Sejarah Jogyakarta

Sejarah Jogyakarta Sejarah Djocjakarta dan kerajaan wangsa Mataram Islam

13/08/2026

Perang Jawa/Diponegoro dengan harga 30 ribuan saja. Klik di tautan video atau DM admin !

Rata Pralaya dibuat pada masa Sultan HB VIII sekitar tahun 1938. Telah digunakan saat surud dalêm Sultan HB VIII (1939) ...
11/08/2026

Rata Pralaya dibuat pada masa Sultan HB VIII sekitar tahun 1938. Telah digunakan saat surud dalêm Sultan HB VIII (1939) dan Sultan HB IX (1988).

Keduanya wafat di luar kraton, Sultan HB VIII anfaal di kereta api sekitar Kulonprogo dan wafat di Onder de Bogen Hospitaal (Panti Rapih) 1939 setelah perjalanan di Batavia, sedangkan Sultan HB IX wafat di George Washington University Hospital, Washington, D.C., setelah kunjungan ke Amerika Serikat 1988.

Kira2 sebelumnya dipakai rata/kereta apa ya ke Imogiri ?

10/08/2026
Pangeran Diponegoro tentu saja bersurjan sebagai pangeran di sebuah kesultanan jawa dan sebelum perang telah diceritakan...
09/08/2026

Pangeran Diponegoro tentu saja bersurjan sebagai pangeran di sebuah kesultanan jawa dan sebelum perang telah diceritakan sering bertafakkur serta mulai memakai jubah yg kita kenal iconnya kini.

Sumber :
Kuasa Ramalan - Peter Carey
Babad Diponegoro
Republika

08/08/2026

Dah syap belom? Jalan2 yuk..

Apa kenanganmu waktu kecil maen ke Pasar Malem?Brondong warna warni, Ombak banyu, Tong Stan & Dangdut ?
05/08/2026

Apa kenanganmu waktu kecil maen ke Pasar Malem?
Brondong warna warni, Ombak banyu, Tong Stan & Dangdut ?

Sebuah headline majalah sekitar 2 tahun setelah menjabat sebagai Presiden (1965 - 1967). Dalam gambar kiri - kanan : Jen...
04/08/2026

Sebuah headline majalah sekitar 2 tahun setelah menjabat sebagai Presiden (1965 - 1967).

Dalam gambar kiri - kanan :
Jenderal Soeharto (Pedjabat Presiden) - Adam Malik (Menteri Luar Negeri) dan Sri Sultan HB IX (Menteri Ekuin) saat itu tergabung dalam Kabinet Ampera.

Majalah ini terbitan Desember 1967 di Surabaya, dan saat itu tampaknya media massa masih cukup kritis menganalisa kinerja Pak Harto pada tahun kedua menjabat, tertulis :

Dimana letak kekuatan dan kekuasaannya?
Dimana letak sukses2nya?
Dimana kelemahan dan bahayanya?

Tampaknya masa dua tahun setelah pemberontakan G30S PKI (September 1965) keadaan masih cukup "turn-moil" antara keyakinan dan ketidakyakinan pergantian kekuasaan tersebut.

Majalah lama seperti ini membuka pemahaman bahwa terdapat masa peralihan yg cukup abu2 antara Orde Lama dan Orde Baru dan tidak tegas hitam putih.

Sumber
Majalah Sketsmasa No.58 Tahun XI (Des 1967)
(Berarti majalah ini telah ada sejak tahun 1956 dan mengalami pelbagai kejadian sejak masa kejayaan Pak Karno, mulai condong ke kiri hingga konfrontasi dengan Malaya dan diakhiri G30S PKI).

Majalah ini diterbitkan di Surabaya, Jawa Timur.

Gambar album foto2 hasil jepretan Kassian Chepas dan teman akrabnya Dr.Isaac Gronmen, Dokter Pribadi (hofarts)  Sultan H...
01/08/2026

Gambar album foto2 hasil jepretan Kassian Chepas dan teman akrabnya Dr.Isaac Gronmen, Dokter Pribadi (hofarts) Sultan Hamengkubuwana VII .

Di balik banyaknya foto klasik Keraton Yogyakarta pada akhir abad ke-19, terdapat sosok yang berperan besar sebagai penulis sekaligus penggagas dokumentasi tersebut, yaitu Dr. Isaäc Groneman. Meski dikenal sebagai dokter pribadi Sri Sultan Hamengkubuwana VII, jasanya justru melampaui dunia kedokteran. Ia menjadi salah satu peneliti Eropa yang paling banyak mendokumentasikan kebudayaan Jawa secara ilmiah.

Isaäc Groneman lahir di kota Zutphen, Provinsi Gelderland, Belanda, pada 15 Agustus 1832. Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, ia berpraktik sebagai dokter, terutama dalam bidang kebidanan, di kota Zutphen dan Vorden selama beberapa tahun.

Pada dekade 1860-an, Groneman memutuskan berangkat ke Hindia Belanda. Saat itu pemerintah kolonial membutuhkan banyak tenaga dokter untuk melayani masyarakat Eropa maupun pribumi. Penugasannya membawanya ke Yogyakarta, sebuah kota yang kemudian menjadi tempat tinggalnya hingga akhir hayat.

Kemampuannya sebagai dokter, ditambah minatnya yang besar terhadap bahasa, adat, dan kebudayaan Jawa, membuatnya mendapat kepercayaan dari lingkungan Keraton Yogyakarta. Ia kemudian diangkat sebagai dokter istana (hofarts), melayani Sri Sultan Hamengkubuwana VII beserta keluarga kerajaan.

Sebagai dokter pribadi Sultan, Groneman memiliki akses yang sangat terbatas bagi orang Eropa lainnya. Kedekatan tersebut memberinya kesempatan untuk mengamati berbagai upacara keraton, kehidupan keluarga kerajaan, kesenian, tari, hingga ritual-ritual yang tidak dapat disaksikan masyarakat umum.

Alih-alih hanya menjadi pengamat, Groneman berinisiatif mendokumentasikan seluruh kekayaan budaya tersebut. Ia bekerja sama dengan Kassian Céphas (Cephas), fotografer resmi Keraton Yogyakarta dan fotografer pribumi pertama di Indonesia.Berbeda dengan banyak pejabat kolonial yang kembali ke Belanda setelah pensiun, Isaäc Groneman memilih tetap tinggal di Yogyakarta. Ia wafat di kota tersebut pada 2 Desember 1912, dalam usia 80 tahun.

Ada yg tahu kherkof-nya?
KITLV 1890s

.Pemandangan titik nol km pada 1934Beberapa diberi angka oleh artikel ini, dapatkah anda analisa angka 1 sampai 7 apa sa...
30/07/2026

.Pemandangan titik nol km pada 1934

Beberapa diberi angka oleh artikel ini, dapatkah anda analisa angka 1 sampai 7 apa saja?
Jalan yang melingkari alun2 (pekapalan) saat itu belum ada, malahan jalan raya masuk hingga tengah alun2 sebelum terpecah ke timur arah Yudonegaran dan satu lagi serong ke arah Rotowijayan.
Keterangan tulisan dalam gambar atas :

Tropisch Nederland; veertiendaagsch tijdschrift ter verbreiding van kennis omtrent Nederlandsch Oost- en West-Indië, jg. 7, 1934–1935, no. 6, 09-07-1934.

Terjemahan:
Hindia Tropis; majalah dwimingguan untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang Hindia Belanda Timur dan Hindia Belanda Barat, Tahun ke-7 (1934–1935), Nomor 6, 9 Juli 1934.

Keterangan foto di bagian bawah:

Djokjakarta in vogelvlucht. Boven het midden de aloen-aloen van den kraton, verder naar boven de volgende pleinen, en rechts de misigit met de gebroken puntdaken. Links beneden het fort Vredeburg.

Terjemahan:
Yogyakarta dari pandangan udara. Di bagian tengah atas tampak Alun-alun Keraton. Lebih ke arah atas terlihat lapangan-lapangan berikutnya. Di sebelah kanan tampak masjid dengan atap limasan/runcing bertingkat. Di kiri bawah tampak Benteng Vredeburg.

We're all related. Peace !
27/07/2026

We're all related. Peace !

Address

Yogyakarta City

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sejarah Jogyakarta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Museum

Send a message to Sejarah Jogyakarta:

Shortcuts

Share