi sangat mudah mengatakan kafir dan sesat kepada muslim lain. Vonis kafir tersebut berlanjut kepada halal darahnya. Sehingga berapa banyak muslim lain yg dilabeli kafir dan kemudian dibunuh. Lihat ISIS, Alqaeda dan faksi2 wahabi takfiri lainnya yg sangat mudah membunuh muslim lain yg tidak sepaham.

Mereka melakukan bom bunuh diri, dgn alasan menjemput syahid.
Islam yg rahmatal lil áalamin berubah menjadi agama yg penuh terror di tangan meraka.

Pantaslah kanjeng nabi menyebut golongan neo khawarij ini sebagai anjing-anjing neraka, tanduk setan dari najd, keluar dari agama bagaikan anak panah keluar dr busur, mereka sesat dan menyesatkan.Pada mukatamar di Checnya, ulama ahlussunah wal jamaah menegaskan bahwa gilongan mujasimah yg bukan bertauhid asy'ari wal maturidi seperti salafi wahabi bukan termasuk golongan aswaja.

Via Narko sun

Tujuannya sama, tapi dengan lakon  masing-masing tanpa mengurangi adab dan kerukunan, itu NU
19/04/2017

Tujuannya sama, tapi dengan lakon masing-masing tanpa mengurangi adab dan kerukunan, itu NU

Ini bisa menjadi pertimbangan dan pencerahan bagi yang mendambakan apa yg mereka sebut khilafah.===============Islam Pol...
14/04/2017

Ini bisa menjadi pertimbangan dan pencerahan bagi yang mendambakan apa yg mereka sebut khilafah.
===============
Islam Politik yang Tidak Islami

Nadirsyah Hosen

Tulisan ini dimuat di http://geotimes.co.id/islam-politik-yang-tidak-islami/

Banyak yang berasumsi jika ayat suci dibawa ke dalam politik kekuasaan, maka dengan sendirinya politik kekuasaan akan berjalan sesuai dengan ajaran Islam. Pada gilirannya, semua tindakan atas nama politik dipersepsikan sama dan sebangun dengan menegakkan kemuliaan ajaran Islam. Asumsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Sejarah khilafah masa silam justru menunjukkan sebaliknya: politik kekuasaan telah membawa ayat suci jatuh dalam kubangan kekotoran ambisi kekuasaan.

Imam al-Thabari mengisahkan kepada kita dalam kitabnya, Tarikh al-Rusul wa al-Muluk (jilid 10, halaman 29), bahwa pada 28 Muharram 279 H (sama dengan 30 April 892) –seribu seratus dua puluh lima tahun yang lalu, pada bulan yang sama, yaitu April, Ja’far al-Mufawwad dicopot sebagai putra mahkota (wali al-‘ahd) oleh ayahnya sendiri, Khalifah al-Mu’tamid (842-892). Ja’far digantikan oleh saudara sepupunya, al-Mu’tadhid (861-902).

Imam al-Thabari sendiri berusia sekitar 50 tahun saat kejadian itu. Beliau menyelesaikan 11 jilid kitabnya di usia 70 tahun. Para sejarawan berpatokan pada kitab Tarikh-al-Thabari ini untuk memahami sejarah masa silam. Bukan saja catatannya otentik, tapi beliau juga menceritakan apa adanya. Catatan al-Thabari menunjukkan betapa rumitnya persoalan kekuasaan khilafah itu berikut intrik politiknya.

Begini kisahnya. Ketika al-Mu’tamid menggantikan ayahnya yang mati dibunuh, yaitu Khalifah al-Muhtadi setelah hanya setahun berkuasa, al-Mu’tamid memegang kekuasaan tapi sesungguhnya dia seorang yang lemah. Yang mengatur kekuasaan sesungguhnya adalah saudaranya sendiri, yaitu al-Muwaffaq (842-891). Putra al-Mu’tamid, yaitu al-Mufawwad, dijadikan putra mahkota dan menguasai wilayah barat, sedangkan saudaranya khalifah, yaitu Al-Muwaffaq, menguasai daerah timur, dan menjadi wakil putra mahkota. Ada kesepakatan kalau al-Mu’tamid wafat dan anaknya al-Mufawwad masih belum cukup dewasa, maka al-Muwaffaq yang naik.

Al-Muwaffaq memiliki seorang anak yang merupakan jenderal perang yang hebat, yaitu al-Mu’tadhid. Entah kenapa al-Muwaffaq memenjarakan anaknya selama dua tahun di Baghdad. Namun, di kalangan militer, nama Jenderal al-Mu’tadhid sangat terkenal. Ketika al-Muwaffaq sakit parah, Gubernur Baghdad meminta Khalifah al-Mu’tamid menjenguk saudaranya yang tengah sekarat, dengan harapan ini bisa mencegah bebasnya sang Jenderal al-Mu’tadhid dari sel penjara.

Sayangnya, rencana Gubernur Baghdad itu gagal total. Militer masih setia pada sang Jenderal, dan Khalifah al-Mu’tamid tidak punya pilihan selain mengangkat jenderal yang notabene keponakannya sebagai penguasa wilayah barat menggantikan ayahnya yang pernah memenjarakannya.

Pengaruh sang Jenderal tidak berhenti sampai di situ. Seperti di singgung di atas, Khalifah sampai tega mencopot posisi putra mahkota dari anaknya sendiri, al-Mufawwad, dan memberikannya kepada keponakannya, Jenderal al-Mu’tadhid. Imam Thabari mencatat bahwa surat pemberitahuan pergantian putra mahkota langsung dikirimkan ke provinsi dan wilayah, serta diumumkan selepas salat Jum’at beberapa hari kemudian.

Sang Jenderal yang kekuasaanya menjadi sangat luas mulai menangkapi para pejabat yang dulunya setia kepada ayahnya. Ingat, ayahnya sendiri yang menjebloskan dia ke penjara. Tidak menunggu lama, lima bulan kemudian, al-Mu’tadhid berkuasa menjadi khalifah, setelah pada 14 oktober 892 Khalifah al-Mu’tamid meninggal dunia.

Imam Thabari melaporkan meninggalnya sang Khalifah dengan cukup mencurigakan. Malamnya sehabis minum-minum dan makan banyak, Khalifah tidur dan meninggal. Nasib al-Mufawwad, mantan putra mahkota, juga tidak jelas setelah itu. Spekulasi beredar di kalangan sejarawan lain bahwa al-Mufawwad telah dibunuh, dan wafatnya Khalifah al-Mu’tamid karena diracun. Wa Allahu a’lam.

Saya pernah menceritakan pada tulisan saya yang lain�(http://nadirhosen.net/tsaqofah/tarikh/politisasi-ayat-dan-hadits-dalam-sejarah-islam) bagaimana Khalifah al-Mu’tadhid memainkan isu agama dengan sangat politis, utamanya dalam mengecam sahabat Nabi, yaitu Khalifah Mu’awiyah, dan para pendiri Khalifah Umayyah. Khalifah al-Mu’tadhid juga langsung mengangkat sejumlah kawan dekatnya, yaitu Ubaid Allah bin Sulaiman sebagai Perdana Menteri (Wazir).

Sewaktu Ubaid meninggal pada tahun 901 (sekitar 10 tahun menjabat), yang menggantikannya sebagai Wazir adalah anaknya sendiri, yaitu al-Qasim. Jadi, bukan saja ada tradisi mengangkat keturunan sendiri sebagai khalifah, namun juga mengangkat anak perdana menteri menggantikan ayahnya. Dalam bahasa modern ini jelas nepotisme yang bahkan tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan keempat Khulafa al-Rasyidin.

Berbeda dengan ayahnya yang dianggap sebagai Wazir yang jujur, Qasim ini lumayan brutal. Ketika Khalifah al-Mu’tadhid meninggal di usia 48 tahun, pada 5 April 902, al-Qasim memenjarakan semua pangeran untuk mencegah perebutan kekuasaan, sampai putra mahkota al-Muktafi tiba dari wilayah Raqqa ke Baghdad.

Khalifah yang baru, al-Muktafi, masih berusia 25 tahun saat itu, dan Qasim dengan cepat mempengaruhi khalifah baru. Al-Muktafi di Raqqa mengangkat sekretaris yang bernama al-Husayn bin Amr. Imam Thabari melaporkan bahwa sekretaris ini beragama Kristen. Sampai di sini kita paham bahwa sejarah islam menunjukkan non-Muslim pun pernah diangkat menjadi pejabat penting.

Namun, Qasim mencopotnya dan menggantikan al-Husayn bin Amr dengan anak Qasim sendiri sebagai sekretaris Khalifah. Qasim juga mengatur penangkapan dan pembunuhan terhadap orang dekat Khalifah sebelumnya yang dikhawatirkan mengganggu posisi Qasim dan Khalifah al-Muktafi. Nama-nama mereka yang dibunuh di antaranya Emir wilayah Safarid yaitu Amr Laits Shafari, Jenderal Abu Najm Badr, yang telah menjabat sejak masa Khalifah al-Mu’tadhid, bahkan penyair Ibn Rumi. Semua dilakukan atas nama politik kekuasaan dengan imbuhan ayat suci.

Sejarah khilafah bukan saja memberi kita kisah gilang gemilang masa kejayaan Islam, tapi juga sejarah kelam politisasi ayat suci demi kekuasaan. Imam al-Thabari telah mencatatnya dengan rapi dan dijadikan rujukan para ahli. Sayangnya, para pendukung khilafah tidak mau mengungkapkan cerita kelam ini karena mereka beranggapan “khilafah berdiri, semua persoalan selesai.”

Apa pelajaran penting yang bisa kita ambil? Pengangkatan khilafah setelah masa Khulafa al-Rasyidin itu ditentukan oleh dinasti: kekuasaan berlanjut turun temurun berdasarkan keturunan. Bukan berdasarkan pemilihan atas dasar kemampuan personal dan pilihan rakyat.

Dalam sejarah khilafah Umayyah dan Abbasiyah, tidak ada yang namanya pemilihan umum secara langsung yang melibatkan rakyat. Tentu ini menjadi aneh ketika kemudian pada masa negara demokrasi modern ada yang teriak-teriak hendak kembali menegakkan khilafah, tapi pada saat yang sama melarang Muslim memilih non-Muslim menjadi gubernur lewat pemilihan umum secara langsung.

Zaman khilafah saja tidak ada pemilihan umum, kok mereka memakai ayat suci untuk Pilkada Jakarta seperti saat ini? Mereka seolah bukan hidup di tahun 2017; boleh jadi mereka harus kembali ke masa silam seribu tahun yang lampau untuk memahami intrik politik Khalifah al-Mu’tamid, al-Mu’tadhid, dan al-Muktafi berikut para putra mahkota dan Wazirnya.

Intrik politik pengangkatan khalifah yang berujung pada pembunuhan, peracunan, dan penangkapan itu terjadi karena suksesi dilangsungkan tanpa melalui pemilihan umum. Beruntunglah praktik nepotisme ala khilafah Umayyah dan Abbasiyah tidak berlaku lagi di negara demokrasi.

Bayangkan kalau khilafah berdiri kembali, maka pemilihan presiden dan pemilihan kepala daerah akan dihapuskan dan pengangkatan pemimpin semata berdasarkan darah keturunan; rakyat hanya menonton saja. Masak, sih, Anda mau kembali ke sistem pemeritahan model khilafah ini? Mikirrrr!

Cara Menganalisis Berita dalam Kasus Senjata Kimia di IdlibBerkali-kali mahasiswa menanyakan kepada saya, bagaimana cara...
07/04/2017

Cara Menganalisis Berita dalam Kasus Senjata Kimia di Idlib

Berkali-kali mahasiswa menanyakan kepada saya, bagaimana cara kita menelaah berita dari media mainstream. Berikut ini contohnya. Kasus yang akan kita pelajari adalah berita dari New York Times (NYT), ditulis tanggal 4 April 2017, di hari yang sama dengan kejadian serangan senjata kimia tersebut. Penulisnya Anne Barnard dan Michael R. Gordon yang melaporkan dari Beirut (Lebanon). [1]

1. Sebuah berita (news) yang valid adalah ketika wartawan telah melakukan cross-check di lapangan. Robert Fisk, jurnalis senior asal Inggris, pernah menulis bahwa melaporkan berita dengan hanya bersumber dari satu pihak, tanpa ada wartawan yang mengkonfirmasi dengan matanya sendiri atas hal-hal yang mereka laporkan, adalah salah. [2]

Berita NYT ditulis dari Beirut, dan wartawannya (Bannard dan Gordon) tidak datang langsung ke lapangan. NYT menyebut narasumbernya: ‘saksi’, dokter, dan tenaga medis (Paragraf. 3) Foto dan video yang digunakan sebagai data disuplai oleh aktivis yang diunggah di internet (P. 9). Tanpa evaluasi yang seksama atas info-info tersebut, NYT sejak di paragraf 1 sudah memberikan kesimp**an bahwa pelakunya adalah pemerintah Suriah.

2. Meski berkali-kali menyebut ‘witnesses’ (para saksi mata), NYT hanya mengutip satu nama, yaitu Mariam Abu Khalil berusia 14 tahun, tanpa disebutkan bagaimana cara NYT mewawancarainya (ingat, mereka melaporkan dari Beirut). Sementara, dokter dan paramedis yang dimaksud adalah White Helmets, lembaga yang mengaku bipartisan tetapi amat banyak bukti menunjukkan bahwa anggotanya adalah para “jihadis”.[3] NYT juga mengutip Mohamad Firas al-Jundi, “menteri kesehatan oposisi”.

Jadi, berita yang ditulis oleh NYT adalah informasi sepihak (pihak ‘oposisi’ alias ‘jihadis’), tanpa cross-check. Padahal, jurnalis seharusnya melakukan cross-check itu. Apalagi, sebelumnya sudah terjadi kasus yang mirip, yaitu serangan senjata kimia di Ghouta 2013. Saat itu media mainstream termasuk NYT juga dengan segera memberitakan bahwa pelakunya Assad tanpa melakukan investigasi terlebih dahulu. Kemudian penyelidik PBB melakukan penelitian dan menyatakan bahwa pelakunya bukan tentara pemerintah. [4]

3. Jurnalis NYT tidak menghiraukan motif. Siapa yang mendapatkan keuntungan dari serangan ini? Posisi tentara pemerintah Suriah saat ini sedang di atas angin; mereka sudah meraih kemenangan di banyak front melawan “jihadis”. Untuk apa menyerang Idlib dengan senjata kimia, di sebuah kawasan yang ‘tidak penting’ (Idlib bukan front pertempuran saat ini), yang sudah dipastikan beresiko memunculkan kemarahan internasional yang akan melegitimasi PBB untuk mengirim NATO ke Suriah? Kejadian itu juga dilakukan menjelang pertemuan Uni Eropa di Brussel yang akan membahas Suriah; kalau Assad memang melakukannya, sama saja dengan ‘bunuh diri diplomatik’. Sebaliknya, justru pihak “jihadis” yang berkali-kali menyerukan agar PBB segera mengirim NATO di bawah kedok ‘humanitarian intervention’.

4. Berita NYT mengabaikan banyak detil. Banyaknya jasad yang tergeletak, yang terlihat di foto/video, tidak bisa langsung disimpulkan ada serangan senjata kimia. Foto/video tersebut hanya membuktikan satu hal: ada pembunuhan terhadap mereka. Untuk membuktikan adanya serangan senjata kimia, foto-foto dan video harus menunjukkan scene yang lebih luas: orang-orang yang tergeletak di luar rumah, kawasan penduduk di sekitar, hewan-hewan yang mati, tim medis yang berpakaian lengkap (foto-foto yang terlihat malahan tim penyelamat tak pakai sarung tangan, atau tak menutupi wajah dengan masker, bahkan ada tim medis tidak pakai sarung tangan, tapi si pasien yang pakai sarung tangan).

Jurnalis NYT seharusnya melakukan verifikasi info yang diberikan kelompok oposisi alias “jihadis” dengan mengajukan pertanyaan detil: bagaimana detilnya kejadian itu, kapan, dimana lokasi tepatnya, bagaimana kawasan penduduk di sekitarnya, bagaimana faktor angin menyebarkan gas itu, berapa jumlah penduduk di sana, dan berapa yang menjadi korban (dan mengapa ada yang tidak jadi korban padahal menghirup gas yang sama), bagaimana korban dibawa dari lokasi awal ke lokasi ketika mereka direkam kamera, dst.

NYT juga mengabaikan fakta bahwa pemilik senjata kimia justru adalah para “jihadis” (disuplai oleh Turki dan Saudi), bukan tentara pemerintah. Menlu AS John Kerry sendiri yang mengumumkan pada 2014 bahwa senjata kimia yang dimiliki pemerintah Suriah sudah berhasil dilucuti/ditarik oleh tim PBB.

5. Untuk peneliti: karena NYT tidak melakukan cross-check, kitalah yang melakukannya dengan membaca berbagai berita pembanding atau analisis berita yang ditulis pengamat. Misalnya, analisis berita yang dilakukan oleh Paul Antonopoulos di media anti-mainstream. [5]. Jadi, dalam hal ini, kita menggunakan kedua jenis media (media mainstream dan anti-mainstream) dengan sikap kritis. Kita juga perlu mengecek akun-akun “jihadis” dengan sikap kritis. Misalnya salah satu dokter yang berada di Idlib, Shajul Islam, yang sudah dipecat jadi dokter di Inggris. Di akun twitternya, ia menyebut bahwa yang terjadi adalah serangan gas sarin. Lalu, cek, seperti apa kondisi manusia jika terkena gas sarin, bandingkan dengan foto dan video yang tersebar.

6. Terakhir: dengan segala kejanggalan dan pelanggaran kaidah jurnalistik yang dilakukan NYT, faktanya: ada mayat-mayat manusia (termasuk anak-anak). Siapa mereka? Kita bisa melakukan cross-check ke beberapa sumber lain. Sepekan sebelum kejadian, ada penculikan terhadap 250 orang di kawasan Majdal dan Khattab oleh milisi bersenjata yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Kejadian yang sama terjadi di bulan Agustus 2013, para “jihadis” menculik warga di pinggiran Latakia, lalu 2 pekan kemudian muncul video ‘serangan gas sarin’ di mana korbannya adalah orang dan anak-anak yang diculik itu.

---
[1] https://mobile.nytimes.com/2017/04/04/world/middleeast/syria-gas-attack.html?smid=fb-nytimes&smtyp=cur&_r=0&referer=http%3A%2F%2Fm.facebook.com
[2] http://www.independent.co.uk/voices/donald-trump-post-truth-world-living-the-lies-of-others-a7500136.html
[3] lihat foto-foto di sini yang memperlihatkan bahwa anggota White Helmets sesungguhnya adalah para “jihadis”. https://clarityofsignal.com/2017/02/27/massive-white-helmets-photo-cache-proves-hollywood-gave-oscar-to-terrorist-group/
[4]http://m.washingtontimes.com/news/2013/may/6/syrian-rebels-used-sarin-nerve-gas-not-assads-regi/
[5] http://www.informationclearinghouse.info/46801.htm #.WOWswBR1m8A.facebook

Bacaan tambahan:
-Hoax terbaru: lukisan disebut sebagai ‘foto korban senjata kimia’ https://twitter.com/syrianasoldier/status/849686652662538240/photo/1
https://twitter.com/sahabatsuriah/status/849220322410676225
-Analisis foto jasad anak-anak terlihat ada luka di kepala. Ini menguatkan dugaan bahwa para korban adalah orang/anak yg sebelumnya diculik “jihadis” di Khattab and Majdal. Mereka sudah mati sebelumnya, lalu difoto dan diklaim sebagai korban senjata kimia. Buka link ini, lalu scroll ke bawah untuk melihat foto anak-anak tsb. http://acloserlookonsyria.shoutwiki.com/wiki/Talk:Alleged_Chemical_Attack_Khan_Sheikhoun_4_April_2017

Dina Y Sulaiman

HTI: GAGAL PAHAM SURIAH (bagian 2)Oleh: Mba Dina SulaemanSetelah Al Nusra resmi masuk daftar organisasi teroris internas...
07/04/2017

HTI: GAGAL PAHAM SURIAH (bagian 2)
Oleh: Mba Dina Sulaeman

Setelah Al Nusra resmi masuk daftar organisasi teroris internasional, situs HTI memberikan ‘endorsment’ pada kelompok Ahrar al Sham, yang sebenarnya juga masih ‘bersepupu’ dengan Al Qaida. Ahrar al Sham punya bendera sendiri, tapi terkadang juga mengibarkan bendera khas HT. Aksi-aksi Ahrar al Sham sangat jauh dari pengetahuan kita tentang bagaimana dulu Rasulullah berperang. Salah satu bukti yang jelas, karena ada videonya dan mereka sendiri yang mengunggahnya, pada Mei 2016 Ahrar al Sham melakukan aksi brutal pembantaian massal di desa Zaraa. Dengan bangga mereka berpose di atas mayat perempuan dan anak-anak. Rusia sudah lama menuntut Dewan Keamanan PBB agar kelompok ini dimasukkan juga ke daftar teroris internasional namun selalu diveto AS dengan alasan ‘akan menyulitkan upaya negosiasi’.

Saya sering menulis: jangan dipusingkan dengan nama ratusan kelompok ‘jihad’ di Suriah. Yang perlu dilihat adalah basis ideologi dan cara-cara tempur mereka, semuanya sama. Basis ideologi mereka semua sama yaitu takfirisme (gampang mengkafirkan pihak lain yang tak sepaham serta menghalalkan darahnya). Itulah sebabnya mereka pun akhirnya saling membunuh satu sama lain, seperti yang terjadi di Idlib atau di Hama akhir-akhir ini. Bahkan sesama ‘mujahidin’ pun bisa berubah status jadi kafir. (Di foto terlihat 3 grup milisi: Ahrar Al Sham, Jabhah Al Nusra, dan Free Syrian Army sedang rukun.)

Mengapa Gagal Paham?

Saya dulu mengikuti tabloid Umat yang diterbitkan HTI, tabloid ini banyak menyuarakan penentangan pada praktik-praktik kapitalisme global yang memang nyatanya menyengsarakan sebagian besar umat dunia dan memperkaya segelintir orang. Tabloid ini bahkan pernah menerbitkan tulisan positif tentang situasi di Iran (ditulis oleh Fahmi Amhar). Sama sekali tidak ada tuduhan kafir atau sesat di dalamnya, terhadap umat Syiah.

Tetapi mengapa hari ini HT bergabung dalam propaganda takfirisme global yang bersamaan dengan pembantaian dan penghancuran Suriah?

Menurut saya, hal ini karena mereka gagal paham soal Suriah dan geopolitik Timteng secara umum. Mereka gagal dalam mengindentifikasi mana musuh, mana lawan di Suriah. Akibatnya, HT menari dalam genderang lawan (seiring dengan irama Israel dan AS) sehingga memecah belah front perlawanan terhadap Israel. Perhatian publik dunia saat ini tertuju pada Suriah, tidak lagi pada Palestina. Padahal HT awalnya didirikan di Palestina dengan alasan ingin melawan penjajahan Israel. Tapi di Suriah, mendadak HT gagal paham, melupakan fakta geopolitik bahwa Suriah adalah negara Arab terakhir yang menolak berdamai dengan Israel. Suriah menjadi pelindung Hamas, membuka jalur suplai logistik dan senjata ke Gaza, serta menampung jutaan pengungsi Palestina dengan pelayanan yang terbaik di Timteng. Suriah ikut dalam 3 kali perang Arab-Israel (1967, 1973,1982).

Kesalahan identifikasi ini, menunjukkan bahwa cara berpikir mereka masih doktrinal (bukan pemikiran kritis). Hizbut Tahrir adalah ormas transnasional, boss besarnya ada di luar negeri, entah dimana (ada info, boss besarnya berada di Tepi Barat). Ketika boss di luar sana menginstruksikan untuk membenci dan menyerang, itu p**a yang mereka lakukan. Ketika mereka tak mampu menemukan bukti foto atau video tentang ‘pembantaian Assad terhadap Sunni’, mereka tak segan menggunakan foto atau video hoax. [1] Doktrin ditaruh di atas segalanya, melupakan data dan analisis kritis. Miris sekali mengingat bahwa anggota HTI banyak yang sarjana, bahkan doktor.

Begitu juga soal bendera. Mereka mengklaim bahwa bendera yang mereka kibarkan (dan menjadi simbol HT) adalah ‘bendera Rasulullah’. Padahal, jenis huruf yang dipakai di bendera itu belum dikenal pada masa Rasulullah. Hal ini saya buktikan sendiri saat berkunjung ke museum Quran di Mashad Iran yang menyimpan manuskrip-manuskrip Quran kuno (Quran zaman dulu hurufnya masih kaku dan polos, tanpa titik dan syakal). Pakar ilmu Islam, Prof Nadirsyah juga menulis demikian, yang kemudian disanggah oleh penulis pro-HTI, yang menyatakan bahwa yang jadi fokus dalam propaganda bendera ini adalah warna bendera, bukan jenis hurufnya.

Tentu itu apologi yang tidak nyambung. Bendera itu satu paket dengan segala ideologi di baliknya. Misalnya, mengapa pemberontak Suriah yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin mengibarkan bendera warna hijau-putih-hitam? Karena, itu bendera saat Suriah dijajah Perancis; tak heran bila tokoh IM, Moaz al Khatib, diundang ke Istana Presiden Perancis untuk membahas agenda penggulingan Assad. Orang yang mengibarkan bendera hitam saja (tanpa tulisan) dengan orang yang mengibarkan bendera hitam bertulisan syahadat ala bendera HTI, hampir dipastikan punya ideologi berbeda. (Tentu ada saja orang-orang alay yang mengibarkan bendera tanpa tahu ideologi; tapi itu tidak masuk bahasan kita.)

Tak dapat dipungkiri, bendera khas HTI digunakan oleh milisi-milisi bersenjata di Suriah. Jauh sebelumnya, tahun 1988, Al Qaida berdiri dan mengibarkan bendera serupa. Di bagian 1 sudah saya jelaskan ‘pertalian persaudaraan’ antara Al Qaida dan milisi-milisi bersenjata di Suriah (yang juga didukung HT). Jadi ini bukan aktivitas mencocok-cocokkan tanpa data.

Jadi, apapun apologi, sanggahan, dan klaim HTI soal ideologi mereka, bisa kita uji dengan kasus Suriah ini. Aktivis HTI sering mengklaim diri sebagai gerakan damai dan anti terorisme, tapi konflik Suriah membuktikan sebaliknya. Mereka mengaku mengusung Islam Rahmatan lil Alamin, tapi dengan berbekal berita hoax mereka sebarkan narasi kebencian yang sangat masif di Indonesia.[2] Mereka menyebut pemerintah Indonesia sebagai rezim thaghut yang harus diganti dengan khilafah. Lalu, bagaimana cara menggantinya? Suriah menjadi bukti bahwa upaya penggantian sebuah rezim demokratis menjadi khilafah versi HT ternyata harus melalui proses penghancuran. Indonesia, mau menyusul? []

---
*pembahasan ttg bendera adalah tambahan baru, tidak saya sampaikan di bedah buku "HTI, Gagal Paham Khilafah"
**Sekilas iklan: untuk memahami lebih lanjut tentang bagaimana kiprah ormas-ormas Islam transnasional (yang buka cabang di Indonesia) dalam konflik Suriah, simak buku “Salju di Aleppo”

-----
[1] Foto hoax yang pernah disebarkan HTI: https://dinasulaeman.wordpress.com/2013/04/20/foto-palsu-mhti/
[2]File PDF kompilasi koax Suriah (123 hlm) bisa diunduh di sini: https://dinasulaeman.wordpress.com/2016/05/16/kompilasi-video-foto-peran-ngo-dalam-konflik-suriah/

Di FP Muslimah For Khilafah (Kantor Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia), diposting foto dan press release berikut ini: Hizbut Tahrir Menyelenggarakan Seminar Perempuan yang Krusial: “Bers…

Address

Sekretariat : Jalan Kembangan Raya Gang Mawar Kp Bugis Rt/Rw 003/03 Kel Kembangan Utara Kec Kembangan Jakarta Barat
Jakarta
11610

Telephone

081297985035

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Forum Silaturahmi Aswaja Nusantara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share