Selasar Sunaryo Art Space

Selasar Sunaryo Art Space Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) aims to contribute and support the development of art and cultures in Indonesia especially in Bandung.

It regularly arranges and holds programs with a focus on educational activities for public.

03/07/2024

Tubuh Antroposen
Pameran Tunggal Asmudjo J. Irianto

Pembukaan pameran:
Jum’at, 5 Juli 2024
16.00 WIB
Bale Tonggoh
Selasar Sunaryo Art Space

Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H untuk teman-teman yang merayakan.Ruang p...
16/06/2024

Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H untuk teman-teman yang merayakan.

Ruang pamer dan Kopi Selasar tutup sementara pada 17 Juni 2024. Ruang pamer akan buka kembali seperti biasa pada hari Rabu, 19 Juni 2024 dan Kopi Selasar akan buka kembali pada hari Selasa, 18 Juni 2024.
__

Jam Operasional
Ruang Pamer SSAS:
Selasa – Minggu, 10.00 - 17.00 WIB

Kopi Selasar:
Senin – Minggu, 10.00 - 18.00 WIB

__

Sampai jumpa!

Selasar Sunaryo Art Space berduka cita atas kepergian M***i “Amenkcoy” Priyanka. Almarhum dilahirkan di Bandung, 5 Juli ...
07/06/2024

Selasar Sunaryo Art Space berduka cita atas kepergian M***i “Amenkcoy” Priyanka. Almarhum dilahirkan di Bandung, 5 Juli 1980; wafat di Bandung, 7 Juni 2024.

Amenkcoy identik dengan karya-karyanya yang sarat akan bahasa satir dalam keseharian. Karya-karyanya tampil eksentrik, bahkan seringkali secara vulgar menyandingkan hal-hal yang tidak biasa kita saksikan bersamaan. Ia senantiasa jujur menghadirkan berbagai wujud realita baik konyol, picisan, janggal, maupun tabu; memantik kembali pertanyaan akan realita dan hal-hal yang kita hindari untuk hadapi. Terima kasih Amenk; semoga terang jalanmu, di sana.



Slide 1: Band Teman Sebangku dan Pemandangan yang digawangi oleh M***i “Amenkcoy” Priyanka bersama Erwin Windu Pranata, dan Rangga Aditya Bintara turut memeriahkan pembukaan pameran Selasar Solo Project Series 2012.

Slide 2: M***i Priyanka menjadi salah satu kakak pendamping dalam program Selasar Kids Program: Impianku Tentang Alam, 26 Juni 2005.

Slide 3 & 4: Pada 15 Oktober 2017, M***i “Amenkcoy” Priyanka tampil menyanyikan lagu-lagu dari album mini pop Sunda, Swasembada Meong di pameran re-emergence tahun 2017. Dalam pameran ini Ia menampilkan karyanya bertajuk “Gejolak Khidmatnya Dunya Saharitaeun”

Selamat malam! Kembali lagi bersama  , kali ini kita akan mengulas kegiatan Lokakarya “In De Kost: Workshop bersama Mell...
06/06/2024

Selamat malam! Kembali lagi bersama , kali ini kita akan mengulas kegiatan Lokakarya “In De Kost: Workshop bersama Mella Jaarsma”. Kegiatan ini diadakan untuk Mendampingi pameran Tunggal Mella Jaarsma, “The Fitting Room”.

Melalui kegiatan ini, Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) berinisiatif menggagas suatu kegiatan dalam bentuk workshop dan pameran, yang memungkinkan terjadinya interaksi antara Mella dengan seniman-seniman muda Bandung. Tidak dimaksudkan sebagai pertemuan tutorial yang ‘mengajarkan’ suatu pola, kecakapan atau prinsip artistik tertentu, workshop ini bertujuan menggali potensi artistik masing-masing melalui suatu diskusi yang intens, baik antara Mella dengan partisipan, atau antara partisipan satu dengan yang lainnya.

Judul “In De Kost” dipilih untuk menggambarkan suasana kedekatan dan komunikasi yang intens selama Mella ‘tinggal dan bekerja bersama’ dengan para partisipan. Dalam workshop terjadi pertukaran dan penajaman gagasan dengan seniman-seniman muda.

Di Balik KepatuhanRuang SayapSelasar Sunaryo Art Space17 Mei - 28 Juli 2024 ____On The Guise of Docility atau Di balik K...
06/06/2024

Di Balik Kepatuhan
Ruang Sayap
Selasar Sunaryo Art Space

17 Mei - 28 Juli 2024

____

On The Guise of Docility atau Di balik Kepatuhan merupakan sebuah trilogi karya performance oleh Renitta Karuna Dharani. Ketiga babak dalam trilogi ini dipresentasikan dalam rentang waktu yang berbeda. Ketiganya menjelajahi istilah ‘Kepatuhan’ yang seringkali dipadankan pada perempuan

Jadwal Presentasi Karya:

Bagian I: Perlakuan atau Ancaman?
17 Mei 2024

Bagian II: Tautologia
14 Juni 2024

Bagian III: Persona yang Patuh
19 Juli 2024

Buku Jiwa, Cita, dan Nuansa: Lima Dekade Nunung WS Berkarya diterbitkan setelah ia menggelar pameran tunggal retrospekti...
31/05/2024

Buku Jiwa, Cita, dan Nuansa: Lima Dekade Nunung WS Berkarya diterbitkan setelah ia menggelar pameran tunggal retrospektifnya di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta pertengahan tahun lalu dengan tajuk Nunung WS: Jiwa dalam Manunggal. Keduanya menandai dedikasi luar biasa dan pencapaian Nunung WS sebagai seniman.

Diskusi kedua buku Jiwa, Cita, dan Nuansa akan digelar. Buku ini mendiskusikan secara komprehensif dan mendalam sejumlah pencapaian artistik yang penting dari Nunung WS sebagai seniman yang prolifik pada dekade 1980an hingga sekarang. Dalam buku ini juga didiskusikan agensi gender sang seniman di tengah kanon historis dan medan seni yang memarjinalisasi perempuan. Pun berusaha menampilkan Nunung WS dalam perspektif dan konstruksi nonmaskulin yang menunjukkan bagaimana seorang seniman perempuan meneguhkan dan memelihara spirit perawatan dan pelestarian.

Diskusi kedua dari buku ini akan diselenggarakan bekerjasama dengan Selasar Sunaryo Art Space dengan menghadirkan:

Chabib Duta Hapsoro
Qanissa Aghara
Kiki Rizky Soetisna Putri
(Pembicara)

Heru Hikayat
(Moderator)

🗓 Kamis, 6 Juni 2024 (15.00-17.30 WIB)
🏛 Bale Handap, Selasar Sunaryo Art Space

Registrasi peserta: https://rb.gy/derx4v
Atau hubungi +62 851-7967-7290




Koleksi Pustaka kali ini mengulas “Hadassah Emmerich, With Love from Batik Babe”. Monografi ini diterbitkan berkenaan de...
30/05/2024

Koleksi Pustaka kali ini mengulas “Hadassah Emmerich, With Love from Batik Babe”. Monografi ini diterbitkan berkenaan dengan pameran dengan judul yang sama, di GEM, museum of contemporary art, The Hague, 26 Februari – 8 Mei 2005. Presentasi tersebut paralel juga dengan pameran H x B x D di Gemeentemuseum Den Haag, pada kesempatan ulang tahun ke-10 Rabo Art Collection. Penulis pada monografi ini adalah Roel Arkesteijn (kurator dari GEM museum of contemporary art) dan Cedar Lewisohn (perupa dan penulis, tinggal di Glasgow). Monografi dalam dua bahasa, Inggris dan Belanda. Penerbitnya adalah GEM, museum of contemporary art, The Hague, bekerja sama dengan Rabobank Nederland
Artistic Affairs.

Cedar Lewisohn membuka artikelnya dengan pernyataan, “Alih-alih memandang karya Hadassah Emmerich, kita sebaiknya menghirupnya, seperti kita menghirup bau segar halaman rumput yang baru disiangi…”. Pernyataan ini sehubungan dengan karya-karya Hadassah berupa gambar-gambar besar yang penuh dengan ornamen. Skala gambar seringkali lebih tinggi dari manusia; beberapa karyanya berupa mural yang membuat pelihat terlingkupi oleh skala tersebut. Roel Arkesteijn pun menggaris-bawahi hal yang sama,tentang dominasi motif-motif tanaman dalam karya-karya Hadassah. Menurutnya, salah kaprah jika kita memandangnya hanya sebagai persilangan antara seni dan kriya.

Hadassah Emmerich lahir di Heerlen, Belanda, kini tinggal dan bekerja di Brussel, Belgia. Ia punya ikatan dengan Indonesia, ayahnya lahir di Bandung dari orang tua perpaduan Sunda dan Jerman-Cina. Sebelum ia menyelesaikan studi sarjana di Akademi Seni Rupa Maastricht, ia menyempatkan melakukan perjalanan ke Indonesia, pada 1996. Sebelum ia benar-benar menginjakkan kakinya di Indonesia, ia melahap berbagai bacaan yang terkait Indonesia. Ia seperti yang “mencari Indonesia”. Apakah kemudian watak-watak dari karyanya bertautan dengan pencarian ini?

Arkesteijn menutup artikelnya dengan pernyataan bahwa Emmerich berhasil membebaskan dirinya dari dogma kemodernan yang cenderung mengharamkan segala ragam hias dalam karya. Hal ini membuat Emmerich jadi leluasa untuk memahami hidup itu sendiri.

Titicara: MeruahRuang BSelasar Sunaryo Art Space17 Mei - 28 Juli 2024 ____Meruah merupakan hasil refleksi terhadap prose...
27/05/2024

Titicara: Meruah
Ruang B
Selasar Sunaryo Art Space

17 Mei - 28 Juli 2024

____

Meruah merupakan hasil refleksi terhadap proses penciptaan karya. Mencipta adalah sebuah proses menjadi (becoming) yang tidak harus terjadi secara linear, mengakar tunggang, transparan, dan bersifat menyimpulkan. Sebaliknya, ia bisa saja bersifat privat, menyebar, acak, dan juga mampu berangkat dan kembali di waktu yang bersamaan maupun berlainan.

Karya-karya yang terdapat dalam pameran ini berangkat dari keyakinan akan kompleksitas perjalanan kekaryaan tiap perupa yang berbeda-beda, yang tak mungkin untuk direduksi menjadi sesuatu yang baku.

Berikut suasana ketika Ruang B Selasar Sunaryo Art Space yang menampilkan Pameran Titicara: Meruah telah dibuka. Sewaktu...
24/05/2024

Berikut suasana ketika Ruang B Selasar Sunaryo Art Space yang menampilkan Pameran Titicara: Meruah telah dibuka. Sewaktu pengunjung dipersilakan memasuki ruang pamer, Yosefa Aulia selaku kurator tamu Titicara: Meruah kemudian memberikan tur ruang pamer. Kegiatan tur di Ruang B kemudian diikuti dengan performans langsung oleh Fiametta Gabriela.

___

Titicara: Meruah adalah persembahan terkini dari seri pameran khusus perempuan perupa Titicara, yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 Mei hingga 28 Juli 2024 di Selasar Sunaryo Art Space (SSAS). Dikuratori oleh Yosefa Aulia, Titicara kali ini menampilkan sembilan perempuan perupa lintas generasi: Dian Suci Rahmawati, Fiametta Gabriela, Hildawati Soemantri, Ipeh Nur, Kei Imazu, Liza Markus, Melati Suryodarmo, Nadya Jiwa Saraswati, dan Ratu R. Saraswati.

Berikut suasana ketika Ruang Sayap SSAS yang menampilkan Pameran Seri Performans Di Balik Kepatuhan telah dibuka. Sewakt...
24/05/2024

Berikut suasana ketika Ruang Sayap SSAS yang menampilkan Pameran Seri Performans Di Balik Kepatuhan telah dibuka. Sewaktu dibuka, Renitta Karuna Dharani secara langsung melakukan performans “Perlakuan atau Ancaman? (Treat or Threat?)” yang merupakan bagian pertama dari trilogi yang ditampilkannya. Performans yang dilakukan Renitta berlangsung selama 3 jam, pengunjung senantiasa datang silih berganti ketika performans sedang berlangsung.

_____

On The Guise of Docility atau Di balik Kepatuhan merupakan sebuah trilogi karya performance oleh Renitta Karuna Dharani. Seri karya performance ini akan menelusuri istilah ‘docility’ yang menyiratkan kesediaan terhadap kontrol maupun instrumen pemanduan. Dengan demikian, istilah ‘Kepatuhan’ dipilih sebagai padanan ‘Docility’. Konteks kepatuhan yang secara spesifik dijelajahi oleh Renitta adalah yang seringkali ditambatkan baik secara sengaja maupun tidak sengaja pada sosok perempuan. Trilogi ini terbagi dalam tiga bagian yang ditampilkan dalam waktu yang berbeda.

Jadwal Performans:

Bagian I: Perlakuan atau Ancaman? (Treat or Threat?)
17 Mei 2024

Bagian II: Tautologia
14 Juni 2024

Bagian III: Citra yang Patuh (Docile Personae)
19 Juli 2024

Address

Jalan Bukit Pakar Timur No. 100
Bandung Satu
40198

Opening Hours

Tuesday 10:00 - 17:00
Wednesday 10:00 - 17:00
Thursday 10:00 - 17:00
Friday 10:00 - 17:00
Saturday 10:00 - 17:00
Sunday 10:00 - 17:00

Telephone

+62222507939

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Selasar Sunaryo Art Space posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Museum

Send a message to Selasar Sunaryo Art Space:

Share

Category