Memperkenalkan Situs C***r Budaya Bandara Internasional Pertama Di Indonesia
Bandar Udara Internasional Kemayoran dimulai pembangunan tahun 1934 dan resmi beroperasi tanggal 8 Juli 1940. No.4 tanggal 22 Oktober 2014
http://museumnasionalbandarakemayoran.blogspot.co.id
On Facebook :
https://www.facebook.com/bandara.kemayoran
https://www.facebook.com/Museum-Nasional-Bandara-Kemayoran
Instagram
:
museumbandarakemayoran
twitter :
https://twitter.com/BandaraMuseum
Prolog
Bersama dengan ini kami dari Yayasan Museum Nasional Bandara Kemayoran, akte Notaris. Kran 6 No.23a Rt.009/06, Kel. Gunung Sahari Selatan, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat, 10610. Dalam hal ini kami memohon dukungan moral dan material, partisipasi dan peran serta masyarakat seluruh Indonesia dan dunia internasional terkait gagasan yang kami ajukan kepada pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Badan Dunia PBB dibawah UNESCO untuk menjadikan Ex. Bangunan dan lahan Menara ATC, dan Ex. Bangunan dan lahan Terminal A dan ruang VIP Bandara Kemayoran untuk dijadikan
"MUSEUM NASIONAL BANDARA KEMAYORAN"
National Museum of Civil Aviation Kemayoran Airport
melihat peranan sejarah situs tersebut sebagai 'Pintu Gerbang Bangsa Pertama' dalam masa sebelum dan setelah kemerdekaan. Dengan semangat kebersamaan dan pergaulan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam pergaulan dunia maka dapat dikatakan bahwa sejarah sebuah bangsa adalah sejarah dunia. Maka dengan itu visi dan misi kami disini menjadikan Museum Nasional Bandara Kemayoran. Sebagai museum yang 'Iconic' terkait masa lalu, kekinian, dan masa depan, terkait peneranap/penggunaan teknologi tinggi juga sebagai pusat informasi nasional dan internasional dalam dunia penerbangan, pusat pendidikan dan pusat penelitian, hiburan dan hobbi yang bersinergi dengan rumusan Empat Tiang Pendidikan Abad ke-21 atau The Four Pillars of Education in the 21st Century (Delors, 1998) adalah :
1. Belajar untuk tahu (learn to know),
2. Belajar untuk melakukan (learn to do),
3. Belajar untuk menjadi (learn to be),
4. Belajar untuk hidup bersama (learn to live together). Dalam hal ini peran dunia penerbangan sipil di Indonesia seperti kutipan dari Presiden RI-1 Bp. DR.Ir.H Sukarno dalam pidatonya tangga 9 April 1964. "Agungkanlah, Ibu Pertiwi dan Bapak Angkasa"
yang mana hal itu memiliki makna yang sangat mendalam. Ibu Pertiwi sebagai tanah dan air adalah sumber kehidupan, dan Bapak Angkasa adalah sebagai sumber ilmu dan pengetahuan menjadi pemersatu yang tanpa batas, baik dalam makna dunia penerbangan itu sendiri untuk menyentuh tempat-tempat yang jauh dan juga berkaitan dengan teknologi tinggi seperti jaringan internet, informasi dan komunikasi. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah kami juga mengusul/mencanangkan kepada pemerintah untuk menjadikan tanggal 26 Januari sebagai :
"Hari Penerbangan Sipil Nasional"
(sebagai hari untuk pemberian penghargaan/award kepada institusi dan pelaku profesional dalam dunia penerbangan nasional dan internasional) yang mana tanggal tersebut mengacu pada penerbangan pertama kalinya pesawat saulewah, sebagai maskapai penerbangan sipil pertama milik Pemerintah Republik Indonesia yang lepas landas dari. Calcutta,India menuju Rangoon,Burma
Hormat Kami,
Yayasan Museum Nasional Bandara Kemayoran
GAGASAN MUSEUM NASIONAL BANDARA KEMAYORAN
Komunitas Save Ex. Airport Kemayoran, KMO.13 didirikan pada tanggal 26 Januari 2013.yang merupakan generasi muda Kemayoran yang menggagas berdirinya MUSEUM NASIONAL BANDARA KEMAYORAN (MNBK) di lahan bekas Gedung Terminal A dan Menara Pengawas Penerbangan (ATC) Bandara Kemayoran. Ide dan gagasan yang dilahirkan adalah untuk ikut melestarikan c***r budaya bernilai sejarah yang terdapat di pusat Kota DKI Jakarta sebagai bentuk kepedulian dari program pemerintah pusat Indonesia dan daerah DKI Jakarta. Adapun sasaran dari ide gagasan ini adalah :
LATAR BELAKANG
Bandara Kemayoran merupakan bandar udara internasional pertama di Indonesia yang dibuka secara resmi tanggal 8 Juli 1940 dan melayani penerbangan internasional. Bandara Kemayoran selama perang kemerdekaan dikelola oleh Pemerintah Hindia Belanda dan Pemerintah Jepang. Bandara Kemayoran secara resmi berhenti beroperasi sejak tanggal 1 Juni 1984. Setelah dihentikan kegiatan operasionalnya, sebagian areal bekas Bandara Kemayoran telah berubah fungsi menjadi kawasan hunian dan perdagangan. Saat ini yang tersisa adalah bekas Gedung Terminal A dan Menara Pengawas Penerbangan (ATC), yang kondisinya SANGAT TIDAK TERURUS & MEMPRIHATINKAN
VISI
1. Melestarikan sisa saksi sejarah karena peranannya dahulu sebagai “Pintu Gerbang Bangsa”
2. Museum Nasional Bandara Kemayoran sebagai sarana penyimpanan data sejarah (masa lalu, kekiniian & masa depan), edukasi, hobby, dan Informasi penerbangan di Indonesia.
3. Museum Nasional Bandara Kemayoran sebagai sarana Informasi, wisata pendidikan, pengetahuan dan pusat penelitian yang berkaitan dengan penerbangan sipil & komersial nasional dan International. Merenovasi bangunan bersejarah bekas Terminal A dan Menara ATC serta membangun dan mendirikan Museum Nasional Bandara Kemayoran di lahan bekas Bandara Kemayoran yang akan difungsikan sebagai Museum Penerbangan, Arena Simulasi Penerbangan, Hall Pameran Penerbangan, Ruang Workshop / Seminar / Konferensi, Sarana Pendididikan, penelitian dan kajian dunia Penerbangan, dan lain sebagainya.
2. Pencanangan kepada pemerintah Indonesia untuk menjadikan tanggal 26 Januari sebagai “HARI PENERBANGAN SIPIL NASIONAL” sebagai hari pemberian penghargaan / award kepada institusi dan pelaku professional dalam dunia penerbangan nasional dan internasional)
Yang mana tanggal tersebut mengacu pada penerbangan pertama kalinya pesawat ‘SEULAWAH’ ( yang artinya “ Segunung Emas “ ) Sebagai maskapai penerbangan sipil pertama milik pemerintah Republik Indonesia yang lepas landas dari Calcutta, India menuju Rangoon, Burma. MAKSUD &TUJUAN
Museum Nasional Bandara Kemayoran mempunyai maksud & tujuan sebagai berikut :
1. Mengangkat dan mempopulerkan kembali Bandara Kemayoran sebagai “Pintu Gerbang Bangsa”. & Pencanangan ‘HARI PENERBANGAN SIPIL NASIONAL’ (NATIONAL AVIATION DAY FESTIVAL)
2. Menginformasikan masyarakat di Indonesia maupun Internasional akan keberadaan Muaeum Nasional Bandara Kemayoran yang memiliki nilai sejarah tak ternilai serta merupakan kawasan terpadu & terintegrasi tentang dunia penerbangan.
3. Membuka jaringan kerjasama dengan pihak-pihak terkait di dunia penerbangan.
4. Menumbuhkembangkan motivasi masyarakat Indonesia untuk menghargai dan mengetahui sejarah perkembangan dunia penerbangan di Indonesia dan kawasan internasional. KEUTAMAAN
• Museum Penerbangan Sipil Pertama di Indonesia
• Memiliki nilai sejarah bagi dunia penerbangan di Indonesia
• Pusat informasi dunia penerbangan
• Menumbuh kembangkan minat masyarakat untuk mengapresiasi peninggalan bersejarah
• Melestarikan peninggalan sejarah
• Mengelola aset-aset bersejarah secara profesional
• MNBK adalah perpaduan masa sejarah dengan teknologi modern
• Memiliki sarana dan prasarana lengkap yang terpadu dan terintegrasi
AUDIENSI
1. Warga Kota Jakarta
2. Turis Domestik & Mancanegara
3. Pelajar & Akademisi
4. Generasi Muda
5. Pelaku Bisnis
6. Produsen Industri Penerbangan
Wanita, Pria Anak-anak, Remaja, Dewasa, Lansia, SES A – D Anak-anak, Pelajar, Mahasiswa, Pegawai, Dosen, Guru, Tenaga Pendidik, Pengusaha, Profesional, Expatriat, Pengamat, Wisatawan
TARGET PENCAPAIAN
1. Terpublikasikannya MNBK di masyarakat Indonesia dan dunia internasional.
2. Meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke MNBK.
3. Terciptanya kesadaran masyarakat Indonesia untuk menghargai, mengapresiasi dan melestarikan peninggalan sejarah.
4. Tersedianya sarana dan prasarana untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang dunia penerbangan.
5. Terciptanya impresi yang baik bahwa MNBK merupakan museum pertama di Indonesia yang modern dan profesional.
6. Terselenggaranya kegiatan-kegiatan ‘brand activation’ yang berkelanjutan dan terjadwal bagi anak-anak, pelajar, generasi muda, kalangan profesional, pelaku bisnis, keluarga, dsb. Sudah merupakan kewajiban dan rasa
kepedulian dari masyarakat juga pemerintah untuk dapat mewujudkan hal ini melihat peran serta Bandara Kemayoran dalam perjuangan bangsa Indonesia di masa pra kemerdekaan dan dimasa kemerdekaan dalam melestarikan dan menghidupkan kembali situs bersejarah ini di kawasan bekas Bandara Kemayoran Jakarta.