11/01/2024
Akademi Angkatan Udara (AAU)
Akademi Angkatan Udara (AAU) berdiri pada 28 Juli 1965, dengan Gubernur AAU Pertama, Komodor Udara Dono Indarto. Di depan Ksatrian terdapat Monumen Elang AAU dan Monumen Pesawat MIG-17 AURI.
Di Jakarta, 5 Oktober 1966, Presiden Soekarno melantik Laksda TNI Rachmat Sumengkar sebagai Komandan Jenderal AKABRI yang pertama. Pada 1966, AAU bergabung ke dalam AKABRI, menjadi AKABRI Bagian Udara.
Pada 29 Januari 1967, Menteri Utama Hankam, Jenderal Soeharto, didampingi Komandan Divisi Taruna AKABRI, Kolonel Soesilo Soedarman, membuka Tahun Akademi Pendidikan AKABRI Angkatan I, di Magelang. Saat itu, Komandan Upacara, Kolonel Soesilo Soedarman memimpin Defile Upacara Pembukaan Tahun Akademi AKABRI Angkatan-I, diawali barisan Pataka AKABRI, AKMIL, AAL, AAU dan AKPOL
Pemerintah menerbitkan Perangko Peringatan Integrasi AKABRI pada tahun 1968 dengan nominal Rp 10.
Letda Penerbang Lambert Siloy merupakan Lulusan Terbaik AKABRI Udara tahun 1970 dan Penerima Penghargaan Adhi Makayasa. Pada 6 April 1970, dilaksanakan penyerahan Jabatan Wakil Gubernur AKABRI Udarat dari Brigjen Soesilo Soedarman kepada Danjen AKABRI, Marsda Soetopo.
Mayjen Soesilo Soedarman kemudian dilantik sebagai Komandan Jenderal AKABRI Oleh Menteri Hankam/Pangab, Jenderal M Panggabean di AKABRI Udara, Yogyakarta, pada 1 Maret 1978.
Simak sejumlah sejarah tentang Akademi Angkatan Udara (AAU) dalam artikel di bawah ini:
Akademi Angkatan Udara (AAU) berdiri pada 28 Juli 1965, dengan Gubernur AAU Pertama, Komodor Udara Dono Indarto.