24/08/2026
Musibah, waktu, kelembapan, dan perpindahan tangan pelan-pelan meremukkan kertas peninggalan leluhur kita. Sebelum khazanah intelektual Aceh ini musnah tak berbekas, sebuah usaha penyelamatan atas 19.000 lebih halaman manuskrip tengah berjalan.
Lewat kolaborasi Dreamsea Mss dan PEDIR Museum, lembaran-lembaran naskah intelektual Aceh yang sudah rapuh kini direkam dan didata secara ketat secara filologis. Tidak sekadar memindahkan medium. Seluruh arsip digital ini akan segera dibuka secara open-source. Menyentuh, menyortir, dan merawat puluhan ribu kertas berdebu di lapangan memang menguras tenaga, namun langkah ini memastikan warisan ilmiah bernilai sejarah ini tetap utuh dan terbaca oleh generasi mendatang.
Simak liputan serambinews.com: https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1040297/19-ribu-lebih-halaman-manuskrip-aceh-diselamatkan-lewat-digitalisasi-dreamsea-dan-pedir-museum