05/06/2026
O***m smokers
Alias pemadat candu
Sejak zaman perpindahan Mataram dari Kartasura ke Surakarta, o***m telah dibawa masuk ke Jawa.
Pada masa gubernur jenderal Gustaaf Baron van Imhoff (1745), mulai diberlakukan sistem perdagangan bebas candu.
Diperkirakan, dari 1619-1799, tiap tahun VOC memasok rata-rata 56 ton candu ke Pulau Jawa.
Tidak heran, hingga 1880, pajak perdagangan candu merupakan penghasilan paling besar bagi Pemerintah Hindia Belanda
Pada awal 1800, peredaran o***m sudah menjamur di seluruh pesisir utara Jawa, dari Batavia hingga ke Tuban, Gresik, Surabaya di Jawa Timur, bahkan Pulau Madura.
Di pedalaman Jawa, o***m menyusup sampai ke desa-desa di seantero wilayah Kerajaan Surakarta dan Yogyakarta.
Di Yogyakarta saja terdapat 372 tempat penjualan o***m
O***m regie mulai diberlakukan pada tahun 1894 di Madura dan Pulau Jawa. Pemerintah kolonial Belanda melarang penanaman o***m di seluruh Hindia Belanda, o***m diimpor dan diolah dipabrik yang didirikan di Batavia.
Sistem o***m regie mengharuskan penjual yang disebut mantri candu, mencantumkan papan nama di setiap bangunan yang menjual candu dengan nama “Kantor Penjualan” dengan bahasa Belanda, Melayu dan bahasa daerah dimana candu tersebut dijual.
Biasanya loket penjualan candu terdapat di wilayah-wilayah yang dekat dengan masyarakat seperti dekat pasar, perkebunan, dan pelabuhan. Loket candu ini dibuka pada siang hari mulai jam 12 siang hingga jam 10 malam, pada hari minggu dan hari-hari besar seperti gerebeg puasa, hari ulang tahun kerajaan Belanda.
Gambar #2
Berdasar peta 1925, terdqpat lokasi ngiras madat di rumah o***m/rumah candu (o***m verkoopplaats) pada kode peta 140, letaknya di Suryatmajan, tepat di barat pintu masuk Kepatihan. Memang saat itu o***m adalah barang legal.
Gambar #3,4 & 5
Penjualan o***m di sebuah rumah di Kampung Totgan (Totogan?) Soerakarta
Papan penjualan ditulis dalam 5 bahasa
Bahasa Belanda "O***m Verkoplets"
Tulisan Pegon "Tempat Penjualan Tjandu"
Tulisan cina : ?
Tulisan Jawa "Payonan Dodolan Candu"
Narasi
Kebudayaan.Kemdikbud
Pic :
Souvenir Album Midden-Java Djocjakarta", N.V. v/h H. Buning [c. 1925]