Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia

Website Contact the museum

Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia KPBMI juga membantu program pemerintah dalam bidang informasi dan publikasi melalui liputan dalam bentuk media cetak dan media online. MISI:
1. TUJUAN:
1.

Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia atau disingkat KPBMI merupakan organisasi yang didirikan oleh beberapa orang dari berbagai macam latar belakang, namun memiliki minat dan kepedulian yang sama terhadap dunia kebudayaan, permuseuman dan kesejarahan di Indonesia. Gagasan tersebut berawal dari kegiatan blusukan ke museum-museum dan tempat-tempat bersejarah lainnya di DKI Jakarta pada tahun 2014 oleh beberapa orang yang kemudian banyak masyarakat yang antusias untuk bergabung didalamnya. KPBMI pun mencoba mengamati, mengkaji dan mengajak minat masyarakat untuk mencintai ataupun peduli terhadap kebudayaan, permuseuman dan kesejarahan Indonesia yang dinilai sangat kurang di masa kini. Oleh karena itu, untuk mewadahi kesamaan gagasan dalam mencintai ataupun mengenalkan kebudayaan, permuseuman dan kesejarahan kepada masyarakat, maka dibentuklah KPBMI secara resmi menjadi suatu organisasi yang profesional pada 4 Maret 2017 di Depok, Jawa Barat. Di dalam perjalanannya, Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia (KPBMI) terbuka terhadap semua kalangan masyarakat dan komunitas yang ingin terlibat dalam memperkenalkan dunia kebudayaan, permuseuman dan kesejarahan. KPBMI berusaha memberi masukan mengenai tata kelola dan pelestarian kebudayaan, permuseuman dan kesejarahan kepada segala pihak dan instansi terkait melalui program dialog diskusi. KPBMI hadir dalam kegiatan-kegiatan yang menarik dan unik sehingga diharapkan masyarakat dapat mengenal dan menyadari pentingnya bangunan dan situs bersejarah khususnya c***r budaya dan permuseuman di Indonesia sebagai sarana pembelajaran sejarah dan budaya yang menyenangkan. Selain itu, melalui kegiatan-kegiatan tersebut, diharapkan bangunan dan situs bersejarah dan permuseuman sebagai warisan perjalanan bangsa dapat dikenali, dilestarikan dan dipertahankan hingga generasi mendatang. Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia atau disingkat KPBMI bergerak secara spontan dengan biaya sendiri dalam segala bentuk pelaksanaan kegiatan-kegiatannya demi kemajuan dan masa depan Indonesia yang lebih baik tanpa meninggalkan kebudayaan, sejarah dan kearifan lokal yang beranekaragam. VISI:
Melalui Museum Melestarikan Budaya dan Sejarah Bangsa. Memberi masukan mengenai tata kelola permuseuman, eksistensi kebudayaan dan kesejarahan kepada pihak-pihak terkait.
2. Membantu program pemerintah dalam bidang permuseuman agar museum dapat menjadi objek pendidikan, kebudayaan, serta pariwisata yang berkualitas.
3. Memperkenalkan dunia kebudayaan, permuseuman dan kesejarahan kepada segenap kalangan masyarakat sehingga menumbuhkan semangat mencintai tanah air Indonesia. Menjadi mitra pemerintah untuk memajukan kebudayaan, permuseuman dan kesejarahan di Indonesia
2. Ikut memajukan kebudayaan, permuseuman dan kesejarahan melalui berbagai program kegiatan dengan melibatkan peran serta masyarakat
3. Membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terkait kebudayaan, permuseuman dan kesejarahan di Indonesia. STRATEGI:
Untuk merealisasikan visi dan misi dalam mencapai tujuan KPBMI, maka perlu adanya peran serta dan kemampuan yang dinamis dalam menyesuaikan tuntutan dan perubahan dengan selalu memperhatikan kode etik yang ada. KPBMI sebagai organisasi yang memiliki peran penting dalam membangun kesadaran dan kepedulian pada masyarakat di bidang kebudayaan, permuseuman dan kesejarahan, harus menekankan pada:
1. Pengembangan inovasi dan kreativitas.
2. Pemanfaatan teknologi informasi dan publikasi.
3. Mengutamakan keterlibatan masyarakat. SEKRETARIAT:
Alamat : Jalan Jalak No. TK 1, Komplek Hankam Slipi, Jakarta Barat 11480
Telepon : 081380739489 – 083874948510
E-mail : [email protected]
Facebook : Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia
Youtube : Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia
Instagram : pemerhatibudayadanmuseum

Halo Sobat KPBMI, Salam Sepurmudaya! Pernah mendengar tradisi Begalan? Tradisi ini merupakan salah satu kesenian dan upa...
24/09/2026

Halo Sobat KPBMI, Salam Sepurmudaya!

Pernah mendengar tradisi Begalan? Tradisi ini merupakan salah satu kesenian dan upacara adat yang berkembang di masyarakat Banyumas, Jawa Tengah. Begalan biasanya digelar dalam rangkaian upacara pernikahan.

Kini, tradisi Begalan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak tahun 2018. Hal ini semakin mempertegas statusnya sebagai tradisi pernikahan masyarakat Banyumas yang masih bertahan hingga sekarang.

Sumber Referensi:

1. Wahyu, E. A. A. dan N. T. Brata. (2020). “Redefinisi Makna Tradisi Begalan Oleh Sanggar Sekar Kantil Dalam Ritus Pernikahan Masyarakat Banyumas”. Jurnal Budaya Etnika, 4(2): 86-96.
2. Maharani, A. D. A. dan W. P. Ryolita. (2023). “Eksistensi Tradisi Begalan Dalam Perkawinan Adat Banyumas Sebagai Wujud Kearifan Lokal Kabupaten Banyumas”. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 11(1): 7-12.
3. https://omong-omong.com/begalan-di-tengah-ratusan-pilihan-adat-pernikahan. Diakses pada 6 September 2026.
4. https://dapobud.kemenbud.go.id/. Diakses pada 6 September 2026.

23/09/2026

Halo Sobat KPBMI, salam Sepurmudaya!

Penemuan situs Bongal yang berlokasi di Tapanuli, Sumatra Utara tentunya memberikan pencerahan baru terkait peradaban awal Islam di Nusantara. Semua bisa kita saksikan di Pameran Misykat yang digelar di Museum Nasional Indonesia. Apakah sobat sudah ada yang pernah berkunjung ke Pameran ini?

19/09/2026

Halo Sobat KPBMI, salam Sepurmudaya.

Konflik antara Sultan Ageng Tirtayasa dan putraya, Sultan Haji, memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap kesultanan Banten. Dan bangunan benteng ini menjadi saksinya.
Yuk simak video berikut!
REFERENSI:

Apriliani, E. Rifai, M. H. Inayanti dan Lestari, D. “Analisis Struktur, Fungsi, Dan Perkembangan Benteng Speelwijk Serta Pengaruhnya Terhadap Tata Kota Banten Lama Pada Masa Kesultanan Banten”. (2025). Triwikrama, 11(9): 1741-1850.

Anggraheni, D. S., Attamimi, H. dan Jumardi. “Perkembangan Kerajaan Islam di Banten Pada Masa Sultan Ageng Tirtayasa dalam Aspek Politik dan Sosial”. (2020). PATTINGALLOANG, 7(2): 146-159.
https://katalogcbodcbbanten.online/daftar-cb-odcb/benteng-spelwijk. Diakses pada 6 September 2026.

https://www.merahputih.com/post/read/sejarawan-banten-benteng-speelwijk-bukan-dibangun-belanda. Diakses pada 6 September 2026.

Darmawan, Joko, dkk. The Power of Sejarah Indonesia. Genta Pusaka, 2011.

Lubis, Nina H., dkk. Sejarah Banten: Membangun Tradisi dan Peradaban. [Banten], 2014.

Aini, Qurotul. "Kejayaan Kesultanan Banten pada Masa Sultan Ageng Tirtayasa." Ma'had Aly Jakarta, 26 Jan. 2019, www.mahadalyjakarta.com/kejayaan-kesultanan-banten-pada-masa-sultan-ageng-tirtayasa/. Diakses 16 Sep. 2026.

Halo Sobat KPBMI, Salam Sepurmudaya! Gurindam Dua Belas merupakan karya sastra Melayu yang ditulis oleh Raja Ali Haji. G...
17/09/2026

Halo Sobat KPBMI, Salam Sepurmudaya!

Gurindam Dua Belas merupakan karya sastra Melayu yang ditulis oleh Raja Ali Haji. Gurindam Dua Belas ini bukan hanya indah dari segi bahasa, tetapi juga kaya akan nasihat tentang keimanan, akhlak, dan kehidupan manusia.

Melalui dua belas pasalnya, Raja Ali Haji menyampaikan pesan moral yang tetap relevan hingga hari ini. Gurindam juga menjadi bukti warisan pemikiran dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Sumber:

1. Haji, Raja Ali. 2003. Gurindam Dua Belas. Pekanbaru: UNRI Press.

2. Dahlan, Ahmad. 2014. Sejarah Melayu. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

2. Faisal, Muhammad. 2019. Etika Religius Masyarakat Melayu: Kajian Terhadap Pemikiran Raja Ali Haji. Jurnal Prada.

Hallo Sobat KPBMI, Salam Sepurmudaya!Pada hari Rabu, 9 September 2026, Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia (K...
13/09/2026

Hallo Sobat KPBMI, Salam Sepurmudaya!

Pada hari Rabu, 9 September 2026, Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia (KPBMI) mendapatkan kesempatan untuk beraudiensi dengan Komisi X DPR RI dalam rangka untuk rapat dengar pendapat tentang pemanfaatan dan kemajuan kebudayaan.

KPBMI yang diwakili oleh saudara Rafly Fadilah dan saudari Cindy Marsitaully turut menyuarakan berbagai aspirasi yang selama ini jarang disuarakan. Diantaranya tentang urgensi RUU Permuseuman, akar masalah pengelolaan termasuk kurangnya perhatian terhadap pelestarian dan pemanfaatan c***r budaya, keberlanjutan museum swasta/rakyat.

Dalam kesempatan ini juga KPBMI juga menyuarakan tentang digitalisasi dan pemanfaatan konten-konten budaya berbasis storytelling, serta perlunya penguatan peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya Indonesia dalam wadah komunitas.

Melalui audiensi ini, KPBMI berharap agar berbagai aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi DPR RI dalam merumuskan kebijakan yang lebih inklusif dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara pemangku kepentingan, komunitas dan masyarakat dalam mendukung upaya pelindungan dan pemanfaatan c***r budaya.

12/09/2026

Halo Sobat KPBMI, salam Sepurmudaya!

Kenapa ya kerbau menjadi bagian yang begitu penting dalam kehidupan masyarakat Toraja? Yuk kita diskusi bersama!

Hallo Sobat KPBMI, Salam Sepurmudaya!Ebeg merupakan salah satu kesenian tradisional yang berkembang di wilayah Jawa, khu...
10/09/2026

Hallo Sobat KPBMI, Salam Sepurmudaya!

Ebeg merupakan salah satu kesenian tradisional yang berkembang di wilayah Jawa, khususnya Banyumas dan sekitarnya. Pertunjukan ini identik dengan penggunaan kuda kepang sebagai diiringi musik tradisional dan gerakan para penari yang enerjik.

Lebih dari sekadar pertunjukan, Ebeg menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat yang diwariskan antargenerasi. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, gotong royong, kreativitas, serta penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Referensi:

1. Yuliana, C. 2008. Kesenian Daerah dan Lagu-Lagu Daerah. Surakarta: PT Widya Duta Grafika.
2. Fauzah, T. I., M. L. Maknun, U. Masfiah dan Hermafitria. (2024) “Warisan Tak Tergantikan: Mengapa Ebeg Purbalingga Perlu Dilestarikan?”. Jurnal SMaRT, 2 (10): 230-245.
3. https://digitalcollections.universiteitleiden.nl. Diakses pada 5 September 2026.
4. https://dapobud.kemenbud.go.id/wbtb. Diakses pada 5 September 2026.

07/09/2026

Halo Sobat KPBMI, salam Sepurmudaya!
Benarkah dibalik semua kontroversi dan kekejaman Jepang dalam menjajah Indonesia dengan gerakan mereka yang bertajuk 3A ternyata ada sisi positif? Yuk kita sama-sama dengarkan penjelasan dari Pak Nunus Supardi, yang diambil dari acara KPBMI bertajuk Turba dan Diskusi Spesial Kamp Tjideng yang digelar pada 25 Juli lalu!

05/09/2026

Halo Sobat KPBMI, salam Sepurmudaya!

Di balik bangunan Glodok Plaza, tersimpan sejarah kelam dari penjara Glodok. Di tempat ini banyak terjadi penyiksaan dan eksekusi berbagai jenis hukuman.
Yuk simak video berikut yang diambil dari acara KPBMI Agustus lalu yaitu Turba Spesial Perang Dunia ke II.

Sumber semua foto dan video:
NIOD, Tropenmuseum, KITLV dan YouTube Hendri Teja

Address

Jakarta
10340

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Museum

Send a message to Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia:

Shortcuts

Share