28/10/2024
Sumpah Pemuda
Oh, tanggal dua puluh delapan,
Hari sumpah di tengah lantunan,
Di Batavia berkumpul generasi,
Bersatu dalam janji, harapan abadi.
Kita, anak bangsa berani,
Dengan bait-bait semangat berdiri,
Satu tanah, satu jiwa tertera,
Namun, kemanakah kita akan melangkah?
Sumpah itu datang, seakan bergelora,
Tetapi apakah ia menggema selamanya?
Dalam barisan, kita bersatu,
Namun di balik itu, bayang-bayang kelabu.
Budaya beraneka, beraneka warna,
Namun di atasnya, sering terabaikan.
Persatuan dinyatakan, tapi di mana arti,
Saat segalanya diuji, nilai-nilai terhenti.
Ketika kita berjanji, semangat arus,
Pahlawan kita, terikat dalam kalbu.
Tapi lihatlah, saudaraku, pada realita,
Betapa sering perpecahan menyapa kita.
Oh, Sumpah Pemuda, harapan yang besar,
Apakah ini sekadar narasi yang samar?
Jangan biarkan janji terbang melayang,
Mari merangkai kembali, satu harapan.
Ketika kita merayakan, ingatlah perjuangan,
Jangan biarkan sejarah hanya menjadi kenangan.
Bersatulah, anak muda di tanah ini,
Agar Sumpah Pemuda menjadi nyata, abadi.
----------
October 28, 1928, holds significant importance for Indonesia as it marks the day of the Youth Pledge or Sumpah Pemuda, a key moment in the country's struggle for independence. On this day, Indonesian youth from various regions and ethnicities convened in Batavia (now Jakarta) during the Second Indonesian Youth Congress. They united in a solemn pledge, stating their commitment to one nation, one people, and one language —Indonesian. This pledge was a crucial step in fostering a sense of nationalism and solidarity among Indonesians, transcending cultural and regional differences. The Youth Pledge is often viewed as a foundational moment in the rise of Indonesian nationalism and ultimately contributed to the country's fight for independence from colonial rule, which was achieved in 1945. The day is now commemorated annually as Youth Pledge Day (Hari Sumpah Pemuda), celebrating the spirit of unity and national identity among the Indonesian youth.