01/08/2026
Gambar album foto2 hasil jepretan Kassian Chepas dan teman akrabnya Dr.Isaac Gronmen, Dokter Pribadi (hofarts) Sultan Hamengkubuwana VII .
Di balik banyaknya foto klasik Keraton Yogyakarta pada akhir abad ke-19, terdapat sosok yang berperan besar sebagai penulis sekaligus penggagas dokumentasi tersebut, yaitu Dr. Isaäc Groneman. Meski dikenal sebagai dokter pribadi Sri Sultan Hamengkubuwana VII, jasanya justru melampaui dunia kedokteran. Ia menjadi salah satu peneliti Eropa yang paling banyak mendokumentasikan kebudayaan Jawa secara ilmiah.
Isaäc Groneman lahir di kota Zutphen, Provinsi Gelderland, Belanda, pada 15 Agustus 1832. Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, ia berpraktik sebagai dokter, terutama dalam bidang kebidanan, di kota Zutphen dan Vorden selama beberapa tahun.
Pada dekade 1860-an, Groneman memutuskan berangkat ke Hindia Belanda. Saat itu pemerintah kolonial membutuhkan banyak tenaga dokter untuk melayani masyarakat Eropa maupun pribumi. Penugasannya membawanya ke Yogyakarta, sebuah kota yang kemudian menjadi tempat tinggalnya hingga akhir hayat.
Kemampuannya sebagai dokter, ditambah minatnya yang besar terhadap bahasa, adat, dan kebudayaan Jawa, membuatnya mendapat kepercayaan dari lingkungan Keraton Yogyakarta. Ia kemudian diangkat sebagai dokter istana (hofarts), melayani Sri Sultan Hamengkubuwana VII beserta keluarga kerajaan.
Sebagai dokter pribadi Sultan, Groneman memiliki akses yang sangat terbatas bagi orang Eropa lainnya. Kedekatan tersebut memberinya kesempatan untuk mengamati berbagai upacara keraton, kehidupan keluarga kerajaan, kesenian, tari, hingga ritual-ritual yang tidak dapat disaksikan masyarakat umum.
Alih-alih hanya menjadi pengamat, Groneman berinisiatif mendokumentasikan seluruh kekayaan budaya tersebut. Ia bekerja sama dengan Kassian Céphas (Cephas), fotografer resmi Keraton Yogyakarta dan fotografer pribumi pertama di Indonesia.Berbeda dengan banyak pejabat kolonial yang kembali ke Belanda setelah pensiun, Isaäc Groneman memilih tetap tinggal di Yogyakarta. Ia wafat di kota tersebut pada 2 Desember 1912, dalam usia 80 tahun.
Ada yg tahu kherkof-nya?
KITLV 1890s