14/07/2026
Pada tahun 1964, seorang pemuda Wales bernama Brian Robson tinggal di Melbourne melalui program kerja yang disponsori pemerintah. Ia membenci pekerjaannya, sangat merindukan kampung halamannya, dan tidak mampu membayar tiket pesawat pulang ke Wales sebesar £700 (setara dengan $1.960 USD saat ini), jumlah yang mustahil baginya saat itu. Bertekad untuk pulang, ia dan dua temannya merancang rencana gila: Brian akan mengirim dirinya sendiri sebagai kargo.
Mereka membuat peti kayu berukuran sekitar 30×26×38 inci, memasukkan Brian ke dalamnya bersama bantal, senter, koper, dan sebotol kecil air, lalu memberi label pada kotak tersebut untuk pengiriman udara ke London.
Rencana tersebut seharusnya memakan waktu sekitar 36 jam dengan penerbangan langsung. Tetapi semuanya langsung salah. Alih-alih dimuat ke pesawat penumpang cepat, peti Brian dialihkan ke penerbangan kargo yang lebih lambat dan kemudian salah arah ke Los Angeles.
Ia menghabiskan total 92 jam terperangkap di dalam, seringkali dalam kegelapan total, tidak dapat bergerak, dan pada suatu saat terbalik selama 22 jam, yang menyebabkan rasa sakit luar biasa dan hampir kehilangan kesadaran. Pernapasannya terbatas, anggota tubuhnya mati rasa, dan ia takut akan mati sebelum ada yang membuka kotak itu.
Ketika peti itu akhirnya tiba di AS, petugas bandara memperhatikan bahwa peti itu terbalik dan mendengar suara samar di dalamnya. Mereka membukanya dan menemukan Brian dalam keadaan hampir mati. Alih-alih ditangkap, ia dirawat di rumah sakit dan akhirnya kembali ke rumah dengan selamat, kali ini dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah Wales.
Insiden ini menjadi salah satu kisah perjalanan nyata paling aneh di abad ke-20, perpaduan antara keputusasaan, keberuntungan, dan ketahanan manusia yang luar biasa.