10/06/2026
Bayangkan jika teknologi media sosial yang kita genggam hari ini, sudah ada di genggaman masyarakat Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Berapa banyak nyawa yang bisa diselamatkan lewat satu klik tombol 'Share' informasi mitigasi?
Dahulu, sejarah kebencanaan dan peringatan Smong diwariskan secara perlahan dari mulut ke mulut lewat hikayat. Kini, di era digital, narasi tersebut telah bertransformasi menjadi metadata. Jarak dan waktu bukan lagi penghalang untuk menyebarkan edukasi keselamatan.
Selamat Hari Media Sosial Indonesia 2026!
Sebagai ruang memori kolektif dan pusat edukasi kebencanaan, Museum Tsunami Aceh mengajak Sahabat Museum untuk melihat media sosial bukan sekadar tempat berbagi tren, melainkan sebuah platform kemanusiaan.
Lewat postingan ini, kami merangkum esensi pentingnya ruang digital:
1. Sharing Knowledge: Menjadi wadah edukasi kebencanaan yang akurat.
2. Community Stories & Disaster Awareness: Menyuarakan kisah ketangguhan masyarakat dan membangun kesiapsiagaan bersama.
3. Creative & Positive Content: Mengemas pesan mitigasi lewat karya visual yang menarik dan edukatif.
Gunakan jempolmu untuk menyelamatkan sesama. Bagikan satu informasi positif atau tips mitigasi bencana di kolom komentar hari ini!